Romo Lammarudut Sihombing CICM, Romo Sylvester Asa CICM, dan Romo Roger CICM dari Kongo mempersembahkan Misa Minggu Palma di Gereja Pinang jam 08.30. Foto: Komsos/Walter Arya.
Hari Raya Minggu Palma merupakan pengenangan akan Tuhan kita Yesus Kristus yang dielu-elukan sebagai Raja yang gagah perkasa memasuki kota Yerusalem. Demikian Romo Matius Pawai CICM mengawali homili singkatnya pada Misa jam 16.30 di Gereja Santa Bernadet Paroki Pinang. Misa tersebut, sesuai jadwal yang dibuat panitia, merupakan Misa terakhir dari seluruh Jadwal Minggu Palma.

Misdinar Sabtu jam 18.30 di Pinang. Foto: Komsos/Kevin Meydio.
Namun Yesus sebagai Raja justru menampilkan kesederhanaannya dengan menaiki keledai pinjaman yang masih muda dan belum pernah dinaiki orang. “Sudah keledai muda, dalam tulisan yang lain masih ditambahkan betina pula,” terang Romo Matius sapaan akrabnya.

Misa Minggu Palma jam 06.00 di Pinang. Foto: Komsos/Rafaela Chandra.
“Maka pada hari ini ketika kita merayakan Minggu Palma kita bisa belajar dari keledai yang dinaiki Yesus. Keledai itu jauh dari istimewa, bahkan hanya sosok yang biasa-biasa saja, bahkan karena betina paling paling dipotong untuk dimanfaatkan dagingnya. Keledai itu menjadi luar biasa dan istimewa karena Tuhan memerlukannya (Markus 11:3),” lanjut Romo Matius.

Umat Minggu Palma di Sekolah Amore. Foto: Panitia Paskah.
Apalagi setelah Yesus menaiki keledai itu di seluruh jalan yang dilalui, orang-orang menghamparkan pakaiannya serta ranting ranting pohon. Tentu ini pengalaman luar bisa dan menggembirakan dari keledai tersebut.

Koor Fabiola tugas Minggu jam 08.30. Foto: Komsos/Walter Arya.
Maka, ujar Romo Matius, kalau ada orang bertanya kok ada orang-orang yang mau menjadi Ketua Lingkungan, Koordinator Wilayah, Ketua dan pengurus Seksi, anggota DPH dan banyak lagi komunitas-komunitas dan kategorial di Paroki ini jawabannya jelas ‘Tuhan memerlukannya’.

Minggu Palma Sabtu jam 18.30 di Pinang. Foto: Komsos/Kevin Meydio.
“Maka kalau Anda diminta untuk ikut ambil bagian dalam pelayanan di Paroki ini, belajarlah dari keledai ini. Tidak ada lagi alasan saya masih muda, saya tidak berpengalaman. Justru ketika Anda menerima tawaran ini Yesus akan berada di pundakmu dan semua akan terasa ringan dan membahagiakan. Hidupmu akan menjadi lebih bermakna dan berarti. Maka yuk mari kita ikut ambil bagian dalam tugas pelayanan di Paroki ini,” ajak Romo Matius.

Koor Isidorus tugas jam 06.00. Foto: Komsos/Rafaela Chandra.
Kalau beberapa hari ini kita melihat beberapa orang dari panitia yang sibuk mempersiapkan seluruh perayaan Pekan Suci, kata Romo Matius lagi, mereka bukanlah orang oarang yang kurang kerjaan atau pengangguran. Mereka melalukan itu semua karena Tuhan memerlukannya. “Saya tahu mereka juga orang-orang yang sibuk tetapi mau meyediakan waktu dan tenaganya untuk memberikan pelayanan bagi umat Tuhan di Paroki ini.”

Koor Monika tugas jam 17.00 di Sekolah Amore. Foto: Panitia Paskah.
Sesuai jadwal yang disebarkan Panitia Kriselia (Wil. Kristoforus dan Wil. Sesilia) perayaan Minggu Palma Paroki Pinang Gereja Santa Bernadet tahun 2024 terbagi di dua tempat, yakni di Gereja Pinang dan Sekolah Amore. Dengan jadwal Sekolah Amore hari Sabtu Jam 17:00 dan Hari Minggu Jam 07:00. Sementara di Gereja Pinang hari Sabtu Jam 18:30, hari Minggu Jam 06:00, Jam 08.30, dan Jam 16.30.

Umat di aula besar Gereja Bernadet Pinang Minggu jam 08.30. Foto: Komsos/Walter Arya.
Di akhir Misa Romo Matius berpesan inti dari perayaan hari Minggu Palma ini adalah sederhana dan rendah hati, mari kita terapkan semangat ini dalam hidup dan pelayanan kita setiap hari.
Pada Misa Minggu Palma terakhir juga diadakan upacara penerimaan Sakramen Inisiasi untuk 18 orang.

Romo Matius CICM dan Romo Christophe Bouvard dari Perancis dan para Katekis foto bersama 18 baptisan baru usai Misa Minggu Palma terakhir di Gereja Pinang. Foto: Komsos/ps.
Teks: Bambang Gunadi