12 Peserta Kursus JOD dari Bernadet Lulus. Beranilah Mewartakan Kebenaran Kristus!

10 Juni 2019
  • Bagikan ke:
12 Peserta Kursus JOD dari Bernadet Lulus. Beranilah Mewartakan Kebenaran Kristus!
Berfoto sesudah memeragakan Kisah Sengsara Tuhan.

Romo Dr Y Subagyo, Pr, berpesan kepada para peserta kursus Kitab Suci Joy of Discovery (JOD) angkatan 12 yang baru lulus agar mereka berani mewartakan kebenaran yang dibawa Kristus kepada banyak orang.

Peserta kursus JOD angkatan 12 tersebut sebanyak 12 orang yang berasal dari Gereja Santa Bernadet Paroki Ciledug. Mereka mengikuti kursus selama 5 bulan (15 Januari – 21 Mei 2019) dalam 18 kali pertemuan di Gereja Theresia Jakarta.

JOD6-ok

Romo Dr Y Subagyo, Pr.

“Tersenyumlah, ramah, dan terus berbuat baik kepada banyak orang . Jangan takut, Tuhan selalu ada dan menyertai senantiasa. Roh Kudus akan memberikan kekuatan,” pesan Romo Subagyo dalam  homili Misa Syukur dan Perutusan yang menandai penutupan kursus tersebut, Selasa (28/5), jam 19.00 di lingkungan Gereja Theresia Jakarta.

Di bagian lain homilinya, Romo Subagyo mengajak para lulusan baru itu untuk semakin berani mewartakan kebenaran yang telah ditemukan dalam proses belajar, dimana ada rasa bahagia, sukacita, kegembiraan yang tersingkap melalui Firman Tuhan yang tertulis dalam Kitab Suci.

JOD4-ok

Foto bersama pendamping.

"Jadilah Rasul-Rasul Kristus yang berani mewartakan kebenaran yang dibawa Kristus kepada banyak orang,” katanya.

Selesainya kursus JOD bagi para peserta dari Paroki Ciledug sangat melegakan mengingat bahwa tempat kursus di Paroki Theresia Menteng Jakarta itu bukanlah jarak dekat dari Ciledug. Mereka mesti mengikuti kursus tiap hari Selasa malam itu dengan menembus  kemacetan lalu-lintas Jakarta.

Bibliodrama

Kursus JOD menempuh metode-metode kreatif untuk mendalami Kitab Suci. Salah satu contohnya adalah bibliodrama, yaitu metode pendalaman Kitab Suci melalui peragaan drama. Metode ini merupakan cara untuk membuat Kitab Suci menjadi hidup bagi pembacanya.

JOD5-ok

Sudah mendapat sertifikat kelulusan.

Bibliodrama merupakan materi ujian yang jadi salah satu penentu kelulusan. Misalnya peserta dari Ciledug harus memeragakan Injil Mateus 13:19 setelah lewat pengundian.

Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. (Mat 13:19)

JOD2-ok_1

Peserta bibliodrama dari Injil Mateus 13:19.

Peserta dari Ciledug memeragakan ayat Injil Mateus tersebut dalam bentuk bibliodrama dengan persiapan seminggu. Mereka menggambarkan suasana Misa Kudus di gereja, dimana tidak semua umat mengerti Firman yang telah disampaikan, sehingga ada berbagai macam ulah yang terjadi. Ada yang ngobrol dengan pasangan, tidak tenang dan gelisah, sibuk terima telepon, mengantuk, dan pikiran tidak fokus.

Di samping itu juga ada ujian kelompok pada tahap terakhir.

jod8-ok

Bekerja sama mengerjakan soal ujian.

Apa yang akan dilakukan setelah lulus JOD? “Seluruh peserta harus menjadi trainer atau pendamping kelompok di Gereja Bernadet yang rencananya akan diadakan bulan Agustus-September mendatang,” kata bu Etty Iswanti, koordinator kelompok peserta dari Paroki Ciledug.

Terima kasih kepada pendamping dan seluruh pembina JOD.

JOD7-ok_1

Seluruh peserta, pembina, dan peserta kursus JOD.

Selamat kepada peserta JOD dari Paroki Ciledug, semoga berani mewartakan kebenaran yang dibawa Kristus.

Teks: Melati/ Foto: Lusi, Yoyok, Wati, Melati.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna