Wilayah Petrus Manfaatkan Waktu Tugas Jaga Gereja untuk Rapat 17-an

24 Juni 2019
  • Bagikan ke:
Wilayah Petrus Manfaatkan Waktu Tugas Jaga Gereja untuk Rapat 17-an
Wilayah Petrus dan Hubertus tugas jaga gereja, Minggu (23/6).

Ide-ide cerdas tidak selalu muncul di ruang-ruang ber-AC. Percakapan santai sambil makan kacang rebus dan menyeruput kopi di luar ruang pun bisa memancing pendapat-pendapat bagus untuk kepentingan bersama. Itulah yang terjadi ketika Wilayah Petrus mendapat tugas menjaga keamanan gereja bersama Wilayah Hubertus, Minggu malam (23/6).

Dipercaya menjadi panitia 17-an Paroki Ciledug tahun ini, Wilayah Petrus memanfaatkan waktu jaga gereja tersebut sebentar untuk rapat di samping pos sekuriti. Pak Tjantoko dan Pak Nathan, keduanya anggota Sie HAAK dari Wilayah Petrus, memotori rapat 17-an itu bersama teman-teman sewilayahnya. Mereka mulai membicarakan jenis-jenis lomba, dll. Egaliter, santai, dan ada hasil.

DSC_0156-ok_1

Wilayah Petrus rapat tentang 17-an.

Semalam dari Sie HAAK hadir, antara lain, Pak Tjantoko, Pak Donald Richard, dan Pak Nathan. Bisa dipastikan bahwa tugas menjaga keamanan gereja yang dikoordinasi oleh Sie HAAK itu bukan sekedar menjadi ungkapan solidaritas kepada pihak sekuriti atau menjadi ajang saling lebih kenal antar umat internal wilayah maupun antar wilayah.

Tugas jaga keamanan gereja ternyata juga membawa berkah lain, menjadi ajang pertemuan berbagai gagasan, dari sharing pengalaman sampai pemikiran-pemikiran cerdas untuk meningkatkan kehidupan bersama sebagai umat.

DSC_0154-ok_1

Obrolan di keremangan bawah pohon, soal-soal orang muda.

Di lingkaran tempat duduk lain beberapa bapak-bapak membicarakan pelaksanaan Misa Komuni Pertama yang barusan berlangsung pagi harinya, dari peristiwa lucu-lucu sampai masukan-masukan yang mungkin layak didengarkan juga oleh pihak panitia sebagai bahan evaluasi.

Salah satu topik obrolan yang menarik minat beberapa orang di keremangan bawah pohon depan pos sekuriti itu adalah masalah orang-orang muda Gereja Santa Bernadet, baik itu yang masih OMK (Sie Kepemudaan), maupun mereka yang sudah masuk kategori KKMK.

DSC_0158-ok_1

Main gaple sebagai sarana mengakrabkan.

Jumlah orang muda di paroki kita cukup banyak. Ratusan. Pertanyaannya, bagaimana masa depan peran mereka dalam Gereja? Apakah dibiarkan saja berkembang alami atau perlu semacam panduan? Di situlah lalu terjadi diskusi dari berbagai cara pandang. Terdengar keprihatinan, tetapi juga muncul pemikiran strategis ke depan tentang apa yang mesti dilakukan. Misalnya ada pemikiran untuk mengadakan misa kaum muda setiap bulan.

Elisabeth FX 22 Juni-ok

Wilayah Elisabeth dan FX tugas bareng menjaga gereja, Sabtu (22/6).

Obrolan apa saja bisa terjadi dalam tugas bersama menjaga keamanan gereja, khususnya tentang masalah-masalah bersama Gereja Bernadet. Masih banyak yang sebatas wacana memang. Tetapi untuk menangkap “aspirasi bawah”, kebersamaan dalam tugas menjaga gereja itu cukup efektif. Banyak yang bisa didengar.

Fabiola Sesilia-ok

Wilayah Fabiola dan Sesilia tugas jaga gereja, Jumat (21/6).

Jadi ingat kesan seorang bapak dari Wilayah Yoseph beberapa waktu lalu usai mendapat giliran tugas. “Kegiatan ini positif, guyub antar umat, juga dengan sekuriti. Yang tadinya kita gak kenal sekuriti jadi kenal. Dan ada rasa memiliki. Menurut saya, hal positif ini jangan berhenti sampai di sini,” katanya.

Teks: ps/ Foto-foto: ps, Sie HAAK.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna