Misa kedua Minggu Paskah, 21 April 2019, di Gereja Pinang cukup dipadati umat, baik orang dewasa maupun anak-anak. Kira-kira pukul 10.00 lewat misa selesai dan dilanjutkan dengan perlombaan Paskah anak. Tema umum lomba adalah “Menjadi Murid Kristus yang Penuh Berkat”.
Lomba pertama yang mendapat antusiasme cukup banyak dari anak-anak, orang tua, dan penonton adalah lomba memindahkan telor. Bertempat di tenda bawah Gereja Pinang, lomba berlangsung dengan meriah, seru, tapi tertib. Tenda bawah disulap layaknya arena balapan oleh panitia, dengan 10 jalur dengan batas yang terbuat dari tali rafia.



Telor harus dibawa peserta dan tidak boleh jatuh sampai tujuan. Karena itu perlu kehati-hatian. Sering penonton terlihat ikut waswas menyaksikan anak-anak memindahkan telor-telor itu.

Perlombaan memindahkan telor ini dibagi menjadi dua kategori, TK A, TK B, dan Kelas 1, 2 SD dengan durasi waktu 2 menit di setiap kategorinya. Para peserta cukup antusias, jika dilihat jumlah pendaftarnya yang mencapai hingga 50 lebih peserta.
Udara panas di tenda bawah tidak mengurangi keceriaan dan semaraknya lomba ini baik untuk peserta maupun para orang tua dan pendamping.

Menghias telor Paskah
Sementara itu, pada waktu bersamaan lomba menghias telur Paskah tengah berlangsung di aula atas. Lomba berdurasi satu jam ini menggandeng Suster Adrina PIJ, Pak Paryo, dan Ibu Hesti yang tak lain adalah guru seni di salah satu sekolah katolik sebagai dewan juri.
Mengusung tema Paskah, lomba ini dibagi menjadi dua kategori, yakni kelas 3 dan 4 SD serta kelas 5 dan 6 SD. Valentina Sumiyarni (Wilayah Yohanes) selaku penanggung jawab lomba ini mengaku terkesan dengan antusiasme dari para peserta yang mendaftar.
Lomba ini menguji kreativitas anak yang memerlukan ketekunan dan kehati-hatian.


“Total ada 84 peserta yang mendaftar untuk lomba ini. Sebelumnya kami kira akan sedikit peminatnya, tapi setelah kami perpanjang waktu pendaftarannya, banyak yang mendaftar,” ujar Valentina di tengah-tengah kesibukannya mengawasi peserta yang sedang tekun menghias telur.

Bahan untuk menghias telur dibawa sendiri oleh peserta sementara panitia menyediakan telur plastik sebagai bahan dasarnya.

Di sela-sela waktu break makan siang pukul 12.00 hingga pukul 13.00 para peserta lomba dan orang tua yang hadir disuguhi pertunjukan yang dibawakan oleh anak-anak BIA Paroki St Bernadet. Mulai dari baca pusi, pantun dengan bahasa Jawa, tari Rejang Sari dari Bali hingga penampilan tarian daerah dari Sanggar Tari Dewata.
Para juara
Tibalah puncak acara, yakni pembagian hadiah pemenang. Anak-anak begitu bersemangat menantikan pengumuman. Untuk pemenang semua lomba terdiri atas juara 1, 2 dan 3 serta Juara Harapan 1, Harapan 2, dan Harapan 3. Terlihat wajah-wajah bahagia dari para pemenang yang berhasil membawa pulang piala beserta goody bag. Rangkaian acara lomba selesai pukul 14.00.



Tetap semangat untuk adik-adik yang belum menang, sampai bertemu di pesta Paskah tahun depan.
Teks: Yollanda
Foto-foto: Jassen Novaris, Kevin Meydio, Arum P, Walter Arya, MS Calista