Silaturahmi Idul Fitri Umat Katolik Bernadet di Berbagai Rukun Tetangga

9 Juni 2019
  • Bagikan ke:
Silaturahmi Idul Fitri Umat Katolik Bernadet di Berbagai Rukun Tetangga
Pak Ing Kiat bersilaturahmi dengan warga Pd Maharta RT 01/RW 10.

Banyak warga Paroki Ciledug sudah biasa terlibat dalam silaturahmi rukun tetangga (RT) seusai sholat Idul Fitri. Tergantung kebiasaan RT masing-masing, ada yang berkeliling ke rumah-rumah tetangga Muslim, ada juga yang langsung ikut silaturahmi bersama.

Kristof-ok

Silaturahmi Idul Fitri di Pinang Griya Permai, tradisi sejak 1986.

Pak Ing Kiat menceritakan bahwa tradisi silaturahmi di depan rumah pak RT seusai sholat Ied diawali sambutan oleh pak RT, dilanjutkan dengan doa oleh sesepuh, ditutup dengan bermaaf-maafan, bengantian dari yang muda ke yang lebih senior.  Ini sudah dilakukan sejak tahun 90-an di RT 01/ RW 10 Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangsel.

totok3-ok

Pak RT di Graha Pondok Kacang (duduk) bersilaturahmi dengan warga.

Menurut Pak Ing Kiat, di situ biasanya ada silaturahmi dulu kira-kira Sabtu atau Minggu terakhir sebelum bulan Ramadhan. Ada tauziah dari pak ustadz, diawali sambutan pak RT, RW, wakil dari umat Nasrani, wakil dari umat Muslim, ditutup dengan doa, bermaaf-maafan dan ramah tamah.

totok1-ok

Anak-anak warga Graha Pondok Kacang.

Di RT 03/RW 06 Kelurahan Pinang, Kompleks Pinang Griya Permai Kota Tangerang, silaturahmi diadakan di salah satu pertigaan jalan kompleks. Sesudah sholat Ied di masjid, warga Muslim menuju lokasi, membentuk lingkaran besar sambil bermaaf-maafan. Lalu Ketua RT memberi sambutan, disusul doa oleh sesepuh. Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1986.

totok2-ok

Pak Totok dan warga Graha Pondok Kacang ber-Idul Fitri bersama.

“Dulu kita keliling dari rumah ke rumah. Tetapi karena makan waktu kemudian warga dikumpulkan di sini supaya tidak mengganggu orang yang punya acara lain,” kata salah satu sesepuh di RT tersebut. Di antara 40-an KK di RT itu terdapat 2 keluarga Katolik dan 3 keluarga Kristen dengan denominasi gereja berbeda.

sakura2-ok

Warga Gereja di antara saudara-saudara Muslim Taman Sakura.

Di Kompleks Graha Pondok Kacang, tiap selesai sholat Ied warga yang tidak pulang kampung selalu halal bihalal dari rumah ke rumah. “Tradisi ini sudah ada dari awal kompleks ini berdiri, 11 tahun lalu sampai sekarang,” kata Pak Hari Kristanto, umat Paroki Ciledug yang tinggal di situ.

bambang1-ok

Keluarga Pak Bambang Gunadi sudah biasa bersilaturahmi Idul Fitri.

Sementara itu Pak Bambang Gunadi dari Wilayah Sesilia juga mengatakan sudah biasa melakukan silaturahmi setelah sholat Idul Fitri di RT-nya. “Biasanya kita keliling ke rumah-rumah, nah di rumah Pak RT baru makan rame-rame. Tapi kemarin pada mudik, jadi sendirian,” katanya.

Pipit1-ok

Umat Katolik RW 013 Griya Pipit Bintaro Jaya memasang spanduk.

Taman Sakura, Pondok Kacang Barat punya kebiasaannya sendiri. Tiap lebaran diadakan hahal bihalal untuk semua warga perumahan pada malam hari agar warga banyak yang bisa hadir.

piit2-ok

Prodiakon Pak Agung Herjunanto bersama warga Muslim Griya Pipit.

“Kita saling bersalaman dan ada makan bersama agar sesama warga Taman Sakura merasakan kebersamaan tanpa memandang agama. Sebelum salam-salaman kita sama-sama mendengarkan kotbah dari seorang ustadz, dan bacaan Alquran. Ok banget,” cerita Pak Agus Priyono, umat Bernadet yang tinggal di perumahan itu.

boro1-ok

Silaturahmi Idul Fitri di kampung halaman Pak Ari Sugiya, Boro.

Bagaimana dengan umat yang mudik? Sama juga. Mereka mengikuti tradisi bersilaturahmi di kampung halaman atau desanya setelah sholat Ied. Itu yang dilakukan Pak Ari Sugiya di Boro Kulon Progo dan Bu Katharina Yuni di Panggang Gunung Kidul. 

boro3-ok

Sisi lain suasana silaturahmi warga Katolik saat Idul Fitri di Boro.

Memang tidak semua cerita menggembirakan. Seorang teman di Magelang mengirim kabar lewat aplikasi WhatsApp. “Di kompleksku tradisi salam-salaman hilang sudah 4 kali lebaran ini, gara-gara kami mendengar ada yang tidak suka disalami. Ucapan Selamat Natal juga sudah tidak kami terima,” katanya.

MariaTarki-ok

Umat Fabiola 1 Tarakanita mengunjungi warga Muslim di RT-nya.

Keuskupan Agung Jakarta jauh-jauh hari sudah dengan cermat membaca dinamika kehidupan bersama bangsa kita yang majemuk ini, yang belakangan memang agak terganggu kualitas kebersamaannya.

yuni1-ok

Keluarga Ibu Khatarina Yuni bersilaturahmi di kampung halaman.

Dalam konteks itulah kita menangkap makna kata-kata dalam “Doa Tahun Berhikmat KAJ 2019”:

Kami bersyukur atas rahmat keberagaman suku, agama, ras, budaya dan partai politik…

Semoga kami dapat menjalin persaudaraan sebagai sesama anak bangsa dan menjadi pembawa damai sejahtera untuk kehidupan bersama yang lebih baik.

Kontributor: Agus Priyono, Ing Kiat, Ari Sugiya, Paulus Sulasdi, Hari Kristanto, Bambang Gunadi, Khatarina Yuni, Maria MS.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna