Misa Syukur dan Sarasehan Hari Buruh Internasional

4 Mei 2019
  • Bagikan ke:
Misa Syukur dan Sarasehan Hari Buruh Internasional
Ketua panitia Lucia Susanti  dan pemberian kenang-kenangan..

"Manusia tidak perlu diajari untuk berkelahi, tetapi perlu belajar dan latihan untuk bekerjasama.” (Mgr Ignatius Suharyo)

Ratusan orang perwakilan dari 6 Paroki di Dekenat Tangerang 1 menghadiri Misa Syukur Hari Buruh Internasional  1 Mei 2019 di Paroki Citra Raya Gereja St Odilia, yang juga ditetapkan Gereja sebagai perayaan Pesta Santo Yosef Pekerja, pelindung pekerja di seluruh dunia, sekaligus Pembukaan Bulan Maria.

jassen2-ok

Misa Syukur konselebrasi Rabu (1/5) di Gereja St Odilia.

Misa dipersembahkan secara konselebrasi oleh Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo (selebrans utama), Pastor Deken Dekenat 1 Tangerang Romo Stefanus Suwarno OSC, Pastor Paroki Citra Raya Romo Felix Supranto SS.CC,  Pastor Moderator Buruh Dekenat 1 Tangerang Romo Rafael Adi Pramono OSC, Direktur Lembaga Daya Darma Romo Christoforus Kristiono Puspo, SJ, dan Ketua PSE KAJ Romo Justinus  Sigit Prasadja, SJ serta beberapa Pastor dan Diakon yang bertugas di Dekenat 1 Tangerang.

Jassen4-ok

Gereja Santa Odilia Paroki Citra Raya Cikupa.

Misa Syukur dengan tema “Membangun kerja sama yang terbuka antar pekerja agar lebih cerdas dan berhikmat untuk menuju kehidupan yang bermartabat” itu merupakan acara puncak dari serangkaian acara yang diselenggarakan oleh KERABAT (Kerasulan Buruh Dekenat Tangerang).

Rangkaian acara sudah digelar sejak Februari 2019 yang disebut Pra May Day, meliputi pelatihan membuat kerajinan dan makanan, seminar kesehatan reproduksi, bazar, dan pertandingan olahraga jenaka. “Nah hari ini merupakan puncaknya berupa Misa Syukur, sarasehan, pentas seni dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit,” ungkap Ibu Lucia Susanti, ketua panitia.

buruh3-ok

Mgr Suharyo: Manusia perlu belajar dan latihan bekerjasama.

Dalam homilinya Bapak Uskup mengungkapkan bahwa manusia itu untuk berkelahi tidak perlu diajari, tetapi untuk bekerjasama perlu belajar dan latihan. “Nah untuk memudahkan memaknai pesan ini ada sebuah dongeng lama, jadi kalau sudah pernah mendengar jangan bosan ya,” ujar Bapak Uskup.

Dikisahkan ada seorang muda yang bertamu ke sebuah keluarga. Setelah mengetuk pintu keluarlah si ibu pemilik rumah. Orang muda itu lalu mengatakan, “Ibu sudah tiga hari saya belum makan, apakah boleh saya minta makanan?” “Mohon maaf kami juga tidak punya makanan apapun untuk dimakan,”  jawab si ibu. “Ibu saya punya batu ajaib yang kalau dimasak dapat kita santap bersama-sama,” lanjut orang muda itu. “Baiklah kalau begitu silakan masuk.”

buruh2-ok

Tari persiapan persembahan.

Lalu bersama si ibu anak muda itu ke dapur. “Tetapi saya hanya mempunyai air saja,” kata si ibu. Anak muda itu lalu mengambil panci, mengisi air, dan memasukkan sebuah batu lalu memasaknya. Setelah bebera saat anak muda itu memberi tahu si ibu sebentar lagi masakan siap disantap, silakan undang tentangga sekitar untuk makan bersama.

Setelah semua berkumpul orang muda itu mencicipi masakannya dan mengatakan masakan ini sudah  enak tetapi akan lebih enak kalau ada sayurannya dan ditambah sedikit bumbu. “Mungkin ada yang punya?” tanya anak muda itu. Banyak di antara yang hadir langsung mengatakan punya dan segera mengambil ke rumah masih masing.

jasen-ok

Koor dengan iringan gending Jawa.

Ditambahkanlah sayuran dan aneka bumbu ke dalam masakan itu dan sesaat kemudian ia mencicipinya lagi. “Masakan ini sudah lezat dan akan lebih lezat kalau ada dagingnya,” katanya. Bak dikomando, semua yang merasa punya daging di rumah langsung bangkit untuk mengambil.

carolus9-ok_1

Mengiringi Koor Misa Syukur Hari Buruh Internasional.

