Ziarek Isidorus 5, Misa di Bogor Serasa di Vatikan...

5 Mei 2019
  • Bagikan ke:
Ziarek Isidorus 5, Misa di Bogor Serasa di Vatikan...
Foto bersama di depan patung Keluarga Kudus Cibinong.

"Kerinduan ingin berziarah bersama sudah dirasakan sejak tahun 2018 dan sempat merencanakan ingin pergi ke Romo Yohanes, Lembang. Tetapi karena terkendala dengan berbagai bencana alam seperti longsor maka diputuskan untuk tidak pergi ke sana," ujar Ibu Noffy,  Bendahara Isidorus 5.

di gua maria cibinong-ok

Foto di depan Gua Maria Cibinong.

Dan akhirnya diputuskan untuk pergi ke Gua Maria Cibinong tanpa terencana sebelumnya. Seminggu sebelum pergi baru diumumkan bahwa Sabtu, 4 Mei 2019, kami akan berziarah bersama. Ada 18 orang dewasa, 4 OMK,dan 4 BIA yang berpatisipasi dari Lingkungan Isidorus 5.

Berdoa di gua cibinon-ok

Berdoa di depan Gua Maria Cibinong.

Kami berangkat pukul 07.00 menuju destinasi pertama yaitu Gua Maria Cibinong di Gereja Katolik Paroki Keluarga Kudus Cibinong. Tiba di sana kami berdoa rosario sekaligus sebagai pembukaan untuk doa rosario di lingkungan kami.

Berdoa rosariao-ok

Berdoa Rosario di depan Gua Maria Cibinong mengawali Bulan Maria.

Berdoa kami bertemu dengan Bp Toni dari DPH Paroki Keluarga Kudus yang mengajak kami untuk melihat ruang Adorasi. Namun ruangan tersebut sedang digunakan untuk pemberkatan pernikahan karena di sana belum ada kapel dan Gerejanya terlalu luas sehingga memakai ruang Adorasi atas permintaan dari mempelai.

Gua Maria Cibinong-ok

Gua Maria Cibinong dari dekat.

Lalu kami juga diizinkan untuk berdoa di dalam gereja tersebut yang baru diresmikan oleh Uskup Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM pada tahun 2017. Menurut Pak Toni, luas gereja ini 1,5 hektar dengan jumlah umat 12.000 jiwa. Sebelum mendapatkan izin gereja ini juga sama seperti gereja kita Santa Bernadet Paroki Ciledug, yang menggunakan tenda untuk beribadah.

Gereja Katedral Santa Perawan Maria Bogor-ok

Foto bersama di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Bogor.

Setelah dari Cibinong kami melanjutkan perjalanan ke Jumbo tempat untuk membeli oleh-oleh khas Bogor sekaligus makan siang bersama di dalam bus. Pukul 12.00 kami melanjutkan perjalanan lagi ke Gereja Katedral Santa Perawan Maria, Bogor. Di sana kami berdoa koronka bersama di kapel yang ada di situ.

Kubah Gereja Asisi-ok

Tampak luar Gereja Santo Fransiskus Asisi Sukasari Bogor.

Dan destinasi terakhir kami adalah ke Gereja Santo Fransiskus Asisi, Sukasari, Bogor untuk misa di sana. Tiba pukul 15.00 kami pun memutuskan untuk berjalan kaki menuju ke Surya Kencana, tempat yang sangat terkenal kulinernya, untuk acara bebas sambil menunggu misa yang dimulai  pukul 17.00.

Berdoa di gereja f asisi

Berdoa di Gereja Santo Fransiskus Asisi Bogor.

Ada yang sedikit berbeda dari misa di sana, dari lektor, putra altar, dan juga nyanyian Ordinarium. Yang unik dari lektor adalah ketika penerimaan komuni, kedua lektor turut mendampingi di samping Romo dan Prodiakon yang membagikan hosti. Karena hanya ada 3 putra altar, maka mereka pun mendampingi para Prodiakon.

Gereja Fransiskus Asisi

Altar Gereja Santo Fransiskus Asisi Bogor.

Nyanyian Ordinarium juga dibawakan dalam bahasa Latin dengan versi yang kami belum pernah dengar. Lagu Kemuliaan dan Bapa Kami pun dinyanyikan dalam bahasa Latin dan umat turut bernyanyi. Menurut kami itu sesuatu yang unik dan belum pernah kami temui sebelumnya, rasanya seperti misa di Vatikan…

berhenti belii oleh-2 jumbo-ok

Dari Cibinong mampir Jumbo dulu sebelum ke Bogor.

Misa selesai pukul 18.00 dan kami bergegas untuk kembali pulang ke Ciledug dan tak lupa dengan berdoa agar selamat sampai tujuan.

siap bernagkt-ok

Keluarga Isidorus 5 waktu siap berangkat ziarek, Sabtu (4/5).

Teks & Foto: Margaretha Sylvia Calista

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna