Di tengah berbagai kesibukan kerja maupun sekolah, malam Paskah yang masih tiga minggu lagi bisa dibilang tak lama lagi. Karena itu Kamis (28/3) para pemazmur Santa Bernadet mengadakan latihan awal untuk misa Malam Paskah di gereja Pinang.

Beberapa pemazmur secara khusus mengadakan latihan awal malam Paskah seperti pasio, Exultet, dan pendarasan mazmur. Tetapi karena mereka juga harus melakukan tugas reguler mingguan, pemazmur-pemazmur lain berlatih untuk misa Sabtu dan Minggu.
Gereja Santa Bernadet mengadakan empat kali Misa Malam Paskah di Gereja Pinang dan di Balai Metro. Di Pinang jam 16.30 dan 20.30, sedang di Metro jam 17.00 dan 20.00. Keempat misa itu masing-masing memerlukan 3 pemazmur, jadi 12 orang, termasuk untuk Exultet dan Litani yang dibawakan pemazmur pria, sementara dua wanita berlatih mendaraskan mazmur.

Untuk kali ini jumlah pemazmur pria termasuk minim sehingga harus rangkap tugas. Namun Pak Eddy Sarwono selaku koordinator pemazmur selalu rajin dan setia mendampingi latihan mereka.

Dengan iringan organ Pak Heryadi dari wilayah Loyola, yang juga seorang pemazmur, Kamis malam kemarin, satu per satu para pemazmur antre untuk menjajal suara mereka.

Pemazmur kecil
Meski banyak pemazmur berusia belia, namun ada pemandangan istimewa Kamis malam itu, yaitu seorang anak kecil yang sedang dilatih mbak Ruli. Namanya Mandriva. Belum Komuni Pertama tapi dia sudah menjadi pemazmur. Malam itu dia berlatih untuk tugas awal Mei. Sejak dua minggu sebelumnya sudah ikut berlatih mazmur.

Mandriva semangatnya luar biasa. Dia mengorbit pada lomba pemazmur paroki beberapa watu lalu mewakili Fabiola untuk kategori BIA. Karena semangat belajarnya tinggi, Mandriva mendaftarkan diri sebagai pemazmur Santa Bernadet dan kini tercatat sebagai pemazmur termuda. Di acara temu pemazmur Ciputat belum lama ini Mandriva sudah ikut serta.

Teks: Maria MS