Seminar EJ Sanberna: Siapakah Roh Kudus Itu?

16 Juni 2025
  • Bagikan ke:
Seminar EJ Sanberna: Siapakah Roh Kudus Itu?

Seminar EJ Sanberna, Minggu, 8 Juni 2025 di Aula Sehati Sejiwa.

Kelompok Spiritualitas Kitab Suci Emmaus Journey Sanberna menyelenggarakan seminar bertema “Sudahkah Api Roh Kudus Mengobarkan Hatiku?” di Aula Sehati Sejiwa Gereja Bernadet, Minggu, 8 Juni 2025, diikuti oleh 260 peserta.

Seminar dalam rangka Pentakosta dan ucapan syukur atas perjalanan EJ Sanberna itu menampilkan narasumber tunggal Bp YM Seto Marsunu yang, dengan kapasitas akademis serta pengalamannya, aktif mengajar di berbagai Kursus Kitab Suci, termasuk yang bisa diikuti lewat kanal Youtube. Hadir dalam seminar dengan MC Ibu Endang Widiyanti-Bp Winarto dan moderator Ibu Arum Pranastuti ini, Ketua EJ Center Bp Budi Handoko.

Mengawali paparannya, Pak Seto mengajukan beberapa pertanyaan terkait tema seminar: 1. Siapakah Roh Kudus itu? 2. Janji Roh Kudus itu apa? 3. Bagaimana pengalaman jemaat perdana? 4. Bagaimana dengan Gereja sesudahnya?

Masih di bagian awal sesi Pak Seto lebih dulu membuat batasan tentang Roh Kudus: “Roh Kudus adalah daya yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.” Menurut ajaran Gereja Katolik, Roh Kudus diterima dalam dua sakramen utama, yaitu Sakramen Baptis dan Sakramen Krisma.

Ketika dibaptis, seseorang diangkat menjadi anak Allah dan menerima Roh Kudus yang memurnikannya  dari dosa asal dan memberikan hidup baru bersama Allah. Sementara Sakramen Krisma memperbarui dan mematangkan seseorang serta memberikan pencurahan Roh Kudus yang lebih dalam untuk menjadi saksi Kristus yang dewasa dalam iman.

Pak Seto melanjutkan, Roh Kudus adalah pribadi yang kudus tetapi tidak punya raga lagi, sambil mengingatkan bahwa roh itu tidak satu karena setan, iblis, itu juga roh. Setelah itu ia mengajak peserta seminar membuka Kitab Suci, berselancar menelusuri ayat-ayat di dalamnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

seto loroPAKAI

YM Seto Marsunu, narasumber seminar.

Menjawab pertanyaan 1: Siapakah Roh Kudus itu?

Pertama-tama peserta diajak membaca Mat 1:21: Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka. Penjelasan Pak Seto: Artinya hanya Allah yang bisa menyelamatkan.”

Ay 22: Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: ay 23 Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan mereka akan menamakan Dia Imanuel—yang berarti: Allah menyertai kita. Penjelasan Pak Seto: “Jadi sudah ditunjukkan bahwa dalam Diri Yesus, Allah menyertai kita.”

Sesudah itu lompat jauh ke belakang, ayat terakhir dari Mat 28: Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Penjelasan Pak Seto: “Bagaimana setelah Yesus naik ke surga? Roh Kudus menyertai. Jadi Roh Kudus adalah Roh Yesus yang menyertai kita.”

Jadi jawaban atas pertanyaan 1 “Siapakah Roh Kudus? itu”: (dasar imannya) Hanya Allah yang bisa menyelamatkan (Mat 1:21), dalam Diri Yesus Allah menyertai kita (ay 22-23), dan: Roh Kudus adalah Roh Yesus sendiri yang menyertai kita (Mat 28: 20).

romat sambutan PAKAI

Pastor Paroki Pinang Rm Matius Pawai CICM memberi sambutan.

Menjawab pertanyaan 2: Janji Roh Kudus itu apa?

Di bagian ini peserta diajak membolak-balik Kitab Suci untuk mengetahui apa yang dikatakan Yesus sendiri tentang Roh Kudus, dimulai dengan penelusuran Yoh 13-16 yang berisi wejangan-wejangan Yesus sebelum ditangkap dan disalibkan. Pak Seto menjelaskan inti bab per bab, dan Bab 17 yang berisi doa Yesus bagi murid-muridNya.

Perhatian lalu diarahkan ke Yoh 14:18: Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Penjelasan Pak Seto: Para murid tetap bisa berkarya karena Yesus tetap hadir dalam Roh Kudus untuk menyertai. Mundur lagi ke Yoh 14:15-17, di ay 16: Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan seorang penolong yang lain supaya Ia menyertai kamu, ay 17 yaitu Roh Kebenaran.

Dijelaskan, Roh Kudus sebagai Roh Kebenaran akan menyertai selama-lamanya. Roh Kudus sebagai Penolong ada kaitannya dengan ay 15 (menolong untuk mengasihi Yesus), ay 21 (menolong untuk memegang perintah Yesus dan melakukannya), dan ay 23 (menolong untuk menuruti firmanNya).

Lalu peserta diajak membaca Yoh 14:26: tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. “Persoalannya, kita mendengarkan yang dikatakan Yesus atau tidak? Kalau tidak, apa yang mau diingatkan?” tanya Pak Seto memancing senyum peserta.

ngadeg meneh PAKAI

Peserta seminar, Kelompok Spiritualitas Kitab Suci EJ.

Jadi jawaban atas pertanyaan 2 Janji Roh Kudus itu apa?: Yesus berjanji tidak akan membiarkan orang yang percaya kepadaNya sebagai yatim piatu (14:18) karena Ia akan datang kembali untuk menyertai dengan minta kepada BapaNya memberikan penolong lain, yaitu Roh Kebenaran (14:17) yang akan menyertai selama-lamanya.

Menutup jawaban pertanyaan 2 ini Pak Seto mengajak peserta membaca Yoh 16:7-11 ketika Yesus berbicara tentang kematian, kebangkitan, dan kepergianNya ke surga justru supaya Sang Penolong, Penghibur datang. Ay 8: Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman; 9 akan dosa, karena mereka tidak percaya kepadaKu.

Komentar kecil Pak Seto berkaitan dengan ay 8: apakah kita menyadari akan kesalahan kita, ketika kata-kata kita menyakiti orang lain? Misalnya membanggakan kesuksesan diri sendiri kepada orang yang tidak sukses, atau memuji-muji istrinya yang cantik di depan orang yang tidak beristri cantik, dst. “Roh Kudus menyadarkan kita akan kesalahan kita. Roh Kudus akan menolong kita untuk mengerti kebenaran,” katanya.

romat punggung PAKAi

Depan dari kanan: Pak Margot, Pak Seto, Pak Budi Handoko.

Menjawab pertanyaan 3: Bagaimana pengalaman jemaat?

Penulis Kisah Para Rasul (Kis) kepada Teofilus mengingatkan kembali tentang tulisan mengenai segala sesuatu yang dikerjakan Yesus sampai pada hari Ia terangkat ke surga (Kis 1:2). Pak Seto minta perhatian pada ay 8: Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai di ujung bumi.

Kemudian ketika tiba hari Pentakosta (Kis 2) ay 3 dan 4: dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Ay 4 maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

(Penjelasan tentang hubungan Roh Kudus dengan api. Baca Kel 3:2: Lalu malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetai tidak dimakan api. Di gunung Horeb itu Musa melihat penampakan malaikat TUHAN sebagai lambang kehadiran TUHAN sendiri. Selanjutnya baca Kel 24:17: Tampaknya kemuliaan TUHAN sebagai api yang menghanguskan di puncak gunung itu pada pemandangan orang Israel. Penjelasan Pak Seto: nyala api sebagai lambang kehadiran Tuhan.)

Peserta ditarik kembali ke Kis 2:2-4. Jelas Pak Seto: “Karena Allah hadir (lambangnya: lidah-lidah nyala api yang bertebaran), para rasul berani berbicara di Yerusalem.”

Itulah jawaban pertanyaan 3: bagaimana pengalaman jemaat di zaman para rasul (Gereja Perdana) sebagaimana dikisahkan dalam Kis pada hari Pentakosta, yaitu bahwa kehadiran Allah dalam Roh Kudus membuat mereka berani, berkobar-kobar hatinya untuk mewartakan Injil.

arum potong PAKAI

Depan paling kanan: Moderator Arum Pranastuti.

Jawaban atas pertanyaan 4: Bagaimana dengan Gereja sesudahnya?

Kita, Gereja Katolik sekarang, adalah kelanjutan dari Gereja Perdana (Gereja atau jemaat para rasul).

Pesan Pak Seto untuk Gereja sekarang sebagai jawaban atas pertanyaan 4 terangkum padat dalam pernyataan penutupnya. Roh Kudus harus dipahami, dialami, dan dituruti. Kalau kita tidak memahami  pekerjaan Roh Kudus maka kita akan mengabaikannya. Kalau kita menolak atau tidak menuruti bimbingan Roh Kudus dan mengikuti iblis segala sesuatunya akan menggagalkan kita melakukan kehendak Allah.

“Jangan pernah meninggalkan Roh Kudus dan menolak nasihatNya. Perhatikan apa yang disuarakan, yang ditujukan kepada kita, dan bagaimanapun Roh Kudus itu yang akan menolong kita untuk hidup benar di hadapan Tuhan dan akan menolong kita untuk hidup sebagai orang yang percaya, termasuk dalam hal tidak pernah meremehkan dosa,” katanya disambut tepuk tangan peserta.

Selama seminar narasumber piawai menciptakan suasana yang kerap kali mengundang gelak tawa kecil, sehingga materi yang sesungguhnya berat itu terasa ringan dari awal sampai akhir.

Seto Marsunu PAKAI

Personal data: Arum.


Teks: ps/ Foto-foto: Tim SKKS

Tags
ej
Pinang

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna