Bagaimana Upaya Nyata Membangun Dialog dengan Agama-agama Lain?

25 Mei 2019
  • Bagikan ke:
Bagaimana Upaya Nyata Membangun Dialog dengan Agama-agama Lain?
Peserta dan narasumber dialog intern foto bersama.

Pada hari Kamis (23/5) berlangsung kegiatan “Dialog Kerukunan Intern Dewan Pastoral Dekenat Timur” di Gereja St Helena Paroki Curug. Acara itu diselenggarakan oleh Bimas Katolik Kemenag Provinsi Banten TA 2019 dan dihadiri oleh Pembimas Katolik Osner Purba..

Peserta acara tersebut sekitar 50 orang, seperti katekis, pengajar Persink, pengajar BIA/BIR, penyuluh Agama Katolik, Sie HAAK, dan lain-lain. “Dekenat Timur” adalah istilah yang berlaku di Kementerian Agama yang di dalamnya termasuk Paroki Ciledug.

Maria3-ok-batok_1

Romo Cornelius Balok Priyanto, OSC.

Selain Osner Purba, narasumber lain dalam acara itu adalah Romo Cornelius Balok Priyanto Basuki, OSC. Ia menyajikan materi tentang upaya nyata membangun dialog dengan agama-agama lain lewat tiga tingkatan, yaitu dialog kehidupan, dialog karya, dan dialog iman.

Dialog kehidupan adalah bidang keseharian sesama manusia yang saling membangun hingga saling menolong. (Hidup bersama sebagai warga kampung, misalnya, Red.)

Antonia1-ok_1

Pembimas Katolik Osner Purba di hadapan peserta.

Sementara dialog karya adalah wujud kebersamaan dan kerjasama di bidang kemanusiaan. Menolong sesama tidak boleh dibatasi oleh adanya perbedaan atau kepelbagaian iman, suku, dan budaya.

“Siapapun yang membutuhkan pertolongan harus segera ditolong tanpa harus melihat suku, agama, ras atau golongannya,” jelas Romo Balok, salah satu pengisi “Oase Rohani Katolik” Hidup TV itu.

Bentuk konkret dialog karya di bidang kerjasama kemanusiaan misalnya bakti sosial seperti pelayanan kesehatan atau penanggulangan bencana alam bersama-sama, pertandingan persahabatan, dan lain-lain.

Maria2-ok

Pak Igun sharing pengalaman dialog kemanusiaan umat Bernadet.

Sedangkan dialog iman sebagai tingkatan tertinggi merupakan kesempatan mengenal dan menghormati kepelbagaian yang nyata di dalam kehidupan setiap orang beragama, yang dapat memperkaya iman, memotivasi untuk memahami iman orang lain, dan meneguhkan iman yang dihayati.

Pengalaman Ciledug

Salah satu peserta dari Paroki Ciledug Bp Indra Gunawan (Pak Igun) mendapat kesempatan untuk sharing pengalaman umat Santa Bernadet.

Pak Igun menyampaikan contoh dialog karya dalam bentuk kerjasama kemanusiaan yang sudah dilakukan umat Bernadet, seperti baksos pembagian sembako, pembagian kacamata gratis, pembagian takjil bulan Ramadhan, sinergi dengan Karang Taruna sekitar Gereja Bernadet melakukan Kirab 1000 bendera, dan peduli kasih ke korban bencana tsunami Banten.

Upaya konkret untuk terus membangun dialog dengan agama-agama lain merupakan salah satu pesan utama dari Sidang Tahunan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) tahun 2017.

KWI sangat menganjurkan untuk mengutamakan dilakukannya dialog kehidupan dan dialog karya.

imil0o

Pak Igun, Bu Titik, dan Bu Maria foto bareng Pak Osner Purba.

Teks: Maria Antonia, ps, kitakatolik.com/ Foto-foto: Sie HAAK

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna