Dalam rangka memperingati hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga dan menutup bulan Maria, pada hari Kamis, 30 Mei 2019, Lingkungan Fabiola 3 mengadakan ziarah ke Gua Maria Bukit Kanada, Rangkasbitung. Dengan peserta mencapai 34 orang, semua peserta berangkat dari Graha Raya menuju Stasiun Jurang Mangu di kawasan Bintaro, setelah itu menumpang Commuter Line menuju Rangkas Bitung tepat pada pukul 06.15 WIB.

Rombongan umat Lingkungan Fabiola 3 menunggu kedatangan kereta di Stasiun Sudimara.
.jpg?1559576279148)
Foto wajib di spot Taman Santo Pius.
Sampai di Gua Maria Bukit Kanada (GMBK), rombongan mengawali ziarah dengan mengadakan jalan salib. Lumayan juga sih ternyata jalurnya. Banyak tanjakan dan turunan, cukup menguras fisik beberapa peserta. Menurut Opa Andi, salah satu peserta ziarah berumur 75 tahun, senang rasanya ikut ziarah ini. Tetapi kalau untuk mengulangi, beliau hanya ingin ikut misa di gereja saja.
.jpg?1559576320683)
Opa Andi, usia 75 tahun bukan halangan untuk mengikuti ziarah ke GMBK.
.jpg?1559576372006)
Masa depan gereja ada di anak-anak ini.
Mengawali misa, ada perarakan patung Bunda Maria menuju altar. Dan yang menarik, ketika kotbah, Romo Paroki Rangkasbitung, RD. Andreas Bramantyo selalu menekankan kepada umat untuk selalu berdoa kepada Bunda Maria. Apa sebabnya? Karena Bunda Maria merupakan `orang dalam` di surga.
.jpg?1559576411425)
Jalan salib di Gua Maria Bukit Kanada, Rangkasbitung,
Romo mencontohkan, ketika perjamuan di Kana, Bunda Maria meminta Yesus untuk mengubah air menjadi anggur. Hal itupun dilakukan oleh Yesus dan terjadi dengan seketika. Menutup kotbahnya, romo mengajak seluruh umat untuk selalu berdoa kepada Bunda Maria dan menterjemahkannya dalam kehidupan nyata.
.jpg?1559576464188)
Foto bersama dengan Romo Paroki Rangkasbitung.
Teks : Komsos/BAW
Foto : Fabiola 3/Fabianus Erick Duddy