Ada Bandeng Presto dan “Black Garlic” di Lapak Paskah Kriselia St Bernadet

5 Februari 2024
  • Bagikan ke:
Ada Bandeng Presto dan “Black Garlic” di Lapak Paskah Kriselia St Bernadet

Penjualan produk Kriselia untuk penggalangan dana Paskah.

“Ayo… ayo… dari makanan cemil-cemil sampai yang untuk nonton debat nanti sore ada,” ajak Ibu Corry Anggraini kepada umat yang baru selesai misa kedua untuk membeli kulineran Panitia Paskah Kristoforus-Sesilia (Kriselia) di pinggir parkiran motor Gereja Bernadet.

bu Corry==

Ibu Corry (berdiri tengah belakang) menyambut pengunjung.

Mendengar kata “debat” beberapa orang tersenyum geli, karena Minggu 4 Februari sore itu memang ada jadwal Debat Pamungkas Capres. Bu Corry seperti mendapatkan momentum bagus untuk jualan. Ia terus menawarkan berbagai produk kulineran ke umat sambil melambaikan tangannya, mengajak mereka mampir ke lapak kulineran.

bu puji INI BARU COVER===

Cuaca bersahabat, pengunjung lebih banyak.

“Ayo… ada nasi kebuli, babat gongso, pizza, mi goreng, nasi goreng, makanan kering, makanan basah…” kata Bu Corry dengan lantang tapi ramah dengan tetap berdiri di depan lapak kulineran. Bak sales beneran, warga Sesilia ini menawarkan produk-produk makanannya, menjelaskan jenis-jenis makanan yang dijual, dan terus berusaha berkomunikasi dengan calon-calon konsumen yang baru datang itu.

siap santap PAKAI---

Produk-produk siap santap untuk sarapan.

Andika Pratama dari Graharaya pagi itu membeli nasi goreng untuk sarapan. “Harganya lima belas ribu. Enak kok, topping-nya banyak. Top dah. Tapi kalau untuk selera aku bumbunya bisa ditambah sedikit lagi supaya rasanya lebih nendang,” kata Andika yang melahap habis nasi gorengnya di tempat karena keburu lapar.

sekretariat PAKAI--

Memborong kudapan ringan.

Dibanding hari Minggu sebelumnya, hari itu makanan-makanan yang dijajakan lebih bervariasi. Banyak makanan siap santap yang cocok untuk sarapan pagi dengan banderol Rp 15.000-an. Ada makanan tradisional, ada kudapan kekinian aneka rasa yang menggoda selera, dan ada pula kuliner legendaris seperti bandeng presto dan babat gongso.

KOMPAK--PAKAI

Ibu-ibu dari Kriselia menawarkan jualan Rp 15.000-an.

Bandeng presto konon masakan asli Juwana tapi karena banyak orang berburu kuliner ini ke Semarang banyak yang mengira makanan ini asli ibu kota Jawa Tengah itu, sedang babat gongso yang berbahan dasar babat sapi memang kuliner khas Semarang.

Fergio Dwijayanto, yang akrab disapa Egi, datang menawarkan bandeng presto bikinan orangtuanya. Ketua OMK Sesilia ini dengan ramah menawarkan bandeng-bandeng duri lunak dengan berbagai variasi rasa. Harganya pun cukup bersaing menurut ukurannya, ada yang Rp 15.000, Rp 25.000, dan Rp 35.000. “Kalau durinya tidak lunak, dikembaliin aja,” candanya.

ibu Lena PAKAI

Ibu Lena dari Sesilia menawarkan black garlic.

Bukan hanya makanan-makanan pemuas perut yang dijajakan, tapi juga produk yang sudah lama jadi perhatian para herbalis, yaitu bawang hitam tunggal atau black garlic. Konon obat herbal hasil fermentasi ini banyak khasiatnya untuk kesehatan, seperti mengontrol gula darah, kolesterol, tekanan darah, diabetes, stamina, dll. Produk ini dibanderol Rp 100.000 untuk satu stoples berisi 250 gram.

Elsa2 PSKSI INI==

Keluarga muda pasangan Elsa-Gandung, keduanya kru Komsos, berpartisipasi dalam penggalangan dana Paskah dengan membeli produk Kriselia.

Pagi itu ibu-ibu Wilayah Kristoforus dan Sesilia kompak menjaga lapak-lapak kuliner. Mereka melayani para pembeli dengan ramah. Terdengar suara riuh ketika terjadi transaksi jual-beli, kadang ditimpali canda tawa. Wakil Ketua II DPH Ibu Widi Astuti sempat datang melongok sebentar lapak-lapak penggalangan dana Paskah tersebut.

standing flyer PAKAI--

Promosi Kriselia di pojok tempat parkir motor.

Ketua Panitia Paskah Kriselia Rawuh Harsongko mengatakan, untuk Minggu 11 Februari 2024 lapak kuliner Kriselia libur dulu karena hari itu ada Festival Kuliner Nusantara Paroki Pinang untuk menyambut HUT Gereja Santa Bernadet ke-34. Lapak baru akan buka lagi minggu berikutnya.


Klik SEGITIGA PUTIH, lalu SEGERA klik tulisan Youtube di kanan bawah untuk mendapatkan gambar yang lebih bagus

Teks: ps/ Foto-foto: ps, Andika/ Video: Steven Andika

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna