Anggota Yayasan Melihat Terang Sabtu kemarin mengenakan kaos bertuliskan We Walk by Faith, not by Sight. Ini kutipan dari 2 Kor 5:7: “Sebab kami hidup karena percaya, bukan karena melihat.”

Menurut sejumlah ahli Kitab Suci, dengan ayat itu Santo Paulus mengajarkan bahwa di dalam penderitaan masih ada pengharapan.

Pengharapan itulah yang dibawa oleh Yayasan Melihat Terang dengan membantu WKRI Cabang Bernadet, Sie PSE, SieKep, Sie HAAK, dan Sie Kesehatan untuk mengadakan bakti sosial pembagian kacamata gratis kepada warga masyarakat prasejahtera di area Gereja Pinang.

Masyarakat prasejahtera adalah lapis ekonomi lemah, kurang mampu, yang oleh pemerintahan sekarang ini ingin dientaskan dengan berbagai cara agar tetap mampu menatap terang masa depan. Yayasan Melihat Terang bergerak dengan arah yang sama, dengan menangani kesehatan mata mereka.

Ketua Yayasan Melihat Terang Heribertus Denny memberi ilustrasi, “Kalau seorang anak penglihatannya terganggu pasti malas belajar, di kelas tidak dapat menangkap pelajaran dengan baik. Jika kebetulan ekonomi keluarga mendukung tentu hal ini bukan masalah, tetapi bagi keluarga prasejahtera atau kurang mampu, biasanya enggan untuk melakukan pemeriksaan mata.”

Mata adalah organ yang vital. Jika mata terganggu, masa depan seseorang pun terancam terganggu. Mereka harus diberi pengharapan agar tetap dapat menatap masa depannya. Itulah sebabnya Yayasan Melihat Terang datang ke Pinang membantu menangani gangguan mata. Memberikan pengharapan!


Teks: ps, bg/ Foto-foto: Kevin Meydio, Walter Arya, Joannes Wijajanto