Dalam cuaca yang cukup bersahabat umat Gereja Santa Bernadet melakukan ibadat Jalan Salib Perdana masa Prapaskah 2019 di Taman Pinang, Jumat 8 Maret, mulai jam 19.30. Pada hari yang sama juga diadakan ibadat serupa di Metro.

Dipimpin Prodiakon Sukaryono dan Remigius Heriawan, sekitar 300 orang dengan khidmad mengikuti jalannya ibadat dari stasi ke stasi (perhentian), dalam gelap malam yang diterangi temaram lampu-lampu taman dan nyala lilin. Sejumlah umat menggunakan flashlight smartphone untuk membaca teks ibadat.

Jalan Salib tersebut dilanjutkan dengan Misa Kudus yang dipimpin Romo Manuel V Valencia, CICM, dengan koor Wilayah Sisilia. Tidak semua melanjutkan untuk mengikuti misa tapi langsung pulang, diduga karena waktunya dirasa sudah terlalu malam.
Sejak tiga tahun terakhir, selama masa Prapaskah umat Bernadet melakukan ibadat Jalan Salib di Taman Pinang ketika cuaca memungkinkan. Info dari PPRI, fasilitas devosional itu selesai dibangun Maret 2016 dengan relief yang beratnya ratusan kilogram hasil pahatan seniman dari Magelang dan dana dari para donatur yang bermurah hati. Di luar Prapaskah, umat kadang juga berdoa Jalan Salib di sana, termasuk dari paroki lain.

Gereja mengajarkan, Jalan Salib merupakan salah satu devosi yang sangat baik untuk membantu dalam olah rohani selama masa Prapaskah. Dengan mengenangkan kembali kesengsaraan Tuhan Yesus umat Katolik diajak untuk semakin menyadari betapa besar kasih Allah kepada kita dan menyadari akan segala dosa kita, sebab dosa-dosa kitalah yang menyebabkan Tuhan Yesus menderita sengsara sampai wafat di kayu salib.

Sejumlah sumber menyebutkan, Ibadat atau Doa Jalan Salib merupakan tradisi Gereja yang sudah berjalan berabad-abad. Ibadat ini berakar pada tradisi napak tilas sengsara Yesus, mulai dari penghakiman Yesus di istana Pilatus sampai ke puncak Golgota, di mana Yesus wafat pada hari Jumat sekitar pukul 3 sore (Luk 23:44).
Peliput: Arum Pranastuti/Editor: ps
Foto: Kevin Meydio, Walter Arya