TEMU PEMAZMUR SANTA BERNADET CILEDUG

21 November 2018
  • Bagikan ke:
TEMU PEMAZMUR SANTA BERNADET CILEDUG

Momen libur nasional 20 Nopember 2018 dimanfaatkan oleh komunitas Pemazmur Santa Bernadet  untuk berekreasi dan menjalin keakraban. Dalam pembukaan acara ini Gregorius Sofyan Suhanto yang biasa dipanggil Mas Sofyan selaku ketua panitia mengungkapkan komunitas pemazmur di Santa Bernadet ini sudah terbentuk satu tahun tapi belum seluruh anggota saling kenal . Hal ini terjadi karena lokasi tugas para pemazmur yang berbeda beda maklum kita mempunyai tiga lokasi tempat Misa.  Waktu latihan pemazmur yang diadakan setiap hari Kamis sering kali hanya dihadiri oleh pemazmur yang akan bertugas . Maka dengan acara hari ini semoga kita saling mengenal akrab satu sama lain dan dengan gembira menjalankan tugas ini seperti tema acara kita hari ini “Bermazmur Dengan Suka Cita” pungkasnya.

Webp.net-resizeimage

 Keterangan Foto: Mas Sofyan – Ketua Panitia

 

Acara yang diadakan di Buni Ropes Camp kawasan Ciputat ini dipandu oleh Stephanus Herwinoto yang akrab disapa Mas Totot dan Mbak Maria berlangsung sangat meriah dan menggembirakan. Hal ini tampak dari gelak tawa dan keceriaan para peserta saat mengikuti aneka game dan pembagian doorprize.

Selain bersenang senang acara hari ini juga menandai dan mensyukuri satu tahun terbentuknya komunitas pemazmur Santa Bernadet  ungkap Bp.Andreas Bobola Edi Sarwono selaku koordinator komunitas pemazmur . Sebagai penanda Pak Edi sapaan akrabnya memotong kue ulang tahun diserahkan ke Bp.Yulianus Sunaryo yang turut hadir selaku Ketua Seksi Liturgi dimana komunitas pemazmur ini bernaung. Yang tak kalah pentingnya hari ini kita juga akan mendapatkan tambahan ilmu sebagai bekal kita sebagai pemazmur.

Webp.net-resizeimage (1)

Keterangan Foto: Latihan olah napas

 

Pada sesi pertama Bp.Yulianus Sunaryo memaparkan telaah tentang spiritualitas pemazmur , dimana pemazmur adalah bagian dari petugas liturgi. Yang dimaksud dengan liturgi adalah keikut sertaan umat dalam karya keselamatan Allah. Maka ketika kita ambil bagian dalam tugas liturgi kita telah mempersembahkan diri kita sebagai persembahan yang hidup. Maka mari kita berlomba lomba untuk mempersembahkan diri kita dengan baik pantas dan suka cita pungkasnya.

Sesi selanjutnya diisi oleh para pengurus pemazmur mulai dari :

  • Tata Cara Dan Gerak Petugas Pemazmur

Karena kondisi dan lokasi tempat Misa yang berbeda beda maka para petugas pemazmur juga harus menyesuaiakan . Lokasi Pinang dipaparkan oleh Mbak Maria , Lokasi Pondok Lestari dipaparkan oleh Mbak Ruli sedangkan Lokasi Metro dipaparkan oleh Mbak Mery

  • Teknik Melatih Vokal

Seorang pemazmur dituntut sanggup menyanyikan minimal 4 bar tanpa mengambil napas itu yang disampaikan oleh Bp.Petrus Canisius Margo Yuwono atau Pak Margot. Maka latihan pernapasan adalah wajib . Karena pemenggalan kata yang tidak tepat atau sesuai akan mempengaruhi makna dari mazmur yang kita daraskan.

  • Warna Suara dan Ekspresi

Dengan penuh ekspresi Mas Totot nama panggilannya selain jago MC ternyata paham betul untuk urusan ini . Mazmur itu dibedakan dalam tiga hal yaitu memuji , memohon, dan merenung maka dalam mendaraskan mazmur kita harus bisa menyesuaikan agar pesan dari mazmur itu sampai pada umat. Karena sejatinya mazmur itu sabda yang dinyanyikan.  Ekspresi kita sebagai pemazmur juga harus menyesuaikan ini sedih , gembira , atau netral pesannya.

  • Interpretasi Lagu

Pesan yang disampaikan Mas Broto pemazmur sebelum bertugas harus membaca berulang ulang refren dan ayat demi ayat. Tujuannya selain kita menghafal kata katanya sehingga pada saat menyanyi menjadi lancar pemazmur menjadi tahu apa makna atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarangnya. Dengan demikian kita akan terbantu bagaimana mazmur ini harus didaraskan.

  • Jadwal Tugas

Ini yang tidak boleh lupa jadwal tugas , yang bertugas membuat jadwal pemazmur adalah Mas Anton . Dalam menyusun jadwal Mas Anton juga mempertimbangkan lokasi . Yang paling penting jika tidak dapat menjalankan tugas sesuai jadwal wajib memberikan informasi agar dapat diantisipasi pesannya.

Keterangan foto: MC Mas Totot dan Mbak Maria

 

Meskipun sempat diguyur hujan seluruh peserta tetap semangat mengikuti seluruh rangkaian acara. Bapak Aloysius sebagai warga senior dan pemazmur merasa salut dengan orang orang muda di Paroki Ciledug yang diberi tugas mengurus pemazmur ini selain mau terlibat , mendengar pemaparannya tadi mereka sungguh mampu dan punya pengetahuan yang dalam tentang bernyanyi dan bermazmur. Hal ini diamini oleh Ibu Priscilia Lita Noviana yang biasa dipanggil Bu Lita acaranya cukup bagus dan berkesan selain menambah akrab dan saling kenal saya merasa tambah wawasan dan pengetahuan. Senada dengan Bu Lita , Mas Triko nama lengkapnya Petrus Satrio Prakoso menambahkan keren dan berguna banget bagi saya sebagai pemazmur , saya akan merasa rugi kalau nggak ikut. Sementara Ibu Chatarina Dwi Ratnani pemazmur dari Wilayah Antonius terus teringat dengan ungkapan Pak Naryo “kalau anda sedang bertugas mazmur andaikan ini kesempatan terakirku bisa melayani Tuhan” maka persiapkan dan lakukan dengan semaksimal mungkin.

 

Teks /Foto  : Bambang Gunadi - KOMSOS

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna