Romo Ignas: BEP Mengingatkan Orang akan Pesan Kitab Amsal

15 Mei 2025
  • Bagikan ke:
Romo Ignas: BEP Mengingatkan Orang akan Pesan Kitab Amsal

Romo Ignas: BEP mengingatkan pesan Kitab Amsal.

Pada hari Jumat, 9 Mei 2025, Romo Ignatius Sudaryanto CICM mengikuti Olah Nafas Olah Gerak Bio Energy Power (ON-OG BEP) di Balai Bernadet Pinang.

Duduk di bangku deretan paling belakang, Romo Ignas—begitu ia biasa disapa—mengenakan dress code kaos berwarna putih seperti peserta BEP lainnya, sehingga kehadirannya terasa biasa-biasa saja, bahkan awalnya banyak yang tidak menyadarinya.

potong tumpeng PAKAI

Didampingi Ibu Hera, Romo Ignas memotong tumpeng syukuran.

Misionaris asal Yogyakarta itu sudah beberapa kali ikut BEP sejak resmi menjadi Pastor Rekan di Paroki Pinang 1 September 2024, dan tercatat di grup WA BEP maupun Komunitas Simeon Hana.

Walaupun tidak selalu ikut karena kesibukan kegembalaannya, kehadiran Romo Ignas di BEP yang dihadiri 45 peserta itu terasa istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun Imamatnya yang ke-33. Ketua Komunitas Simeon Hana Ibu Theo sengaja mengundang beliau untuk merayakan dan mensyukuri peringatan peristiwa suci itu bersama-sama anggota Simeon Hana dan BEP.

romo ignas dan mbah jenggot PAKAI

Pak Bagya, Pak Titus, Romo Ignas, dan Pak Steven.

Romo Ignas mengikuti putaran demi putaran BEP dan foto bareng. Sesudah itu beliau didaulat untuk maju ke depan, didampingi para pelatih senior BEP bersama-sama yang lain untuk memulai acara inti syukuran, yaitu doa yang dipimpin Ibu Lucia Poerwanti dan pemotongan tumpeng sesudah diberkati oleh Romo Ignas. Suara riuh karena berbagai celotehan peserta mewarnai suasana tetapi semuanya berjalan lancar, penuh suka cita dan kegembiraan.

Kalau gembira kita sehat

Diwawancarai secara spontan oleh BEPer Rainer Rarumangkay, Romo Ignas menyampaikan pendapatnya tetang ON-OG BEP yang memang sudah diikutinya beberapa kali sebelumnya.

bu theo PAKAI

Ketua SimHan, Bu Theo, menikmati tumpeng bersama yang lain.

“Kalau berbicara tentang BEP, BEP kan Bio Energy Power. Bio itu kehidupan, Energy itu kekuatan, Power itu kekuatan. Jadi dari BEP itu banyak sekali yang bisa kita petik, bukan hanya kesehatan, tapi juga kebahagiaan,” demikian kata-kata awal Romo Ignas.

“Pertama-tama (kepada) kita dengan BEP diberikan kesempatan untuk mendapatkan Bio, Energy, kekuatan. Energy dari Allah sendiri, dari alam semesta. Dan dalam kebersamaan kita membangun persaudaraan, membangun fellowship (persahabatan, Red), dan di sana itu sumber suka cita, sumber kebahagiaan, supaya kita sehat secara fisik, mental, dan rohani,” lanjut pastor yang juga sering dipanggil Romo Pakde itu.

foto bareng PAKAI_2

Foto bareng penuh keseruan.

Kemudian Romo Ignas mengatakan bahwa kegiatan BEP mengingatkan orang akan pesan dalam Kitab Amsal. Katanya, “Dalam Amsal 17 dikatakan, Hati yang gembira… (langsung disahut serempak suara bapak ibu yang hadir, adalah obat yang manjur…!) Jadi dalam kebersamaan ini kita bergembira, seperti tadi motong tumpeng kita gembira he-he-he. Kalau gembira kan kita sehat...sehat…sehat…”

(Catatan: Amsal 17:22 menjadi sangat populer di masa wabah Covid-19. Secara lengkap ayat itu berbunyi: Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.)

ngobrol akrab PAKAI

Romo Ignas ngobrol akrab dan santai dengan ibu-ibu.

Romo Ignas kemudian memberi contoh Ibu Eliza (77 th) yang sempat bercerita kepada Romo tentang kondisi kesehatannya. Sebelumnya dia tinggal di Cirebon, sakit-sakitan. “Tapi setelah datang ke BEP dia senyum, bisa kumpul rame-rame, ini membuatnya sehat,” pungkas Romo Ignas, pastor  yang juga aktif di medsos itu.

Wawancara BEPer Rainer Rarumangkay dengan Romo Ignas.

foto bareng mbah jenggot PAKAi_1

Foto bareng peserta BEP/Simeon Hana.

Putaran 1 BEP.

Putaran ke-2 PAKAI

Putaran 2 BEP.

putaran ke-3 pakai

Putaran 3 BEP.


Teks: ps/Foto-foto: BEPers Sanberna/ Video: Rainer Rarumangkay, Steven

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna