Paskah: Jangan Robek Tiket Surga Kita!

21 April 2019
  • Bagikan ke:
Paskah: Jangan Robek Tiket Surga Kita!
Romo Ritan dan Romo Lamma di awal  Malam Paskah 1 di Pinang.

Misa pertama biasanya selalu menjadi pilihan umat beserta keluarga untuk mengikuti misa. Dari sisi waktu masih sore sehingga pulang tidak larut malam. Hal itu juga yang terjadi pada misa Malam Paskah pukul 16.30 di Pinang.

Para prodiakon siap melaksanakan tugas Malam Paskah.

Petugas tata laksana harus menata kursi-kursi tambahan karena kursi yang sudah disediakan telah terisi penuh. Hanya saja cuaca yang cerah membuat udara cukup panas di dalam tenda.

Koor Wilayah Loyola bertugas  di misa Malam Paskah pertama Pinang.

Romo Lammarudut Sihombing, CICM, dan Romo Yoakim Ritan, CICM, memimpin misa Malam Paskah pertama diiringi koor dari Wilayah Ign Loyola. Romo Ritan membawakan homili pada misa ini. Ia mengatakan bahwa setiap tahun kita merayakan paskah, merayakan kisah sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan. Kita telah ditebus dosanya. Tapi mengapa kita terus berbuat dosa bahkan dosa yang sama?

Umat pada misa pertama Malam Paskah di Pinang.

"Kenapa masih berdosa? Karena Allah tidak memaksa ciptaanNya untuk mencintai Dia. Allah memberi kebebasan dan kebebasan itu mahal harganya," kata Romo Ritan bersemangat.

Ia melanjutkan lagi, "Karena Yesus, kita yang debu itu layak masuk ke rumah Tuhan. Karena Yesus menebus kita maka kita layak dan pantas masuk ke dalam kerajaan surga. Kita yang hina diangkat mulia bukan karena jasa kita tapi karena kurban Kristus di salib."

Dengan aplikasi Skype umat bisa melihat lokasi lain lewat layar.

Romo Ritan menggambarkan sakramen pembaptisan sebagai sebuah tiket. Tiket dari Tuhan sudah kita miliki dan harus dipegang dengan baik. Namun kita juga memiliki pilihan untuk merusak tiket itu, merobeknya, atau bahkan membuangnya. Akibat dari itu pula nama kita yang sudah tercatat di surga bisa hilang karena kita ingin memiliki semuanya bukan apa yang kita butuhkan.

totok-ok

Umat di lantai bawah diambil dengan foto berefek.

"Berbuat baik bukan karena ingin masuk surga tetapi karena nama kita sudah tercatat di surga. Kita jadi yakin Allah lebih mencintai manusia karena Ia rela mengurbankan anakNya. Jangan buang tiket yang telah kita pegang sampai akhir hayat. Tiket itulah janji baptis kita."

umat di dalm-arya

Umat di Gereja Bernadet lanti atas.

Dalam homili misa kedua Malam Paskah di Pinang, Romo Lamma mengatakan bahwa karena Allah mencintai kita, hendaklah kita saling mencintai satu sama lain. Sedikit menyinggung kondisi masyarakat kita pasca Pemilu ini, Romo Lamma mengatakan agar membuang kebencian dan kebohongan karena itu bukan cerminan mencintai satu sama lain.

arya-ok

Menunggu persembahan umat.

Kebangkitan adalah kunci iman kita, kata Romo Lamma. Artinya karena Allah mencintai manusia, Dia membangkitkan Yesus dari kematian untuk menyelamatkan manusia. “Percaya kepada kebangkitan adalah pergumulan iman yang tidak mudah, lebih mudah memahami kematian,” katanya.

Rm Lamma2-car-ok

Romo Lamma dalam misa Malam Paskah kedua.

Romo Lamma mengilustrasikan penyelamatan Allah atas manusia berdosa itu dengan cerita anak bandel yang tidak mengindahkan peringatan ayahnya agar tidak mandi di sungai yang ada buayanya. Ketika anaknya itu diserang buaya sang ayah menyelamatkannya walaupun harus kehilangan salah satu kaki.  Sang ayah tetap memaafkan anaknya yang diselamatkan itu karena ia mencintainya.

prodiakon-ok

Prodiakon menerimakan hosti suci.

Akan tetapi percaya kepada kebangkitan yang menyelamatkan itulah warta penting yang dibawa oleh para wanita yang pagi-pagi menengok makam Yesus kepada ke-11 murid lainnya.

Karin-ok

Umat antre untuk menerima komuni.

Secara khusus Romo Lamma mengingatkan betapa besar peran wanita dalam sejarah keselamatan Allah, seperti peran Maria yang melahirkan Yesus Sang Penyelamat, serta Maria dari Magdala, Yohana, dan Maria ibu Yakobus yang dibacakan dalam Injil Lukas malam itu.

Ketua panitia-ok

Sambutan pihak Panitia Paskah AYO.

DP-ok

Perwakilan Dewan Paroki menyampaikan sambutan sebelum berkat.

koor-ok

Koor Wilayah Isidorus tampak di monitor tv pada misa kedua.

Tugas kita mewartakan

Sementara itu misa Malam Paskah Sabtu kemarin juga diadakan di Balai Pertemuan Metro Permata. Di dalam aula tampak hiasan daun dan telur paskah ditempel melingkari tiang-tiang dalam aula.

Una dan Rosa-ok

Pemazmur Una dan Rosa bertugas di Malam Paskah Metro.

Pemazmur Bernadet yang tampil di Metro adalah Rosa dan Una, sedang koor dari Wilayah Maria Goretti yang tampak rapi berseragam warna merah. Ibu-ibu menggunakan seragam bergambar bunga dan bapak-bapak mengenakan kemeja warna merah polos. Misa sore itu dimulai pukul lima sore, namun sejak pukul setengah empat sore umat telah memasuki Balai Pertemuan.

MGok

Koor  Wilayah  Maria Goreti bertugas Malam Paskah 1 di Metro.

ROSY3-ok_1

Perwakilan Dewan Paroki menyampaikan sambutan di Balai Metro.

Memimpin misa bersama Romo Manuel V Valencia, CICM, Romo Paulus Dalu Lubur, CICM, dalam khotbahnya menyampaikan bahwa tugas untuk mewartakan karya keselamatan sebagaimana dibawa oleh para wanita dalam Iniji itu ada pada diri kita masing-masing, karena Yesus telah mati untuk kita.

rosy5-ok

Perwakilan Panitia Paskah AYO memberi sambutan di Balai Metro.

Romo Paulus juga berpesan agar kita berusaha untuk mengangkat harkat dan martabat setiap manusia yang kita jumpai dan yang kita layani, seperti Yesus sendiri yang telah menebus dan mengangkat kita manusia yang lemah ini, atau dalam bahasa Romo Ritan, “Karena Yesus, kita yang debu itu layak masuk ke rumah Tuhan”.

ROSY4-ok_2

Hiasan telor paskah dan daun di tiang Balai Metro. 

Baik di Gereja Pinang maupun di Metro, sebelum berkat penutup, perwakilan dari panitia Paskah dan Dewan Paroki diberi kesempatan untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh panitia dan petugas yang terlibat, dan juga kepada seluruh umat Paroki yang telah ikut menyukseskan program Geser (Gerakan Seribu Rupiah).

ROSY1-ok_1

Umat Bernadet yang misa di Balai Metro usai misa Malam Paskah 1.

Selamat Hari Raya Paskah bagi kita semua! Tuhan memberkati.

Teks: Margaretha Elsa, Alexandra Rosy, ps

Foto-foto: Alexandra Rosy, Hari Kristanto, Carolus W, Walter Arya, ps, Bambang G, Pasdior.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna