Umat Katolik Diajak Meminimalkan Perilaku Radikal dengan Sikap Inklusif dan Toleran

26 Juli 2019
  • Bagikan ke:
Umat Katolik Diajak Meminimalkan Perilaku Radikal dengan Sikap Inklusif dan Toleran
Ke-10 utusan dari Provinsi Banten, termasuk dari Paroki Ciledug.

Pada tanggal 20-23 Juli 2019 Kementerian Agama menyelenggarakan Pertemuan Dialog Kerukunan Umat Beragama Katolik Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat di salah satu hotel di Subang, Jawa Barat.

Temanya  “Moderasi Beragama, Menjaga Kebersamaan Umat” dengan subtema: “Meningkatkan peran masyarakat Katolik dalam mewujudkan nilai-nilai kebangsaan”.

WhatsApp Image 2019-07-21 at 19.31.38-ok

Paparan narasumber, Romo Sugiharto, OSC.

Hadir para pejabat Kemenag, antara lain Bp Fransiskus Endang, Direktur Urusan Agama Katolik Ditjen Bimas Katolik. Acara diikuti oleh 60 orang peserta, yang terdiri dari para penyuluh agama Katolik, aktivis Gereja, dan tokoh umat katolik lain, termasuk 10 utusan Provinsi Banten.

WhatsApp Image 2019-07-21 at 15.13.41-ok

Romo Agustinus Sugiharto, OSC, salah satu nara sumber.

Ibu Yustina Sardiyem, Ketua Seksi Penguatan Lembaga Kemenag, selaku Ketua Panitia Pelaksana mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang adanya perbedaan antar umat beragama sebagai suatu kekayaan yang saling melengkapi.

WhatsApp Image 2019-07-22 at 23.05.48-ok

Para peserta mengikuti paparan materi oleh nara sumber.

Mengembangkan sikap dan perilaku keberagamaan yang inklusif dan toleran, kata Bu Yustina, diharapkan dapat meminimalisasi pola pikir, sikap, dan tindak-tanduk yang radikal, sehingga  tercipta suasana demokrasi yang modern, beretika, dan ke-Indonesiaan.

Sikap inklusif menempatkan diri pada sudut pandang pihak lain, memandang perbedaan secara positif, sehingga satu sama lain saling memperkaya dan melengkapi.

"Bapak-ibu, tokoh agama/Gereja, tokoh umat, dan kaum muda yang mengikuti acara ini harus siap menjadi ‘duta’ (sikap inklusif dan toleran) di lingkungan masing-masing sesuai dengan peran dan tugas yang telah dipercayakan," tegas Bu Yustina.

WhatsApp Image 2019-07-21 at 15.09.06-ok

Ibu Yustina, Ketua Panitia Pelaksana. 

Dialog dengan hati

Salah satu nara sumber, Romo Agustinus Sugiharto, OSC, Ketua Komisi HAAK  Keuskupan Bandung, menyampaikan materi "Peran Tokoh Agama dalam Membangun Kerukunan Umat dan Sikap Gereja Katolik tentang Dialog Antar Umat Beragama".

"Kita harus melakukan komunikasi timbal balik yang harmonis dengan umat beragama lain, ramah, rendah hati, tidak sombong, hormat, dan penuh persahabatan," ujar anggota Ordo Salib Suci, pegiat Jaringan Antar Umat Beragama di Jawa Barat itu.

WhatsApp Image 2019-07-25 at 16.11.56-ok

Berfoto bersama Bp Fransiskus Endang (duduk, baju biru).

Seringkali yang menjadi hambatan dalam dialog, kata Romo Sugiharto, adalah ketidakcukupan dasar  iman dalam melihat Sang Pencipta, terbatasnya pengetahuan tentang nilai ajaran agama lain secara benar dan seimbang, dan merasa diri paling sempurna dan tidak membutuhkan orang lain.

Hambatan itu, ditambah faktor eksternal seperti keadaan sosial dan politik, dapat memicu terjadinya konflik dan kekerasan. Terus kalau itu sudah terjadi?  “Gunakan dialog dengan hati,” katanya.

WhatsApp Image 2019-07-22 at 23.12.40-ok_1

Peserta diberi kesempatan untuk diskusi kelompok.

Sementara nara sumber lain, Kasubdit Kelembagaan Agama Katolik Kemenag FX Rudy Andrianto mengingatkan kembali akan tugas peserta untuk mengamalkan, berpartisipasi aktif, ambil bagian dengan penuh tanggung jawab, dalam menjadi ragi, garam, dan terang dunia. "Bukan hanya sebagai penonton atau komentator saja," katanya.

WhatsApp Image 2019-07-25 at 16.28.48-ok

Utusan Provinsi Banten usai acara berziarah ke Gua Maria Subang.

Pada bagian akhir acara Romo Sigit Setyantoro, Pr, Pastor Paroki Kristus Sang Penabur Subang, memberikan banyak informasi tentang manfaat dokumen dalam manajemen pengelolaan umat, serta pengelolaan konflik. Peserta juga mendapat kesempatan berdiskusi menjelang akhir pertemuan.

WhatsApp Image 2019-07-25 at 16.15.05-ok

Gua Maria Kristus Sang Penabur, Subang.

Kesepuluh peserta dari Provinsi Banten memanfaatkan waktu yang masih tersisa untuk berziarah ke Gua Maria  Paroki Kristus Sang Penabur, Subang. 

Teks: Maria Melati KS/ Foto: Maria Melati KS, Antonius Sutrisno.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna