Sosialisasi APP 2026: Keutuhan Alam Ciptaan—Laporan Tim SKKS Santa Bernadet

3 Maret 2026
  • Bagikan ke:
Sosialisasi APP 2026: Keutuhan Alam Ciptaan—Laporan Tim SKKS Santa Bernadet

Tim Sosialisasi APP 2026 Santa Bernadet Paroki Pinang.

Keutuhan Alam Ciptaan menjadi Tema Besar Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2026, mengikuti ARDAS-KAJ 2026. Tema besar ini dijabarkan dalam empat sub-tema sebagai bahan pendalaman dalam empat kali pertemuan APP. 

Sosialisasi APP tahun 2026 telah diselenggarakan oleh Seksi Kerasulan Kitab Suci (SKKS) Gereja St Bernadet, Paroki Pinang, pada Minggu, 22 Februari 2026. Sosialisasi ini dihadiri oleh 197 umat yang terdiri dari perwakilan 21 wilayah, baik Korwil, Ketua Lingkungan, Pamong Sabda, maupun umat lainnya; perwakilan Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) dan panitia sosialisasi APP 2026.

Sosialisasi dipandu oleh MC Ibu Arum, dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Ardas 2026, dan doa pembukaan yang dipimpin oleh Ibu Melati, perwakilan DPH Paroki Pinang. Selanjutnya, sosialisasi dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Maryana, sebagai DPH Paroki Pinang - Korbid Pewartaan. 

Sebagai pengantar, Bapak Petrus Canisius Margo Yuwono sebagai Perwakilan SKKS menyampaikan bagaimana ARDAS KAJ 2026 ini berhubungan dengan ARDAS KAJ dari tahun-tahun sebelumnya, serta gambaran besar 4 pertemuan yang akan dibahas oleh 4 pemateri berikutnya sebagai panduan pembahasan di lingkungan masing-masing. 

foto1 pakai

Kak Maria Surviyanti Purnamasari menjelaskan materi Pertemuan 1

Materi Pertemuan 1 : Harmoni Seluruh Ciptaan (Relasi dengan Bumi, Rumah Kita Bersama), dibawakan oleh Kak Maria Surviyanti Purnamasari dari Lingkungan Thomas 1. Pada pertemuan ini, Bacaan Kitab Suci yang disampaikan adalah Kis 17: 24-29 mengenai Rasul Paulus memberitakan wajah Allah di Athena, kepada orang-orang bukan Yahudi tentang ilah yang mereka sembah. Selain itu, pada pertemuan ini, umat diajak untuk menyadari krisis lingkungan yang terjadi ketika manusia “melampaui batas” seakan ciptaan tidak lagi dilihat sebagai anugerah, tetapi sebagai objek konsumsi dan eksploitasi. Untuk itu, sebagai orang beriman, umat diajak untuk kembali pada panggilan awal yaitu merawat bumi dengan penuh rasa syukur, hormat, dan tanggung jawab, sebagai wujud iman kepada Allah.

foto2pakai

Kak Tata menjelaskan materi Pertemuan 2

Materi Pertemuan 2 : Pembaruan Dalam Diri (Berani Hidup Sederhana dan Secukupnya), dibawakan oleh Kak Renata Christie dari Lingkungan Yoseph 2. Pada pertemuan ini, Bacaan Kitab Suci yang disampaikan adalah Luk 13: 5-9 mengenai Perumpamaan tentang pohon Ara yang tidak berbuah. Selain itu, pada pertemuan ini, umat diajak untuk memulai pertobatan ekologis dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten sehingga dapat menghasilkan buah pertobatan yang nyata, dan menghadirkan sukacita serta kedamaian.

foto3Pakai

Kak Sesilia D’wina Andrea menjelaskan materi Pertemuan 3

Materi Pertemuan 3 : Dipersatukan oleh Keprihatinan Yang Sama (Dari Ego ke Eko), dibawakan oleh kak Sesilia D’wina Andrea dari Lingkungan Hubertus 1. Pada pertemuan ini, Bacaan Kitab Suci yang disampaikan adalah Ef 4:2-6 mengenai Kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda. Selain itu, pada pertemuan ini, umat diajak untuk mengingat kembali pesan dari Bapa Paus Fransiskus, bahwa umat dipanggil untuk hidup bukan hanya dengan orang lain, tetapi juga untuk orang lain. Dengan kata lain, aksi nyata menjaga kelestarian alam ini adalah wujud langsung dari persaudaraan, keadilan, dan kepedulian kepada sesama.

foto4pakai

Kak Aurea Nadia Theresa menjelaskan materi Pertemuan 4

Materi Pertemuan 4 : Menciptakan Ekonomi Sirkular (Upaya Hidup Bersama Lebih Baik), kak Aurea Nadia Theresa dari Lingkungan Maria 2. Pada pertemuan ini, Bacaan Kitab Suci yang disampaikan adalah Matius 25:14-25 mengenai Perumpamaan tentang Talenta. Selain itu, pada pertemuan ini, umat diajak untuk merawat bumi melalui tindakan nyata seperti Penerapan Ekonomi Sirkular. Penerapan Ekonomi Sirkular adalah wujud pertobatan dan panggilan spiritual kita untuk menjaga anugerah ciptaan Allah demi harapan masa depan bersama.

Setelah para pemateri menyampaikan bahan presentasinya, Ibu Arum membuka sesi tanya jawab untuk umat yang hadir. Ibu Arum sebagai MC memberikan kesempatan kepada Ibu Fransiska Sri Rejeki dari Lingkungan Isidorus untuk menyampaikan pertanyaan. Ibu Siska memberi informasi mengenai adanya beberapa pedagang makanan yang berjualan di depan gereja, namun para pedagang berdagang tanpa menggunakan penutup lapak. Padahal saat ini sudah masuk Bulan Ramadan, dan terdapat aturan untuk para pedagang makanan untuk menggunakan penutup jika berjualan dibawah jam 16.00. Ibu Siska mengingatkan DPH Paroki, agar tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan. Selain itu Ibu Fransiska juga menanyakan, apabila di Lingkungannya sudah melakukan kegiatan pilah sampah, dan ingin menjual produk kerajinan yang dihasilkan dari sampah-sampah yang dihasilkan, seperti Tas dari kemasan plastik bekas, dan kerajinan lainnya, kemana produk-produk itu dapat dipasarkan. Pertanyaan ini dijawab oleh Ibu Arum, yang menyampaikan bahwa sampah-sampah yang sudah dipilah dapat dijual ke Bumi Hijau Verina atau Bu Melati yang juga memiliki titik pengumpulan sampah daur ulang, walaupun barang-barang tersebut tidak diolah. 

Kesempatan bertanya lain diberikan kepada Bapak Setyo dari Lingkungan Sesilia 4. Kesempatan ini digunakan Bapak Setyo untuk membagikan pengalamannya, bagaimana Bapak Setyo sudah melakukan kegiatan pilah sampah dan jual beli minyak jelantah sejak pandemi Covid19. Berkat kegiatan pilah sampah, jual beli sampah hasil kegiatan pilah sampah, dan jual beli minyak jelantah, Bapak Setyo dapat mengumpulkan dana sebesar kurang lebih Rp 42.000.000, membangun gudang pengumpulan sampah hasil pilah, dan mendapatkan dukungan dari Pemerintah. Bapak Setyo menyampaikan, kegiatan dan hasil yang didapatkan berkat kontribusi Warga, RT, dan RW setempat. Selain itu, walau kontribusi dari umat sekitar masih sedikit saat itu, konsistensi juga turut berperan penting untuk mendapatkan hasil yang baik. 

foto5pakai

Ibu Priscilla Lita Noviana ucapan terima kasih kepada umat dan pemateri yang hadir dalam kegiatan Sosialisasi APP 2026

Sebelum berakhir, Ibu Priscilla Lita Noviana (Ketua SKKS) menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemateri dan Umat yang turut hadir dalam Sosialisasi APP 2026. Selain itu,Ibu Priscilla Lita Noviana juga menyampaikan permintaan maaf atas terlambatnya pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi APP 2026 ini. Sosialisasi kemudian ditutup dengan doa oleh Bapak James Purnama.

The earth is our home.

foto6pakai

Bapak James Purnama menutup kegiatan Sosialiasi APP 2026 dengan doa penutup


Teks dan Foto-foto: Tim SKKS


ALBUM FOTO LENGKAP:

https://photos.app.goo.gl/BfEZ2LBrEvzncDFx8

Materi Pertemuan 1 

https://drive.google.com/file/d/1QkMBmkGv17T7ep87uyzqASaCujmJroOE/view?usp=drive_link

Materi Pertemuan 2

https://drive.google.com/file/d/15epnLFV6JG46q0BmCWYFdxmchTZzJFFB/view?usp=drive_link

Materi Pertemuan 3

https://drive.google.com/file/d/1uWNK__Ea0FwauvpnWm729c_WSGu_tNVU/view?usp=drive_link

Materi Pertemuan 4

https://drive.google.com/file/d/1dejsorDWKeLwBVDpNb6sWICNXZVXs6mC/view?usp=drive_link

Tags
APP
Pinang
SKKS

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna