Kepala Paroki Ciledug Romo Lammarudut Sihombing, CICM, mengukuhkan pengurus 24 Ranting Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang St Bernadet dalam misa pertama Minggu (7/4) di gereja Pinang dengan iringan koor ibu-ibu anggota WKRI paroki.
Selama 3-4 Maret 2019, Ketua dan 2 Wakil Ketua WKRI Cabang St Bernadet secara serentak melantik pengurus 23 Ranting pada setiap hari Sabtu dan Minggu. Ranting ke-24 lahir di Lingkungan Antonius 1 dan dilantik pada hari Rabu, 3 April 2019.
Ketua WKRI Cabang St Bernadet periode 2018-2021 Stephanie Natalia Sutedjo dalam wawancara tertulis sehari setelah pengukuhan tersebut menjelaskan bahwa basis Ranting itu bisa Wilayah atau Lingkungan dengan jumlah anggota bervariasi, minimal 15 orang dan maksimal 40 orang.
Rotasi kepengurusan setiap tingkat sama, yaitu 3 tahun. “Hanya boleh 2 kali menduduki posisi ketua maupun wakil sebagai bentuk kaderisasi,” jelasnya.
Dengan lahirnya Ranting ke-24 Antonius 1 tersebut jumlah seluruh anggota WKRI Cabang St Bernadet menjadi 622 orang atau naik 22 orang sejak pelantikan Pengurus WKRI Cabang St Bernadet pada 28 Juli 2018 lalu.

Ibu Stephanie menjelaskan, program kerja WKRI berjenjang dari tingkat Dewan Pimpinan Pusat/DPP (nasional) turun kepada Dewan Pengurus Daerah/DPD (provinsi/keuskupan) turun lagi kepada Dewan Pengurus Cabang (paroki) dan kepada Dewan Pengurus Ranting/DPR (tingkat Wilayah atau Lingkungan).
Walaupun demikian, tidak tertutup kemungkinan Cabang atau Ranting boleh membuat program sendiri yang disesuaikan dengan arahan dari tingkat di atasnya. “Selain itu kami juga mengkombinasikan kegiatan-kegiatan kami dengan tema Arah Dasar (ArDas) KAJ,” kata Ibu Stephanie lagi.
Salah satu contohnya adalah ketika ada Program Kerja Nasional (Prognas) WKRI Pusat untuk menangkal radikalisme dan terorisme, WKRI Cabang St Bernadet melaksanakannya dalam bentuk program yang melibatkan masyarakat sekitar, baik itu melanjutkan program yang sudah dilaksanakan pada periode sebelumnya maupun implementasi program baru.
“Misalnya membantu kegiatan perbaikan gizi balita lewat posyandu atau program sejuta kacamata. Maksudnya kita memperkenalkan jati diri kita kepada mereka bahwa kita tidak seperti yang (mungkin) mereka pikirkan,” imbuhnya.
Kecuali itu, WKRI Cabang St Bernadet juga selalu berusaha menjalin kerja sama dengan masyarakat sekitar khususnya dalam setiap program yang diimplementasikan bagi warga non-Nasrani. (ps)
Foto-foto: WKRI Cabang St Bernadet