Para peserta Sosialisasi BKS tahun 2026 Paroki Pinang Gereja Santa Bernadet, Minggu, 9 Agustus 2026.
Sabda Menjawab Kegelisahan Zaman menjadi Tema besar yang diangkat pada Bulan Kitab Suci - Keuskupan Agung Jakarta 2026. Pergumulan dunia modern dimana Umat dihadapkan dengan situasi sosial, ekonomi, dan ekologis yang sulit, kebisingan digital berupa fenomena FOMO (fear of missing out), arus informasi yang tidak pernah berhenti, juga sulitnya membedakan kebenaran dari suatu opini, juga banyaknya kejadian polarisasi dan lunturnya persaudaraan, mendorong KAJ membahas keadaan ini untuk membawa umat agar tetap mengandalkan Sabda Allah sebagai Peneguh, Pembebas, Pemersatu, dan Pengharapan.

Ibu Christina Arum dan Ibu Aurea Nadia sebagai MC yang memandu Sosialisasi BKS 2026.
Sosialisasi BKS tahun 2026 ini telah diselenggarakan oleh Seksi Kerasulan Kitab Suci (SKKS) Paroki Pinang Gereja Santa Bernadet pada Minggu, 9 Agustus 2026. Sosialisasi ini dihadiri oleh 185 umat yang terdiri dari perwakilan 21 wilayah, baik Korwil, Ketua Lingkungan, Pamong Sabda, maupun umat lainnya dan panitia sosialisasi BKS 2026.

Bapak Petrus Canisius Margo Yuwono membuka Sosialisasi BKS 2026 dengan doa pembukaan.
Sosialisasi dipandu oleh MC Ibu Christina Arum dan Ibu Aurea Nadia, dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Ardas KAJ 2026, dan Doa Pembukaan yang dipimpin oleh Bapak Petrus Canisius Margo Yuwono. Selanjutnya, sosialisasi dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Maryana selaku DPH Paroki Pinang - Korbid Pewartaan 1. Bapak Maryana menyampaikan, bahwa Bulan Kitab Suci merupakan waktu yang diberikan oleh gereja agar umat kembali membuka kitab suci. Firman Tuhan mengenai Nabi yang tidak diterima di tempat asalnya ini seringkali terjadi, di lingkungan atau wilayah kita. Seringkali, umat lingkungan tidak datang karena melihat siapa yang membawakan materinya, dan ini menjadi tantangan untuk lingkungan dalam menerjemahkan Sabda Tuhan, dan mengaitkannya dengan kondisi umat belakangan ini. Bapak Maryana mengajak umat khususnya pembawa materi di lingkungan atau wilayah, sebagai makhluk hidup yang tidak sempurna untuk menghadapi ketakutan dan kekhawatiran ini dengan menyerahkannya kepada Tuhan dan memberikan motivasi agar para fasilitator dapat membawakan materi dengan baik, sehingga umat mendapatkan motivasi dan harapan dalam menghadapi kondisi pada zaman ini.

Bapak Maryana menyampaikan kata sambutan dalam Sosialisasi BKS 2026.
Sebagai pengantar, Ibu Heny Aprijanti dari Lingkungan Elisabeth 2 sebagai perwakilan dari SKKS menyampaikan penjelasan mengenai Tema yang dibawakan pada BKS KAJ 2026 ini, dimana materi tahun ini dikatakan tidak diambil dari LBI, tujuan nya karena KAJ ingin umat semakin jatuh cinta dengan Firman Tuhan, dan dapat semakin menikmati Sabda Tuhan sebagai makanan sehari-hari sehingga untuk metode pendalam teks-nya pun KAJ menggunakan metode yang berbeda. Dengan sub-tema Sabda Allah: Peneguh, Pembebas, Pemersatu, dan Pengharapan, umat diajak untuk dapat menyadari lebih dalam, bagaimana Sabda menjadi peneguh di tengah ketidakpastian, pembebas dari belenggu ketidakadilan, pemersatu di era perpecahan, dan sumber pengharapan untuk masa depan. Dan sebagai aksi nyata dari sub-tema ini, umat diajak untuk menyadari bahwa Sabda menjawab, Iman bertindak.

Ibu Heny Aprijanti menyampaikan penjelasan mengenai Tema yang dibawakan pada BKS KAJ 2026.
Materi Pertemuan 1 : Sabda : Peneguh di Tengah Ketidakpastian, dibawakan oleh Kak Benedicta Judith dari Lingkungan Anna 1. Pada pertemuan ini, umat diajak untuk menyadari bahwa di dalam keadaan yang sulit seperti saat ini dan banyaknya kejadian buruk yang terjadi seperti bencana alam, kesulitan bahan bakar, ataupun perang antar agama, kita masih dapat memiliki impian. Namun semakin besar impian yang dimiliki, semakin besar pula kekhawatiran yang dimiliki. Dalam bacaan Kitab Suci Matius 6 : 25-34, Yesus mengatakan beberapa kali “Jangan khawatir!”. Bahkan Yesus juga mengatakan beberapa contoh bagaimana Allah tetap memelihara burung-burung di udara dan bunga bakung. Oleh karena itu, umat diajak untuk menyadari bahwa kita tidak perlu merasa khawatir. Dengan landasan tersebut, umat diajak untuk merefleksikan agar tetap dan semakin percaya pada pemeliharaan Allah serta melakukan apa yang Tuhan ajarkan.

Kak Benedicta Judith membawakan materi Pertemuan 1.
Materi Pertemuan 2: Sabda: Pembebas dari Belenggu Ketidakadilan, dibawakan oleh Kak Filipita Binatin dari Lingkungan Agustinus 3. Pada pertemuan ini, umat diajak untuk menyadari adanya kegelisahan yang muncul karena ketidakadilan sosial. Dalam keadaan dunia juga negara Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja, dimana kasus korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, ketimpangan ekonomi, kasus hukum yang seringkali tumpul ke atas dan tajam ke bawah menyebabkan terjadinya ketidakadilan yang begitu besar dampaknya pada masyarakat kita. Namun, dalam keadaan ini, umat juga diajak untuk menyadari bagaimana Tuhan Yesus memberikan jawaban pada Lukas 4:16-21. Saat itu Tuhan Yesus datang ke Nazaret dan membacakan bacaan dari Kitab Nabi Yesaya, bacaan pada hari sabat di rumah ibadat. Saat membacakan bacaan, Yesus mengatakan untuk membebaskan orang-orang miskin, para tawanan, orang buta, dan orang tertindas. Sabda yang Yesus bacakan ini masih dapat diterapkan sampai saat ini, dalam kondisi dunia saat ini. Untuk itu, umat diajak untuk ikut aktif berperan aktif dalam melakukan sesuatu demi membebaskan sesama manusia dari ketidakadilan yang terjadi di dunia ini dan membawa kabar baik bagi sesama umat.

Kak Filipita Binatin membawakan materi Pertemuan 2.
Materi Pertemuan 3 : Sabda : Pemersatu di Era Perpecahan, dibawakan oleh kak Alexander Reinhard Christian dari Lingkungan Yoseph 1. Pada pertemuan ini, umat diajak untuk dapat menyadari siapa yang dapat menyatukan perpecahan yang terjadi karena adanya konflik antara Amerika dan Iran, juga pertikaian yang terjadi di masyarakat saat ini. Umat diajak untuk menyadari bahwa Yesus sebagai pencipta damai sejahtera hadir sebagai peruntuh tembok perpecahan. Akar masalah yang menyebabkan terjadinya perpecahan sebenarnya adalah manusia dengan sesama manusia itu sendiri, dan ini menyebabkan pemecah hubungan manusia dengan Allah. Umat diajak untuk melakukan aksi nyata dengan memperlakukan sesama di sekitar dengan adil, sopan, dan hormat juga berdoa untuk pelaku dan korban tindakan diskriminasi. Selain itu, umat tidak hanya perlu berdamai dengan Allah, tapi umat juga perlu berdamai dengan sesama dan seluruh ciptaan Allah, karena manusia hidup sebagai keluarga Allah. Mari menjadi duta perdamaian bagi sesama dengan merawat kebersamaan dan bumi.

Kak Alexander Reinhard Christian membawakan materi Pertemuan 3.
Materi Pertemuan 4 : Sabda : Pengharapan untuk Masa Depan, dibawakan oleh Kak Inovi Isdiyantoro dari Lingkungan Elisabeth 1. Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk memahami makna dari pengharapan. Pengharapan yaitu sebuah janji Tuhan agar masa depan menjadi lebih baik. Dalam kondisi ketidakpastian dunia, dimana umat mencari sumber harapan untuk menghadapi kondisi ini, Kristus adalah sumber harapan sejati. Sehingga hendaknya umat menaruh harapannya kepada Kristus. Dalam bacaan yang diambil pada pertemuan ini yaitu Kitab Wahyu 21:1-5, ditekankan berkali kali kata Baru dan janji pembaharuan Allah. Allah menjanjikan pembaharuan langit dan bumi yang lama yaitu rumah masa depan yang baru, Yerusalem baru yaitu umat Allah yang dipulihkan dan tidak lagi bergumul dengan dosa, relasi yang baru dengan Allah dimana Allah tinggal bersama dengan umatNya, dan Raja baru yaitu pemimpin masa depan yang pasti mewujudkan janjiNya. Untuk itu umat diajak untuk menerapkan pengharapan dalam hidup sehari-hari, seperti menghibur dan mendampingi teman yang sedang kesulitan, mengampuni kesalahan orang lain dan membangun komunitas yang saling mendukung, merawat bumi sebagai wujud nyata menjaga ciptaan Tuhan, dan mengandalkan Tuhan setiap hari dalam menghadapi masa sulit dengan keteguhan iman. Dengan iman dan tindakan nyata, umat diharapkan untuk menjadi pembawa harapan bagi sesama dan berkontribusi menciptakan dunia yang lebih baik. Allah mengundang manusia untuk percaya bahwa tidak ada kehidupan yang terlalu rusak untuk dipulihkan oleh kasihNya dan pulang dengan keyakinan bahwa masa depan orang yang berjalan dengan Kristus selalu penuh harapan.

Kak Inovi Isdiyantoro membawakan materi Pertemuan 4.
Setelah keempat materi pertemuan disampaikan, acara dilanjutkan dengan Sesi Tanya Jawab. Beberapa pertanyaan dan saran yang disampaikan perwakilan umat yaitu, bagaimana cara agar banyak umat yang datang di acara pertemuan Bulan Kitab Suci di Lingkungan, saran untuk Tim KKS agar dapat memberikan seminar untuk menjadi fasilitator yang baik, saran agar para fasilitator dapat memberi contoh aksi nyata yang lebih berfokus pada masalah kehidupan yang dialami sehari-hari di sekitar umat, beberapa saran untuk dapat menarik minat umat agar aktif hadir dalam pertemuan lingkungan dengan cara memberikan hadiah kecil seperti rosario dan sebagainya atau mengadakan check kesehatan dengan harapan umat memiliki rasa antusias untuk hadir, serta saran mengenai pengadaan pertemuan sosialisasi yang dapat dilaksanakan siang hari karena adanya perubahan jadwal misa di Minggu sore, agar kehadiran umat dapat ditingkatkan lagi.
Setelah para pemateri menyampaikan materi pertemuan BKS, Suster Alberta menyampaikan pesan bahwa Fasilitator yang akan menyampaikan materi pada pertemuan lingkungan atau wilayah, harus menguasai dan memahami materi, dan diharapkan untuk belajar sungguh-sungguh, sebelum menyampaikan materi. Fasilitator harus menghargai semua yang hadir sebagai bagian dari umat dan tubuh Kristus yang satu dan sama. Suster Alberta juga mengingatkan, bahwa Fasilitator adalah garda terdepan penjaga iman umat yg harus diapresiasi.

Suster Alberta menyampaikan pesan untuk para Fasilitator BKS 2026 yang akan menyampaikan materi di lingkungan maupun wilayahnya.
Sebelum berakhir, Ibu Priscilla Lita Noviana (Ketua SKKS) menyampaikan agenda Festival BKS 2026 dan ucapan terima kasih kepada Pemateri, Suster Alberta dan Umat yang turut hadir dalam Sosialisasi BKS 2026. Sosialisasi kemudian ditutup dengan doa oleh Suster Alberta.

Ibu Priscilla Lita Noviana mengucapkan terima kasih kepada umat dan pemateri yang hadir dalam kegiatan Sosialisasi BKS 2026.
Materi Sosialisasi BKS 2026 Paroki Pinang Gereja Santa Bernadet dapat diakses di:
https://drive.google.com/drive/folders/1rWnbjhey5XqG5QHlmMj2BIsqlDuDsQfB
Teks & Foto: Tim SKKS.