Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah Isidorus dan kelompok kategorial Simeon-Hanna memanfatkan “peluang bisnis” usai misa kedua hari Minggu (12/5) untuk mengisi pundi-pundi mereka karena tahu bahwa peserta misa kedua lebih banyak daripada misa pertama.
OMK Isidorus ngamen untuk mencari tambahan biaya retret yang akan dilaksanakan Juli mendatang, sementara Simeon-Hanna berjualan pakaian murah. Beruntung kedua komunitas itu karena kebetulan hari itu di Pinang ada beberapa acara di luar misa, seperti talkshow panggilan dan donor darah, sehingga jumlah umat yang datang cukup banyak.

Dengan menyanyikan beberapa lagu di pinggir jalan dekat area parkir yang dilalui banyak orang, OMK Isidorus bisa mengumpulkan uang Rp 356.000, sedangkan komunitas Simeon-Hanna memperoleh Rp 351.000.
OMK Isidorus menyanyikan beberapa lagu seperti lagu kristiani Hari Ini Kurasa Bahagia yang sudah sangat familiar sehingga membuat orang yang mendengar ikut bersenandung.

Silvy, salah satu bendahara OMK Isidorus yang ikut memotori ngamen tersebut, ketika ditanya mengatakan, “Tujuan retret ini sebenarnya untuk menghidupkan OMK kita lagi, sekaligus pemilihan pengurus baru yang akan dilantik saat retret nanti.” Sejauh ini, imbuhnya, penggalangan dana baru dengan ngamen, cara lain masih akan dibicarakan.
Menambah kas
Sementara itu komunitas kategorial Simeon-Hanna sudah merencanakan penjualan pakaian murah secara bergiliran. Di komunitas lansia ini terdapat 4 kelompok dan hari Minggu 12 Mei yang berjualan kelompok 1. Kelompok-kelompok lain akan berjualan untuk hari-hari Minggu berikutnya.

Pakaian yang mereka jual dibanderol mulai Rp 10.000 untuk 3 potong sampai yang Rp 5.000 per potongnya. Jualan pakaian mereka banyak peminatnya, terutama ibu-ibu. “Semua ini untuk menambah kas Simeon-Hanna,” kata Bu Slamet, salah satu pengurus.

Sebenarnya selama ini bagi komunitas Simeon-Hanna upaya untuk menghimpun dana sudah biasa dilakukan dengan cara yang sangat bervariasi, dari jualan tissue, potong rambut, jualan madu, pempek, gendar, sampai kue lebaran untuk anggota-anggotanya.

Bukan saja karena sebagai kelompok kategorial komunitas ini sadar betul harus lebih berswadana, tetapi di komunitas lansia ini memang ada orang-orang yang cukup berbakat untuk mengembangkan cara pencarian dana dengan keterampilan-keterampilan yang mereka miliki.

Teks: ps/ Foto-foto: YB Sumarlan, ps.