Setelah ditambahkan daging dan mencicipinya lagi, anak muda itu mengatakan makanannya sungguh enak dan lezat. “Sekarang saatnya kita santap bersama. Akan tetapi karena tuan rumah tidak punya piring, silakan pulang ambil piring dan jangan bawa piring kosong, silakan diisi apa yang ada di rumahmu,” kata si pemuda. Semua bangkit pulang mengambil piring dan kembali membawanya lengkap dengan nasi dan lauknya.

carolus11-ok

Umat Santa Bernadet dalam Misa Syukur di Gereja Odilia.

Lalu mereka semua dalam suasana suka cita dan gembira makan bersama dengan masakan anak muda itu. Di tengah kegembiraan menikmati makan bersama seorang bapak bertanya, siapa yang mempunyai ide ini? Seumur-umur di kampung ini belum pernah ada acara yang menggembirakan seperti ini.

Lalu dicarilah anak muda yang tadi memasak namun sudah menghilang entah ke mana. “Baiklah kalau begitu kebersamaan seperti ini harus sering kita adakan karena sangat menyenangkan dan menggembirakan,” ajak seorang bapak.

Menurut Mgr Suharyo, tokoh pemuda itu adalah sosok seorang pekerja Katolik asal Tangerang yang bisa membuat makanan lezat dan enak, selanjutnya bisa dinikmti oleh orang banyak. "Inilah perbuatan baik yang dilakukan seorang pekerja Katolik," kata Bapak Uskup di hadapan sekitar 450 orang pekerja Katolik yang hadir.

Sarasehan dan Pentas Seni

Setelah Misa Syukur, diadakan sarasehan dan aneka pentas seni. Di antaranya grup teater buruh bernama Tabur yang menampilkan tokoh punokawan dalam pewayangan Jawa, Semar, Petruk, Gareng,  dan Bagong yang mengangkat cerita bagaimana sesama buruh pabrik harus bekerja sama saling mendukung dan membantu satu sama lain.

carolus7-ok

Punokawan Gareng, Semar, Bagong, dan Petruk.

Ada juga penampilan dari BIA St Odilia dan penampilan dari KKMK (Kelompok Karyawan Muda Katholik) dari Gereja St Agustinus Karawaci dan tuan rumah Paroki Citra Raya. Dalam kesempatan itu Bapak Uskup bersama Romo Suwarno dan Romo Felix berkenan bergabung di atas panggung bersama para pengisi acara.

carolus6-ok_1

Romo Warno, Romo Felix, dan Bapak Uskup bersama pengisi acara.

Dalam sambutannya Romo Felix mengatakan, Paroki Citra Raya itu sangat luas, terdiri dari 12 Kecamatan dan sebagian besar adalah Kawasan Industri. “Jadi hampir 80% umat Paroki Citra Raya itu ya para pekerja di kawasan Industri itu,” katanya.

carolus-ok

Pertunjukan Teater Buruh.

Sementara Romo Warno sebagai Romo Deken Dekenat 1 Tangerang berterimakasih karena tiap tahun acara seperti ini selalu terselenggara. “Semoga kegiatan Pra May day yang sudah lalu jangan berhenti tetapi terus berlanjut,” harapnya.

carolus4-ok

Pertunjukan Teater Buruh.

Romo Sigit yang merupakan Ketua PSE KAJ dalam sambutannya mengajak para pekerja untuk memaknai pekerjaan kita ini sebagai sarana untuk memuji Tuhan dan kemuliaan Allah. “Caranya bagaimana, mari kita melakukan sesederhana apapun pekerjaan kita kita lakukan dengan cara yang luar biasa,” ajaknya.

carolusi

Bernyanyi bersama Bapak Uskup Mgr Ignatius Suharyo.

Pada acara puncak tersebut umat Paroki Ciledug yang hadir 30-an orang, terdiri dari Sie HAAK 7 orang, Tim Tanggap Darurat 5 orang, Seksi Sosial Lingkungan 8 orang, Sie PSE 5 orang, dan Sie Komsos 4 orang. Keberangkatan rombongan ini dikoordinir oleh Ibu Cicilia Fatmawati, Ketua Sie PSE Paroki Ciledug, dari Gereja Pinang pukul 07.30.

buruh1-ok

Peserta Misa Syukur Hari Buruh dari Gereja St Bernadet.

Teks: Bambang Gunadi, penakatolik.com/ Foto-foto: Carolus WA, Jassen Novaris

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna