Seminar “Spiritualitas Maria, Menjadi Berhikmat dan Bermartabat Bersama Bunda Maria” telah diselenggarakan di Gereja Santa Bernadet Paroki Ciledug, Minggu (5/5). Ketua Panitia seminar ini adalah Ibu Maria Aling, dengan pengantar Pujian Ibu Lilis dan Pemandu/MC Ibu Raufi. Seminar yang dipersiapkan sebulan sebelumnya itu berlangsung pukul 10.30-15.00.

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Komunitas PDPKK Yoselina dan PDPKK Santa Bernadet dengan penanggung jawab Ibu Yuni dan Pak Hendra.

Romo Lammarudut Sihombing, CICM, memberi sambutan singkat. Lalu Pak Thomas Suraya juga memberikan sambutan. Menurut Pak Thomas Suraya, koordinator PDPKK, yang hadir sekitar 300 orang. Katanya, mereka mengikuti seminar setelah mendapat informasi dari lingkungan, wilayah maupun melalui kelompok kategorial seperti Emmaus Journey, Kerahiman Ilahi, PDPKK, KKS dan sebagainya.

“Semuanya membaur dan punya keinginan sama, yaitu mengerti dan meneladani spiritualitas Bunda Maria supaya iman kita semakin bertumbuh dan berkembang,” katanya.


Narasumber utama seminar adalah pasutri Stefanus Tay dan Inggrid Listiati Tay, dua sarjana Teknik Arsitektur lulusan Universitas Parahyangan Bandung yang beberapa tahun kemudian, setelah bekerja di dunia sekular, menempuh pendidikan S2 Teologi di Ave Maria University Amerika Serikat.

Stefanus Tay dan Inggrid Tay adalah pendiri, penanggung jawab, dan pengelola situs iman Katolik www.katolisitas.org.
Sosok yang dicintai
Koordinator PDPKK Yoselina Yudi Susanto saat diwawancarai mengatakan, seminar tersebut diadakan karena Bunda Maria merupakan sosok yang dicintai. “Itulah sebabnya perlulah kita sebagai umat beriman mengenal Bunda Maria lebih jauh lagi,” ujarnya.
Untuk mencapai itu, menurut Pak Yudi, “Prosesnya adalah belajar bersama-sama untuk mengerti siapa Bunda Maria.”

“Harapan diadakannya seminar ini kita bisa mengenal Bunda Maria jauh lebih dalam dan bisa lebih menghayati rosario Bunda Maria,” imbuh Pak Yudi.
Dalam buku karya Stefanus Tay dan Inggrid Listiati Tay, Maria, O Maria, Bunda Allah, Bundaku, Bundamu, tertulis Ad Jesum per Mariam. Kata-kata dalam bahasa Latin ini mengingatkan bahwa devosi yang benar dan sejati kepada Maria tidak berhenti kepada Maria sebagai pusat dan tujuan devosi dan doa kita, tetapi melalui Maria kita dihantar kepada Yesus.
Teks: Maria Melati KS, Kevin Meydio/ Foto-foto: Kevin, Jassen, Arya, Maria Melati KS