Sie HAAK Santa Bernadet kini bergerak. Mengawali tahun 2019, Kamis, 3 Januari 2019, Sie HAAK bergandengan tangan dengan Karang Taruna RW 05 Sudimara Pinang melakukan Bakti Sosial kepada korban bencana alam tsunami di Pandeglang Banten.
Seperti diberitakan, bencana tsunami terjadi 22 Desember 2018 karena pasang tinggi dan longsor bawah laut akibat letusan Anak Krakatau di Selat Sunda yang menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung. Sedikitnya 426 orang tewas, 7.202 terluka, dan 23 orang hilang.
Kami menyerahkan bantuan di 4 (empat) lokasi, yaitu Posko yang ada di Labuhan Pandeglang serta Desa Tanjung Jaya Pandeglang Banten.

Berangkat pukul 07.30 dengan dilepas oleh Ketua RW 01 Sudimara Pinang, Bp Satrio, Ketua RT 02/05 Bp Budi, serta Ketua RT Rt 05/05 Bp Mumin, kami yang terdiri dari 22 orang (10 dari Karang Taruna, 6 Sie HAAK, dan 6 OMK St Bernadet) bersama-sama menuju lokasi.
Kami memberikan bantuan berupa berupa selimut, tikar, sarung, handuk dan perlengkapan mandi, sandal jepit, pampers, alat tulis dan buku, makanan ringan, pakaian layak pakai, serta sembako. Selain itu, kami juga memberi penghiburan kepada anak-anak korban bencana dengan pertunjukan badut yang dibawakan oleh Ustad Yahya dari Sudimara Pinang.
Sungguh kami sangat bersyukur kepada Allah, karena semua kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar.
Suasana haru menyelimuti kami semua ketika menyaksikan langsung rumah saudara-saudara kita yang rata dengan tanah akibat hempasan tsunami serta mendengar keluh kesah mereka yang kehilangan tempat tinggal dan sanak keluarganya. Doa kami pun mengiringi mereka selalu.
Pukul 22.00 kami bertolak pulang dan pukul 02.30 dini hari kami baru sampai di Ciledug.

Terima kasih kepada seluruh umat Santa Bernadet yang telah berpartisipasi dengan memberikan donasi peduli kasih kepada korban bencana Tsunami. Dana yang terkumpul dihimpun melalui kolekte khusus pada saat Misa Malam Natal 24 Desember 2018.
Semoga Tuhan senantiasa melindungi kita semua dan memberikan kekuatan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana tsunami Selat Sunda.
Tuhan Memberkati.
Teks & Foto: Antonia Maria/Sie HAAK