Lingkungan Ignatius Loyola 1 atau Paloji (Paguyuban Loyola Siji) yang mencakup area Wisma Tajur, Kompleks Sekretariat Negara, Perumahan Sakura, dan Graha Pondok Kacang senantiasa melaksanakan doa Rosario Harian di bulan Mei dan Oktober.
Setiap hari? Ya setiap hari!
Kegiatan ini sudah menjadi tradisi bertahun-tahun, bahkan semenjak gereja masih berada di BSS Sang Timur. Artinya hampir 30 tahun. Kegiatan rutin harian ini dilaksanakan secara bergilir, dari rumah ke rumah.
Yang menjadi kekhasan dari kegiatan ini adalah bahwa tuan rumah wajib menjadi pemimpin dalam ibadat Rosario. Biasanya dengan formasi: suami menjadi pemimpin utama, istri untuk doa permohonan, dan anak-anak membacakan Bacaan Hari Ini serta Peristiwa-Peristiwa.

Tuan rumah tidak diperkenankan menyediakan konsumsi, karena begitu selesai ibadat Rosario peserta harus kembali pulang untuk kegiatan pribadi lainnya.
Dalam setiap ibadat Rosario ada kolekte dengan sebuah kotak kardus yang akan dibuka dalam pertemuan lingkungan di bulan berikutnya. Uang yang terkumpul dipergunakan untuk tambahan biaya ziarah dan kegiatan sosial lainnya.
Hanya 5 orang
Apa bisa datang semuanya?
Ada hal unik yang pernah terjadi. Dalam pertemuan hari pertama sampai kedua, yang berdoa hanya 5 orang saja, yaitu tuan rumah bersama istri dan anaknya, serta dua orang pengurus lingkungan.

Untuk saat ini, Minggu (19/5), atau hari ke-20 doa rosario, umat yang hadir sekitar 20-25 orang. Terkadang juga terjadi yang hadir hanya 10 orang jika hari kerja. Sudah menjadi kesepakatan pengurus, berapapun jumlahnya, Rosario tetap dijalankan setiap hari.
Apa saja yang didoakan?
Selain permohonan untuk izin pembangunan gereja Bernadet, doa untuk anak-anak BIA dan OMK wilayah Loyola, dan doa arwah serta warga yang sedang sakit di lingkungan Ignatius Loyola 1. Lalu doa syukur atas segala sesuatu.
Itulah rangkaian doa yang sering diungkapkan dalam ibadat doa Rosario. Biasanya rangkaian doa ini disertakan dalam Daftar Tempat Rosario dan dikirim ke WhatsApp Group PALOJI-Paguyuban Loyola Siji.

Terima kasih untuk Panitia Bulan Rosario yang sudah membagikan panduan Rosario. Itu memudahkan kami karena tinggal membacakan doa permohonannya.
Di komunitas ini, setiap selesai Doa Fatima (Ya Yesus yang baik… dst) ditutup dengan doa:
Datanglah Roh Kudus! Datanglah dengan kekuatan perantaraan Bunda Maria Yang Tak Bernoda, MempelaiMu yang terkasih. Bunda Maria aku mencintaimu, lindungilah kami, selamatkanlah kami, selamatkanlah dunia.

Dulu penutupan selalu diakhiri dengan makan malam bersama. Tapi semenjak di gereja Pinang ada misa pembukaan dan penutupan, acara ini ditiadakan karena penutupan dilakukan di gereja bersama umat lain separoki.
Pernah dilakukan penutupan dengan makan bersama di Taman Doa Pinang. Itu sebelum gereja mengadakan misa penutupan Bulan Maria tentunya...
Teks & Foto: Hari Kristanto