“Harapannya, dari sisa nasi di rumah kita bisa bikin pempek dan kita bisa jual sebagai peluang usaha. Kita juga bisa bikin kudapan untuk anak-anak yang higienis karena kita bikin dengan kasih,” kata Bu Fenny Komarudin ketika ditanya usai memberikan pelatihan membuat pempek dos di Aula Pinang.
Minggu (17/3) siang itu Aula Pinang suasananya riuh. Puluhan ibu sedang mengikuti pelatihan “Membuat Pempek Dos” yang dipandu Bu Fenny Komarudin dari Kerahiman Ilahi Subseksi Usaha. “Kayak pasar pindah aja,” celetuk seorang bapak yang mengantar istrinya ikut pelatihan itu.

Diumumkan lewat Berita Paroki, dengan uang pendaftaran Rp 50.000, pelatihan bikin penganan khas wong kito itu menyedot banyak peminat. Target 80 orang, tetapi yang mendaftar lebih dari 100 orang! “Gila! Itu tidak murah, lho, tapi panitia sampai nolak-nolak,” kata seorang bapak yang nengok aula karena penasaran. Di manapun, urusan kuliner hampir pasti menarik minat kaum Hawa.
Bukan hanya ibu-ibu umat Bernadet pesertanya. Ada yang datang dari paroki lain, bahkan ibu-ibu dari masyarakat sekitar. Daripada kewalahan, panitia membatasi peserta 96 orang. Mereka dibagi menjadi 10 kelompok.

Bu Fenny mengajari orang membuat pempek dos sampai tahu seperti apa rasanya. Artinya dia tidak hanya memberi tahu resepnya tapi juga mengajari bagaimana membuat adonannya, cara masaknya, sampai bikin cukanya. Maka di luar aula itu semua peralatan dapur yang diperlukan lengkap.
Apa bedanya pempek dos dengan pempek yang biasa kita beli? Pempek dos bahan dasarnya bukan ikan. Karena itu tidak ada rasa ikan. Ada dua resep inti dari Bu Fenny. Pertama resep membuat pempek dos, kedua resep membuat saus cuka atau—istilah Wong Plembang—cuko. Konon kunci lezatnya pempek terletak pada enak tidaknya cuko. Pempek boleh pulen atau pas adonannya, tetapi kalau cuko-nya tidak pas, rasanya bakal berantakan…

Peserta mengikuti seluruh proses sampai melihat sendiri dan mencicipi matangnya. Kuliner yang satu ini bahan-bahannya mudah didapat, sebagian besar ada di dapur kita, seperti beras, garam, Royco rasa ayam, lada, kuning telor, terigu, dan sagu Taru untuk pempek dos; gula batok, bawang putih, cabe rawit hijau, cuka putih, garam, dan gula untuk cukanya. Karena itu Bu Fenny bilang, “Ini pempek hemat…”

“Pelatihan ini bagus, menambah pengetahuan untuk masak-memasak, kalau boleh ditingkatkan dengan resep-resep yang lain,” kata Bu Emmy dari wilayah Loyola, yang ketika pulang ke rumah langsung praktek bikin pempek dos.
“Gampang bikinnya, bisa buat kudapan, bisa juga buat home industry,” kata Bu Susi, wanita berkerudung yang tinggal di kompleks Pepabri, Kunciran, dengan tawa lebar.

“Wah... ini bisa menjadi variasi kudapan untuk hidangan keluarga, juga bisa menjadi tambahan untuk usaha bidang kuliner,” kata ibu lainnya dengan mata berbinar-binar.
Enggak mau coba? Siapa tahu peluang usaha Anda ada di pempek dos….
Teks dan Foto: Hari Kristanto Nugroho, Komsos