Lomba Paskah Anak-anak Santa Bernadet. Seru!

24 April 2019
  • Bagikan ke:
Lomba Paskah Anak-anak Santa Bernadet. Seru!
Lomba memindahkan telor di tenda bawah. 

Misa kedua Minggu Paskah, 21 April 2019, di Gereja Pinang cukup dipadati umat, baik orang dewasa maupun anak-anak. Kira-kira pukul 10.00 lewat misa selesai dan dilanjutkan dengan perlombaan Paskah anak. Tema umum lomba adalah “Menjadi Murid Kristus yang Penuh Berkat”.

Lomba pertama yang mendapat antusiasme cukup banyak dari anak-anak, orang tua, dan penonton adalah lomba memindahkan telor. Bertempat di tenda bawah Gereja Pinang, lomba berlangsung dengan meriah, seru, tapi tertib. Tenda bawah disulap layaknya arena balapan oleh panitia, dengan 10 jalur dengan batas yang terbuat dari tali rafia.

Lomba Arya1-ok_3

Penonton ikut wawas menyaksikan anak-anak memindahkan telor.

Lomba Arya5-ok_2

Telor tidak boleh jatuh.

KEVIN1-ok_3

Harus hati-hati dan penuh konsentrasi.

Telor harus dibawa peserta dan tidak boleh jatuh sampai tujuan. Karena itu perlu kehati-hatian. Sering penonton terlihat ikut waswas menyaksikan anak-anak  memindahkan telor-telor itu.

Kevin2-ok_5

Adu cepat siapa yang lebih dulu kembali ke tempat semula.

Perlombaan memindahkan telor ini dibagi menjadi dua kategori, TK A, TK B, dan Kelas 1, 2 SD dengan durasi waktu 2 menit di setiap kategorinya. Para peserta cukup antusias, jika dilihat jumlah pendaftarnya yang mencapai hingga 50 lebih peserta.

Udara panas di tenda bawah tidak mengurangi keceriaan dan semaraknya lomba ini baik untuk peserta maupun para orang tua dan pendamping.

calista2-ok_2

Peserta menghias telor Paskah cukup banyak, 84 pendaftar.

Menghias telor Paskah

Sementara itu, pada waktu bersamaan lomba menghias telur Paskah tengah berlangsung di aula atas. Lomba berdurasi satu jam ini menggandeng Suster Adrina PIJ, Pak Paryo, dan Ibu Hesti yang tak lain adalah guru seni di salah satu sekolah katolik sebagai dewan juri.

Mengusung tema Paskah, lomba ini dibagi menjadi dua kategori, yakni kelas 3 dan 4 SD serta kelas 5 dan 6 SD. Valentina Sumiyarni (Wilayah Yohanes) selaku penanggung jawab lomba ini mengaku terkesan dengan antusiasme dari para peserta yang mendaftar.

Lomba ini menguji kreativitas anak yang memerlukan ketekunan dan kehati-hatian.

 calista3-ok_2

Menghias telor Paskah menguji  kreativitas.

calista5-ok_3

Menghias telor paskah memerlukan ketekunan.

“Total ada 84 peserta yang mendaftar untuk lomba ini. Sebelumnya kami kira akan sedikit peminatnya, tapi setelah kami perpanjang waktu pendaftarannya, banyak yang mendaftar,” ujar Valentina di tengah-tengah kesibukannya mengawasi peserta yang sedang tekun menghias telur.

calista4-ok_3

Mengamati hasil karya sendiri.

Bahan untuk menghias telur dibawa sendiri oleh peserta sementara panitia menyediakan telur plastik sebagai bahan dasarnya.

Arya9-ok_2

Suguhan tari Rejang Sari oleh anak-anak BIA Santa Bernadet.

Di sela-sela waktu break makan siang pukul 12.00 hingga pukul 13.00 para peserta lomba dan orang tua yang hadir disuguhi pertunjukan yang dibawakan oleh anak-anak BIA Paroki St Bernadet. Mulai dari baca pusi, pantun dengan bahasa Jawa, tari Rejang Sari dari Bali hingga penampilan tarian daerah dari Sanggar Tari Dewata.

Para juara

Tibalah puncak acara, yakni pembagian hadiah pemenang. Anak-anak begitu bersemangat menantikan pengumuman. Untuk pemenang semua lomba terdiri atas juara 1, 2 dan 3 serta Juara Harapan 1, Harapan 2, dan Harapan 3. Terlihat wajah-wajah bahagia dari para pemenang yang berhasil membawa pulang piala beserta goody bag. Rangkaian acara lomba selesai pukul 14.00.

Arum-ok_3

Para pemenang berhak menerima piala dan bingkisan panitia.

Arya10-ok_1

Pemenang foto bersama Panitia Paskah AYO.

Arya8-ok_3

Sr Adrina, PIJ, dan Ketua AYO Indro Asmoro foto bersama pemenang.

Tetap semangat untuk adik-adik yang belum menang, sampai bertemu di pesta Paskah tahun depan.

Teks: Yollanda

Foto-foto: Jassen Novaris, Kevin Meydio, Arum P, Walter Arya, MS Calista

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna