Bedanya dengan manusia, kata orang, buah semakin tua semakin menggoda. Coba lihat foto buah pepaya dan mangga hasil petik Sie Lingkungan Hidup (LH) Jumat pekan lalu yang dibuat oleh Kevin Meydio Pradipta. Matang pohon, ranum pula, sehingga menggoda orang untuk memakannya.

Baru tiga minggu sebelumnya panen, Jumat dan Sabtu pekan lalu Sie LH Santa Bernadet sudah panen lagi. Tidak hanya memetik buah papaya dan mangga tetapi juga pisang, cabai, kacang tanah, singkong, terong, dan sayuran lainnya.

Lihat pepaya dan mangga yang dibawa Bu Titik. Menggoda… Cabai begitu juga. Varietas unggul cabe rawit yang diambil gambarnya itu menunjukkan godaan pedasnya, tentu buat yang suka pedas...

Jumat itu rencananya cabai baru akan dijual pada hari Sabtu di saung bawah sesudah misa, tetapi Jumat itu juga sudah ludes duluan dibeli warga Kompleks Tarakanita. Hasil-hasil panen lainnya dijual Sabtu malam.

“Kemarin kacang tanah 10 kilo langsung diborong,” kata Pak Kasdana, Minggu (16/6) usai misa kedua. Lihat saja kacang tanah hasil panenan kebon LH yang dibawa Pak Kasdana. Bukan jenis kacang tanah yang isinya hanya dua biji saja tetapi varietas kacang tanah tertentu yang isinya 3-4 biji. Sudah tua, bernas pula. Memang menggoda…

Pak Kasdana adalah orang yang langsung terlibat dengan penggarapan kebon LH di dekat Kompleks Tarakanita, khususnya dalam penyediaan pupuk organik. “Di kebon LH semua tanaman dengan pupuk organik,” katanya.

Kebon yang menggunakan pupuk organik adalah kebon yang ramah lingkungan. Tidak menggunakan pupuk-pupuk kimia yang akan merusak organisme penyubur tanah. Pemakaian pupuk organik merupakan wujud nyata dari gerakan menjaga lingkungan hidup sesuai amanat Ardas 2016-2020 KAJ.

Hasil panen tanaman organik selalu menggoda, apalagi kalau dipetiknya sudah tua…
Teks: ps, Kevin Meydio/ Foto-foto: Kevin Meydio, Paulus Supri