Tak Ada Kata Cukup Untuk Belajar

3 November 2018
  • Bagikan ke:
Tak Ada Kata Cukup Untuk Belajar

Bertempat di lingkungan Sekolah Abdi Siswa Bintaro, sekitar 80 orang yang tersisa dari peserta Program Pelatihan dan Kaderisasi Gereja Santa Bernadet Paroki Cileduk, berkumpul untuk mengikuti Rekoleksi akhir dari rangkaian  Pembekalan Kaderisasi Pelayan Pastoral yang diselenggarakan secara kolaborasi oleh Seksi Pelatihan dan Kaderisasi, Seksi Katekese dan Seksi Liturgi , dimulai dari tanggal 2 Mei 2018 sampai dengan 30 September 2018.

Suasana perserta rekoleksi mendengarkan pembicara Bp.Trisno Kambali

Pada awal pendaftaran peserta banyak yang bertanya, untuk apa lagi ikut belajar kambali mengenai Iman Katolik ?, Buang -buang waktu, dan bahkan menolak ikut karena merasa sudah mengetahui apa itu Iman Katolik. Namun dengan berjalannya waktu dari antara peserta merasa kalau selama ini hanya memiliki sedikit saja pengetahuan dari Iman yang diyakininya , terlebih bila harus menjelaskan kepada umat di lingkungan atau saudara yang berkeyakinan lain.

Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini antara lain untuk:

  • Menanggapi kesulitan Paroki dalam menjaring, memilih , memanggil dan mengajak umat untuk menjadi pengurus, serta melaksanakan dan menindaklanjuti ARAH DASAR KAJ 2016-2020, agar umat memiliki iman yang tangguh.
  • Menambah wawasan dan pengetahuan akan Iman Katolik dan perannya sebagai umat maupun pengurus agar lebih mengenal pengetahuan tentang Iman Katolik dan penghayatannya.
  • Lebih Mengetahui dan Memahami peran panggilan yang dipilihnya sebagai Pengurus/Pelayan Pastoral, karena dirasakan bersama bahwa sebagian besar umat yang menerima panggilan dan kesediaannya menjadi pengurus melayani umat dalam Gereja, yang kita yakini adalah mereka-mereka yang sudah hidup secara baik, dikenal umat, dan tahan akan godaan serta tantangan. Dengan kata lain mempunyai iman yang teguh. Tetapi dalam segi pengetahuan tentang Iman Katolik dan perannya tetap dirasakan masih kurang. Ini terbukti apabila ada pertanyaan yang ditujukan kepada mereka tentang hal-hal yang kita Imani dan lakukan, mereka terkadang tidak mampu menjawab dan kadang mengabaikan pengetahuan dimana hal ini sangat diperlukan dalam interaksi dengan umat yang dipimpinnya maupun dengan umat beriman lainnya.
  • Lebih siap melayani umat yang pimpinnya dan bisa menjalin relasi komunikasi dengan baik.

Panitia berfoto bersama Romo Lamma Sihombing CICM

Selain itu Sasaran Prioritas Ardas KAJ 2016-2020

  1. Mengembangkan pastoral keluarga yang utuh dan terpadu
  2. Meningkatkan kualitas pelayan pastoral dan kader awam
  3. Meningkatkan katekese dan liturgi yang hidup dan memerdekaan
  4. Meningkatkan belarasa melalui dialog dan kerjasama dengan semua orang yang berkehendak baik untuk mewujudkan masyarakat yang adil, toleran dan manusiawi khususnya bagi mereka yang miskin , menderita dan tersisih.
  5. Meningkatkan keterlibatan umat dalam menjaga lingkungan hidup di Keuskupan Agung Jakarta.

Materi pembekalan disusun dengan tema-tema yang apik yang meliputi pengetahuan tentang : Aku Percaya Kepada Bapa, Yesus Tuhan Kita, Yesus yang Sengsara Wafat dan Bangkit, Roh Kudus Penolong Kita, Doa da Doa Bapa Kami, Alkitab Penuntun Hidup Kita, Maria Bunda Yesus, Bunda Kita, Sakramen Ekaristi, Sakramen Baptis dan Krisma, Sakramen Rekonsiliasi dan Pengurapan Orang Sakit, Sakramen Perkawinan dan Imamat, Pengadilan Terakhir, Kebangkitan Badan dan Kehidupan Kekal, Pedoman Dan Pengamalan Pancasila, Dasar-Dasar Kepemimpinan Kristiani / LDK, Liturgi Katolik dan Penghayatannya, Pedoman Dasar Dewan Pastoral Paroki KAJ, Ketrampilan Komunikasi, Spiritualitas Panggilan Pelayanan.

Sebagian peserta berfoto bersama Romo

Semua dipersiapkan  para penyaji materi dengan baik yang telah mendapat pembekalan di Tingkat Keuskupan Agung Jakarta

Terimakasih untuk Romo Lamma, Romo Noel, Pak Trisno, Pak Yohanes, Pak Sunaryo, Pak Pramono, Ibu Clara Shinta, Ibu Erni, Ibu Theresia, Ibu Etty.

Sebagai apresiasi bagi peserta diberikan buku-buku yang dapat menjadi bekal pengetahuan sesuai dengan kehadiran.

Tak ada kata terlambat, dan tak ada kata cukup untuk belajar.

Sampai bertemu dengan Pelatihan dan Pembekalan selanjutnya.

 

Teks/Foto : Anna M Juwarni

Tags
kaderisasi

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna