Malaikat Itu Bersembah Sujud di Hadapan Sakramen Mahakudus

19 Mei 2019
  • Bagikan ke:
Malaikat Itu Bersembah Sujud di Hadapan Sakramen Mahakudus
Tampilan Panti Imam Gereja Bernadet sekarang.

Apa yang berbeda dari Panti Imam di Gereja Bernadet sekarang?

“Jenis gambar yang baru lebih jelas baik siang maupun malam. Gambar yang lama malaikatnya berdiri tapi gambar yang baru malaikatnya berlutut. Jadi kedua malaikat bersembah sujud di hadapan Sakramen Mahakudus,” kata Romo Lamma, Jumat sore.

Altar_Pernikahan-ok

Gambar Malaikat lama hilang kena sinar. 

Romo Lamma mengatakan hal tersebut menjawab pertanyaan seputar perubahan tampilan Panti Imam yang selesai dikerjakan Kamis malam lalu oleh Pak Thomas Suraya dan rekannya. Romo Lamma tidak hanya menjelaskan bahwa gambar berubah tetapi juga makna rohani dari gambar malaikat yang baru.

tho6-ok

Dalam penyertaan Malaikat kita terus berdoa.

Pak Thomas mengakui bahwa dia mengerjakan penggantian gambar malaikat itu memang melalui diskusi lebih dulu dengan Romo Lamma. “Dibantu Mas Jo Daran, kami mencari visual malaikat yang sedang berdoa atau berlutut,” katanya.

Mas Jo Daran yang dia sebut itu tak lain adalah temannya sewilayah, sekarang Sekretaris Wilayah Ignatius Loyola. “Dia yang bantu saya edit gambar-gambar di semua jendela Pinang,” imbuhnya.

tho3-ok

Malaikat berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus.

Gagasan Pak Thomas adalah membuat desain visual yang menggambarkan suasana doa terus-menerus. “Dan dalam penyertaan para malaikat kita terus bersama berdoa untuk mewujudkan gereja sebagai kerinduan umat,” jelas arsitek yang sekarang memangku jabatan Ketua PDPKK Santa Bernadet itu.

Dalam pemikiran Pak Thomas selalu ada upaya untuk melibatkan umat. “Saya berharap suasana Altar ini dapat menghantar umat makin menghayati penyertaan Tuhan dalam Ekaristi, bahwa kita semua selalu dilindungi juga oleh para Malaikat Kudus,” katanya lagi.

Tho5-ok_1

Telaten melepas  gambar lama.

Seperti dikatakan Romo Lamma, untuk itu Pak Thomas juga sekaligus berusaha, jika terkena sinar proyektor gambar tetap terlihat, karena desain yang lama hilang ketika kena sinar proyektor.

Bukan hanya gambar malaikat yang berubah tetapi juga ada penggantian dinding Altar. Sekarang wood. “Dinding Altar diganti wood tujuannya supaya lebih warm,” imbuh Pak Thomas lagi.

Menyinggung soal pembiayaan, Pak Thomas mengatakan, ”Selalu ada umat yang mau berpartisipasi alias gratis.”

belalang-ok

Lisplank motif gigi belalang Betawi pada bagian atas panti imam.

tho2-ok_2

Thomas Suraya.

Jo Daran-ok_1

Jo Daran.

Gigi Belalang

Pak Thomas juga menyinggung konsep desain lisplank Altar. Katanya konsep lisplank adalah gigi belalang (Betawi). Pertanyaannya, kenapa?

Katanya, “Filosofinya gigi belalang itu ulet/telaten ketika menggigit sesuatu sampai akhirnya berhasil. Ini menggambarkan kesabaran dan keuletan serta ketelatenan umat St Bernadet dalam memperjuangkan rumah ibadah, dengan harapan pada waktu dan saatnya akan bisa terwujud juga.”

Selalu ada makna di belakang lambang…

Teks: ps/ Foto-foto: Thomas Suraya, Anto, Kevin, Jassen.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna