Gladi Bersih Menuju Komuni Pertama, Menuntut Kesabaran Para Pembimbing

16 Juni 2019
  • Bagikan ke:
Gladi Bersih Menuju Komuni Pertama, Menuntut Kesabaran Para Pembimbing
Gladi bersih menuju Komuni Pertama, Minggu (16/6).

Hari Minggu 16 Juni 2019 setelah Misa kedua di Gereja Pinang diadakan gladi bersih untuk peserta Komuni Pertama tahun 2019 yang dipandu Ketua Sie Katekese Bp Yohanes Roso Pramono bersama tim Katekese. Ikut mendampingi gladi bersih tersebut Panitia Komuni Pertama tahun ini dari Wilayah Hubertus yang diketuai oleh Bp Eko Pranowo.

car1-Roso

Pak Y Roso Pramono memandu gladi bersih. Harus sabar.

Menurut Pak Adek Suroto, salah satu anggota panitia, jumlah peserta Komuni Pertama tahun ini 173 anak, asalnya tersebar dari beberapa sekolah Katolik yang ada di Paroki Ciledug, yakni Sekolah Sang Timur, Sekolah Abdi Siswa, Sekolah St Angelina, dan Amore School. Dan ada juga dari umat yang berasal dari Persink (Persaudaraan Siswa-Siswi Negeri Katolik) maupun sekolah swasta non-Katolik.

car3-ok

Peserta gladi bersih 173 anak, tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

“Gladi bersih bisa mulai tepat waktu jam 10.00. Tahun ini peserta Komuni Pertama paling banyak. Biasanya 125 sampai 130, tapi tahun ini mencapai 173 anak,” kata Pak Pramono ketika ditanya. Ditambahkan bahwa ada 16 orang dari tim katekese yang terlibat untuk menangani persiapan Komuni Pertama anak-anak itu.

car4-ok

Seorang peserta melatih pendarasan doa di mimbar.

Ditanya pesan apa yang ingin disampaikan selaku pemandu gladi bersih, Pak Pramono mengatakan, “Generasi sekarang ini kan generasi yang ingin tampil dalam arti untuk kepentingan diri sendiri, keseriusan untuk pembelajaran semakin berkurang. Maunya kalau latihan kan ramai, apalagi kalau sudah pegang HP susah… Ya menuntut kesabaran para pembimbing juga…”

car7

Bu Angel dari Sekolah Sang Timur tengah menggladi calon komper.

Tahapan akhir

Hari Minggu itu merupakan tahapan akhir dari seluruh rangkaian persiapan menuju penerimaan Komuni Pertama. Pada tahap awal para peserta harus mengikuti 16 kali pertemuan atau pelajaran. Dan pada tanggal 19 Mei 2019 para peserta dan orang tua mengikuti rekoleksi sehari di Sekolah Abdi Siswa.

car5-ok

Peserta gladi bersih berlatih menyimak dan menjawab teks liturgi.

Menurut Ibu Anna Juwaryani dari sekretariat Sie Katekese, tahap berikutnya adalah pengakuan dosa yang dibagi dalam 3 tempat. Untuk siswa Absis Rabu 15 Mei di sekolah Absis;  untuk siswa Sang Timur Sabtu 25 Mei di Sekolah Sang Timur, dan untuk yang belajar di Amore,  Angelina, serta Persink, pengakuan dosa dilakukan hari Kamis 30 Mei di Balai Metro seusai misa Hari Raya Kenaikan Tuhan.

“Nah hari ini gladi bersih yang merupakan persiapan akhir,” ungkap Bp Salisius Sutikno, salah satu guru pembimbing.

car6-ok

Peserta gladi bersih berkonsentrasi menyimak teks upacara komper.

“Gladi bersih meliputi sikap, tata gerak pendarasan doa, dan para petugas liturgi yang terlibat. Maka nanti diharapkan seluruh  rangkaian upara dapat berjalan baik kidmat dan lancar,” ungkap salah seorang guru pembimbing.

Pelaksanaan Komuni Pertama akan dilakukan hari Minggu 23 Juni 2019 Jam 08.30 di gereja Pinang yang menurut Pak Pramono kemungkinan besar misa dipimpin Pastor Paroki Romo Lammarudut Sihombing, CICM.

car8-ok

Peserta gladi bersih berlatih menerima Komuni.

Karena jumlah peserta cukup banyak, apalagi kalau ditambah dengan orang tua, maka umat yang tidak berkepentingan diimbau untuk mengikuti Misa pada jam lain,” demikian diumumkan lewat mimbar usai Misa Minggu 16 Juni 2019.

Imbauan tersebut disampaikan mengingat kapasitas daya tampung gereja. Misa lain di Pinang yang dapat diikuti umat adalah Sabtu sore jam 18.30, Minggu pagi jam 06.00, atau Minggu sore jam 16.30.

pangan-ok

Antre untuk menerima snack dari panitia usai gladi bersih.

Teks: Bambang Gunadi, Carolus WA/ Foto-foto: Carolus WA, ps.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna