Meskipun Berbeda-beda Agama, Kita Harus Tetap Hidup Rukun

22 Juni 2019
  • Bagikan ke:
Meskipun Berbeda-beda Agama, Kita Harus Tetap Hidup Rukun

Agama itu harus diresapkan dan diolah dalam hati dan disampaikan dengan baik lewat mulut kita dalam tutur kata yang baik, lalu diamalkan dalam perbuatan nyata yang menyatukan bukan memecah belah. Dan semua itu diawali dari keluarga, anak hormat dan perhatian pada orang tua, istri pada suami dan sebaliknya.

Abdul Rozak-ok

Ustadz Haji Abdul Rojak.

Demikian sebagian tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Rojak pada acara Halal Bihalal Karyawan Muslim Gereja Santa Bernadet .

Robana-ok

Musik Kosidah An Nur membuka acara.

Acara yang digelar pada hari Jumat 21 Juni 2019 mulai jam 19.30 itu dihadiri sekitar 200 orang yang terdiri dari para petugas keamanan dan kebersihan beserta keluarga, tokoh masyarakat, dan warga sekitar, serta perwakilan umat dan DPH.

lagu muslim lintas agama jas1-ok

Keberagaman yang bersatu dalam menyanyikan lagu.

Hadir dalam acara tersebut Bp Amir Mahmud dari Bimas Polsek Cipondoh, perwakilan dari Kelurahan Sudimara Pinang, serta beberapa Ketua RT dan RW di sekitar gereja.

kev7-ok

Menyanyikan lagu Islami bersama.

“Bapak Kapolsek Cipondoh memohon maaf tidak bisa hadir karena sakit dan mengutus saya hadir di acara ini,” ungkap Bp Amir Mahmud mengawali sambutannya.

ustadz dan tokoh jas-ok

Bang Siko Sandoko (ke-2 dari kanan) dan para Ustadz.

“Saya merasa senang di tempat ini digelar acara semacam ini, karena memang harus demikian. Meskipun kita berbeda-beda agama, kita harus tetap hidup rukun,” kata Bp Amir Mahmud.

arya-jassen peci-ok

Bp Amir Mahmud.

Bp Amir Mahmud teringat akan kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi yang terkesan dan heran, kenapa di Indonesia yang penduduknya berbeda-beda tetapi dapat hidup rukun? “Inilah kekayaan kita yang harus kita jaga dan terus dikembangkan untuk tahun-tahun mendatang,” harap Bp Amir.

jass1-ok

Bp Amir Mahmud (berpeci) dan tamu lain dari kepolisian.

Mengawali sambutannya, Bp Haris, tokoh masyarakat sekitar Gereja, mengatakan,  “Kalau saya sudah sering main ke sini dan bekerja sama dengan pengurus gereja Bernadet.”

“Ini acara luar biasa di mana karyawan yang beragama Muslim diberi tempat dan kesempatan untuk menyelenggarakan acara halal bihalal ini,” lanjutnya.

file.Haris tokoh masyarakat-ok

Tokoh masyarakat Pinang, Pak Haris.

“Dan memang dimikianlah kita harus hidup berdampingan, berjalan bersama, tidak saling senggol. Muslim beribadah, Bernadet beribadah, tujuannya adalah sama, semoga kita selalu hidup rukun dan damai. Salam persatuan!” kata Pak Haris mengakhiri sambutannya.

Sie HAAK Memfasilitasi

Acara yang bertajuk Halal Bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hidjriyah Karyawan Muslim Gereja St Bernadet tersebut mengambil tema “Silaturahmi Mempererat Tali Persaudaran” Kita Bhinneka Kita Indonesia yang dikoordinir oleh Sie HAAK Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet.

jas41b-ok

Pak Mohasim, karyawan Sekuriti Gereja Bernadet.

Menurut Ketua Sie HAAK Bp Rikkie Yulianto, acara ini penyelenggaraannya oleh karyawan Muslim Gereja Santa Bernadet. Sie HAAK hanya memfasilitasi.

kev8-ok

Ketua Sie HAAK, Pak Rikkie Yulianto (belakang paling kanan).

Pak Rikkie berharap, dengan hadirnya Pak Ustadz Abdul Rojak dan masyarakat sekitar, semoga semakin banyak orang yang mengenal dan mengetahui keberadaan Gereja Santa Bernadet. “Dan semoga ke depan umat Gereja Santa Bernadet juga semakin banyak yang terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan,” katanya.

Arya5-Rene

Pak Rene Ferdinand da Costa mewakili Sie HAAK St Bernadet.

Silaturahmi tanpa batas agama

Sementara itu Bang Siko, Koordinaor Keamanan Gereja St Bernadet, yang menjadi motor dan penanggung jawab acara menyampaikan terima kasih karena para karyawan Muslim beserta keluarga diberi fasilitas untuk penyelenggaraan acara ini.

arya4-ok-siko

Bang Siko Sandoko, Koordinator Keamanan Gereja Bernadet.

“Dengan demikian, keluarga dan masyarakat sekitar mengetahui inilah tempat kami bekerja. Dengan halal bihalal ini semoga tersambung tali silaturahmi antara umat Gereja, karyawan beserta keluarga, dan masyarakat sekitar, karena silaturahmi itu tanpa batas agama suku dan budaya. Silaturahmi yang baik akan mengangkat derajat kita sebagai manusia,” kata pemilik nama lengkap Siko Sandoko itu.

Permohonan maaf DPH

Bp Benyamin Thomas Girsang, mewakili DPH, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerjasama dari Sie HAAK dan karyawan Gereja. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran keluarga karyawan, tokoh masyarakat, aparat pemerintahan, serta masyarakat sekitar.

jass2Benjamin Girsang-ok

Bp Benjamin Thomas Girsang, pendamping Sie HAAK dari DPH.

“Inilah kami, Gereja Santa Bernadet. Saya menyampaikan salam dan mohon maaf karena kedua Pastor kami kami tidak bisa hadir. Romo Lamma Sihombing CICM ada rapat penting yang harus dihadiri, sementara Romo Manuel V Valencia CICM mengahiri pentabisan pastor baru di Citra Raya,” kata Pak Girsang.

Penampilan pembuka grupp robana-ok

Musik kosidah An Nur.

Acara malam itu dimeriahkan oleh kelompok Kosidah An Nur dengan nyanyian religi, diiringi rebana dan musik akustik kolaborasi Karang Taruna sekitar dan umat Bernadet, baik penyanyi maupun pemusiknya.

jas2-ok

Saling memaafkan usai acara.

Sebagai puncak acara seluruh hadirin diajak untuk bersalam-salaman dan bermaaf-maafan, dilanjutkan makan malam bersama. Yang tak ketinggalan foto bersama itu pasti.

jas3-ok

Warga sekitar Gereja Bernadet saling memaafkan.

Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Kevin Meydio, Jassen Novaris, Walter Arya/KOMSOS.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna