Retret Penyembuhan di Lembah Karmel

12 April 2019
  • Bagikan ke:
Retret Penyembuhan di Lembah Karmel
Sekitar 300 orang mengikuti Retret Penyembuhan di Lembah Karmel.

“Katakanlah saja sepatah kata, maka hambamu ini akan sembuh.” (Matius 8:8).

Pada hari Jumat-Minggu, 5-7 April 2019, Sekolah Evangelisasi Pribadi (SEP) Shekinah menyelenggarakan Retret Penyembuhan di Lembah Karmel Cikanere, Cianjur, Jawa Barat, yang juga dikenal sebagai Rumah Retret Romo Yohanes.

Narasumber yang mengisi retret tersebut adalah Romo YLK Wisnu Agung, MSC, Romo Lukas Bagus T Dwiko Nanda P, SJ, dan Romo Hary.  Hadir pula Romo Chris Purba, SJ, Moderator Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik Keuskupan Agung Jakarta (BPK PKK KAJ).

Sementara itu para pembimbing retret adalah Bp Yopy Taroreh, Ibu Maria Grace Jozephine, dan Ibu Martha Maria Sri Wahyuni. Hadir juga kepala sekolah SEP Sekhinah Stanley Ch Budihardja.

Bu Anton

Bu Anton dan Bu Tini, dua peserta dari Paroki Ciledug.

Retret ini diikuti oleh sekitar 300 orang dari berbagai komunitas dan pribadi, tidak terbatas pada anggota komunitas PDPKK, dari beberapa provinsi, bahkan 17 orang di antaranya datang dari Timor Leste. Dari Paroki Ciledug Gereja St Bernadet berangkat 3 orang. Banyak juga peserta dari paroki-paroki lain di Jabodetabek.

SEP Shekinah mengadakan Retret Penyembuhan setiap tahun dan selalu menarik banyak peminat.

Dalam retret ini peserta diharapkan dapat memperoleh penyembuhan terutama secara rohani melalui pengalaman-pengalaman imannya selama ada di sana, misalnya mengalami pertobatan dan sembuh dari luka batin. Seorang ibu, peserta yang tahun lalu juga mengikuti retret serupa di tempat yang sama,  mengungkapkan pengalamannya.

“Hidup saya merasa diperbaruhi oleh Roh Kudus dan saya mendapat kelegaan, lebih arif dalam bertutur kata, bisa mengolah emosi. Yang terpenting relasi saya dengan Tuhan semakin intim. Banyak karunia yang saya dapat. Saya dipulihkan dari cara hidup saya yang lama menjadi hidup baru dalam hal rohani. Saya percaya itu semua adalah karya Tuhan yang luar biasa terhadap diri saya. Tuhan mencintai dan mengasihi saya dengan sepenuh hati,” katanya.

Teks: Margaretha SK/ Foto: Panitia

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna