Peserta EJ Angkatan X, Emmauser, dan EJC.
Tanggal 13 Juli 2024, komunitas Emmaus Journey Santa Bernadet Paroki Pinang, yang merupakan salah satu sub seksi dari SKKS (Seksi Kerasulan Kitab Suci), mengadakan misa pembukaan EJ Angkatan X di aula Gereja Pinang, pk 08.00-12.15.
Pk 08.00 acara dibuka oleh MC Ibu Immaculata Rauvy Sutjahjadi yang disapa ibu Rauvy; dengan menyapa para peserta misa pembukaan ini, yaitu 70 peserta EJ Angkatan X, 2 tamu dari EJ Center (EJC), dan 98 Emmauser dari berbagai angkatan.

Ibu Rauvy dan Ibu Maria (MC).
Misa diawali dengan lagu mars EJ yang dinyanyikan dengan penuh penjiwaan oleh tim koor EJ. Misa berlangsung dengan khidmat, dipimpin oleh Pastor Paroki Romo Lammarudut Hot Paian Hariono Chaeli Sihombing, CICM (Romo Lamma).

Koor EJ.
Dalam misa ini pula secara simbolis Romo Lamma membuka EJ Angkatan X dengan menerima buku I EJ dari ketua panitia Ibu Yoanna Maria Vianney Lina yang biasa dipanggil Ibu Lina. Peserta EJ Angkatan X ini berjumlah 103 orang, 13 orang berasal dari luar Paroki Pinang.

Ibu Lina (Ketua Panitia) dan Ibu Lita (Ketua SKKS).
Bacaan injil diambil dari Lukas 24:13-35 yang merupakan ayat inspirasi Emmaus Journey. Dalam homilinya Romo Lamma menghubungkan antara perjalanan 2 murid dari Yerusalem ke Emmaus; dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah; merupakan perjalan dalam kehidupan yang menuju pada kematian; kematian dalam bentuk kondisi stres, kecewa, putus asa, bahkan hilang harapan. Walaupun mereka 3 tahun mengikuti Yesus, mereka tidak serta merta mengenal Yesus yang menyertai mereka dalam perjalanan itu. Mereka baru mengenal Yesus lewat Ekaristi. Pengalaman bersama dengan Yesus ini membuat mereka berkobar-kobar, dan kembali ke Yerusalem untuk mewartakan kabar baik, yang memberikan harapan. Akhir kata romo memberikan ucapan selamat kepada para peserta EJ angkatan X, untuk memulai perjalanan menuju kehidupan yang mendasar, perjalanan bersama dengan Yesus. Seperti halnya para murid, calon Emmauser juga diutus untuk membagikan perjalanan ini kepada angkatan berikutnya; sesuai dengan bacaan I; Yesaya 6:1-8; “… ini aku, utuslah aku”.

Suasana misa pembukaan.
Selesai misa, acara dijeda dengan coffee break, lalu dilanjutkan dengan ice breaking berupa bernyanyi bersama. Semangat dan keceriaan terlihat di wajah para peserta.
Setelah itu, pengenalan EJ Center (EJC) yang dibawakan oleh Pak Julius Savioardi selaku koordinator divisi IT Kreatif dan pencipta mars EJ. IT kreatif mengelola publikasi kegiatan EJ yang ada di paroki di media sosial, seperti youtube, tiktok, dsb. Bersama dengan penciptanya, mars EJ dikumandangkan dengan penuh semangat.
Sejarah EJ di Indonesia
Acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua SKKS, Ibu Priscilla Lita Noviana, kata sambutan dari ketua panitia Ibu Yoanna, dan dilanjutkan dengan pengantar EJ untuk memberikan gambaran perjalanan yang akan ditempuh oleh peserta EJ bersama dengan Yesus selama 9 bulan ke depan. Pengatar ini dibawakan oleh Pak Budi Handoko; ketua EJ Center.

Pak Budi (Ketua EJC).
Pengantar diawali dari Sejarah EJ di Indonesia yang dibawa oleh Pak Stanislaus M. Prasetyo yang mengikuti EJ di Amerika tahun 2001. Saat itu, Pak Pras diminta oleh Pastor Paroki St Monika, Pastor Yan Sunjata, OSC untuk membuat pembekalan pewarta di Paroki St Monika. Pak Prasetyo membawakan materi EJ yang masih berbahasa Inggris ke Pastor Yan. Pastor Yan menunjukkan ketertarikannya terhadap materi itu, dan mengizinkan penggunaannya sebagai pembekalan pewarta, yang diadakan perdana di tanggal 31 Mei 2001.
Setelah sejarah EJ, Pak Budi membahas Lukas 24:13-35 ayat demi ayat, yang direfleksikan di dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mengalami keadaan tertekan, depresi, kecewa, ketakutan, putus asa, dan bahkan kehilangan harapan, juga pernah atau bahkan sedang kita alami dalam hidup. Dalam kondisi itu, Yesus datang dalam perjalanan ini, tapi mereka tidak mengenal Yesus. Bagaimana dengan kita? Yesus datang dalam perjalanan hidup kita, dan sering kali kita pun tidak mengenal-Nya. Yesus kemudian menjelaskan Kitab Suci di sepanjang perjalanan itu. Mereka baru mengenalNya pada saat Ekaristi. Belajar dari kisah ini, maka melalui EJ ini, para peserta diajak untuk berjalan bersama dengan Yesus dengan merenungkan Kitab Suci, dan menghayati Ekaristi, sebagai perjumpaan dengan Yesus.

Pak Julius (pencipta mars EJ).
Seperti para murid, dengan memahami kitab suci, mereka menjadi berkobar-kobar. Setelah pengenalan Yesus dalam Ekaristi, mereka lansung kembali ke Yerusalem untuk mewartakan perjumpaan ini kepada murid yang lain, membawa kabar sukacita, membawa harapan yang awalnya telah sirna. Saat itu juga, sekalipun waktu sudah malam. Semangat ini mengatasi segala ketakukan. Kita pun sama, melalui EJ; dengan merenungkan Kitab Suci, berdoa, dan kehadiran Yesus yang nyata dalam Ekaristi; hidup kita pun diubah, menjadi berkobar-kobar, dan kemudian kita pun diutus untuk menjadi kabar sukacita bagi yang lain; menjadi berbuah untuk yang lain.

Penyerahan hadiah ke-3 lomba Biblio Foto.
Setelah pengantar yang disampaikan oleh Pak Budi, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Biblio Foto yang diadakan EJ Center dan pengenalan EJ Center. Profisiat untuk EJ Paroki Pinang karena berhasil meraih juara 3 dalam lomba Biblio Foto ini.
Testimoni

Testimoni Bu Heris.

Testimoni Pak Adi dan Bu Sisca.

Testimoni Bu Cecilia.
Acara selanjutnya, 3 orang Emmauser berbagi pengalamannya sebelum dan setelah mengikuti EJ. Yang pertama adalah Ibu Heris (EJ angkatan VIII) berbagi cerita tentang bagaimana EJ mengubah hidupnya menjadi lebih sabar di dalam mendidik anak-anaknya. Berikutnya Pak Adi dan Bu Siska (EJ angkatan IX) yang merupakan pasangan suami istri yang rindu untuk mengenal Yesus lebih lagi melalui Kitab Suci. Kerinduan ini terpuaskan di dalam EJ. Dan yang terakhir adalah bu Cecilia Aria (EJ angkatan IX), berbagi pengalaman bagaimana EJ mengubah dirinya karena ia seorang yang perfeksionis dan tegas, sehingga ketika ada yang salah tidak sesuai dengan harapannya, ia menjadi mudah meledak dan marah, menjadi seorang yang sabar menghadapi masalah dari sudut pandang yang berbeda, yaitu di mana ada kasih, di situ ada Tuhan Yesus.

Pengurus EJ Paroki Pinang, Romo Lamma, dan tamu dari EJC.
Setelah testimoni, Pak Valentinus Kuswantoro; ketua EJ Paroki Pinang; menyerahkan kenang-kenangan kepada pak Budi. Kenang-kenangan juga diserahkan oleh bu Lita selaku ketua SKSS kepada pak Julius.

Pemberian kenang-kenangan kepada Pak Budi.

Pemberian kenang-kenangan kepada Pak Julius.
Acara dilanjutkan dengan pengenalan anggota dan fasilitator setiap kelompok. Acara ini dipandu oleh pak Achilleus Sri Maryadi yang mengelola data EJ Paroki Pinang. Terdapat 18 kelompok offline dan 2 kelompok online. Acara ditutup dengan doa penutup oleh bu Maria Magdalena Nawangsih sebelum pembagian nasi kotak untuk makan siang. Tidak langsung pulang, banyak peserta foto bersama di booth foto yang sudah disediakan panitia.

Suasana penuh semangat menyanyikan lagu mars EJ.

Suasana penuh semangat menyanyikan lagu mars EJ.
Akhir kata, proficiat untuk panita angkatan X atas pelayanannya mulai dari menjaring peserta EJ Angkatan X, mempersiapkan dan menyelenggarakan misa pembukaan ini, yang secara resmi menandai awalnya EJ Angkatan X. Selamat juga untuk para peserta EJ Angkatan X, selamat memulai sebuah perjalanan menuju hidup mendasar bersama dengan Yesus. Tuhan memberkati.
Teks: Tim SKKS/ Foto-foto: Panitia