Sebanyak 12 orang dari Gereja St Bernadet Paroki Ciledug mengikuti kursus Kitab Suci Joy of Discovery (JoD) dengan bimbingan Romo Sugiri SJ dan Tim, setiap Selasa malam, sejak Januari lalu di Aula Gereja Theresia Jakarta. Kursus akan berlangsung 5 bulan. Selasa besok (26/3) adalah pertemuan ke-9.

Ke-12 orang tersebut adalah Adrianus Dermawan, Maria Dyah Retno S Widuri, Lusia Sri Ati W, Tulus Widodo, Donald Richard, K Yoyok Suryantoro, Veronica Etty Iswanti, Lily Angelina, Yenny Sutjipto, Maria Melati, Anastasia Setyawati, dan Budi Mandiro.
Keikutsertaan mereka di JoD adalah pelaksanaan program Seksi KKS Paroki Ciledug yang sekarang diketuai Ibu Veronica Etty Iswanti atas restu Dewan Paroki. Seusai kursus kelak mereka akan kembali ke paroki untuk melayani umat dalam berbagai ragam kerasulan Kitab Suci.

Para peserta dari St Bernadet itu bukan orang asing dalam kerasulan Kitab Suci, karena sebagian besar di antara mereka adalah alumni Kursus Pendalaman Kitab Suci (KPKS). Kalau demikian, mengapa masih mengikuti JoD?
Alkitab yang ditulis ribuan tahun lalu dengan para penulis yang berbeda-beda latar belakangnya memerlukan "jembatan" untuk dapat memahami pesan di dalamnya. Kursus KS JoD memenuhi keperluan itu dengan apa yang disebut metode sistematis 6 langkah: 1. Meneliti, 2. Menafsirkan, 3. Menyimpulkan, 4. Menilai, 5 Menerapkan, dan 6. Mewujudkan.

Untuk kursus periode ini, peserta dari Paroki Ciledug adalah kelompok D. Sebelum memasuki kelas di Aula Gereja Theresia mereka mendapat pengajaran secara privat oleh Ibu Ottylia Mulijaty P yang sekaligus menjadi pendamping kelompok ini.
"Saya bersyukur bisa mengikuti kursus ini walaupun ada kekawatiran tidak bisa selesai sampai tuntas. Tapi dengan melihat semangat belajar dan kekompakan kelompok D saya jadi termotivasi," kata Bu Yenny.
Pak A Dermawan, walaupun pernah mengikuti kursus Kitab Suci sebelumnya, mengaku di JoD bisa belajar memahami secara detail rangkaian kata, ayat, dan perikop. “Karena didukung oleh banyak buku referensi seperti Kamus Alkitab, Ensiklopedia Perjanjian Baru, dan Kamus Besar Bahasa Indonesia,” jelasnya.
Keakraban peserta dari Gereja St Bernadet Paroki Ciledug.Selaku komandan kelompok D, Bu Etty menjelaskan tujuan akhir ikut JoD adalah menjadi trainer dan pendamping kelompok yang sama di Paroki Ciledug, yang direncanakan pelaksanaannya Oktober mendatang sambil terus menjaring calon peminat untuk bidang pelayanan ini.
Jumlah 12 dari Bernadet itu membuat salah seorang di antaranya mengatakan, “Merasa seperti Rasul Yesus yang mewakili Paroki Ciledug…” Kita doakan semoga demikian.
Teks dan Foto: Maria Melati/ editor: ps