“Warnanya lembut, ya?” kata Romo Lamma mengomentari cat tembok toilet wanita yang baru selesai dibangun itu, seusai memimpin misa Minggu sore (5/5) di Pinang. Bangunan toilet baru itu terletak di sebelah kanan toilet wanita lama yang menempel di ruang PPRI.

Menurut Romo Lamma, toilet baru untuk wanita yang terdiri dari dua kamar kecil dengan 1 kloset duduk dan 1 kloset jongkok, lengkap dengan dua wastafel dan tempat cuci kaki itu, harus segera diberi tanda berupa tulisan “Toilet Wanita” supaya tidak digunakan oleh pria karena sudah ada toilet khusus pria di sebelahnya.
“Nantinya toilet wanita yang lama akan jadi bagian dari toilet pria. Ini khusus untuk wanita dan sebelah kiri khusus toilet pria,” kata Romo Lamma yang sore itu sengaja mampir untuk melihat-lihat bangunan toilet baru tersebut. Tak lama kemudian Pak Andi selaku penanggung jawab bangunan datang menemani.

Untuk pembuatan toilet wanita tersebut memang tidak mendatangkan tukang bangunan secara khusus tetapi memanfaatkan tukang yang sudah ada di proyek bangunan belakang gereja yang dikomandani Pak Andi.
Sebelum Romo Lamma datang ke tempat itu dua orang tukang asal Sumedang, Andre dan Arya, terlihat tengah membersihkan keramik di bagian luar toilet baru tersebut dengan kuas.

“Sudah bisa dipakai, silakan kalau mau ke dalam,” kata Arya sambil beranjak untuk membantu menghidupkan lampu di dalam.

Dengan terang lampu toilet itu kelihatan bersih meskipun masih bau bahan bangunan. Menurut Arya, pembuatan toilet baru itu selesai dalam waktu 2 minggu. “Romo hampir tiap hari ke sini mengontrol,” katanya.

Toilet baru tersebut sudah pasti akan membantu mengatasi kebutuhan toilet wanita yang kadang dikeluhkan khususnya oleh umat yang mengikuti misa atau acara-acara lain di gereja Pinang. Lebih dari itu, semoga siapa saja tetap ikut menjaga kebersihan fasilitas gereja tersebut.
Teks & Foto: ps