Umat menghambur ke lapak-lapak kuliner usai misa.
Beberapa saat setelah misa kedua selesai, puluhan umat menghambur ke lapak-lapak kuliner persiapan Paskah. Suasana yang sebelumnya sepi mendadak heboh oleh suara orang jual-beli. Dengan senyum dan tawa Ibu-ibu Wilayah Kristoforus melayani para pengunjung yang membeli berbagai macam penganan yang dijajakan.

Sebelum hujan turun lapak-lapak masih ramai.
Yang dijajakan umumnya makanan-makanan siap-santap seperti nasi bakar, paketan nasi ayam crispy plus air mineral, dim sum, yang cocok buat sarapan pagi. Ada juga kudapan-kudapan ringan seperti kacang bawang, kue-kue kering, kastengel, rengginang, peyek, jeruk medan, gorengan, dll. Dijamin harga terjangkau. Kalaupun tidak bawa uang tunai cukup bisa bayar lewat aplikasi QRIS.

Bisa bayar lewat aplikasi QRIS.
Pagi itu, Minggu 28 Januari 2024, ibu-ibu Wilayah Kristoforus mendapat giliran tugas menjaga lapak-lapak kuliner persiapan Paskah. Ini salah satu upaya penggalangan dana Panitia Natal-Paskah 2024 Paroki Pinang dengan panitia Wilayah Sesilia dan Kristoforus yang melibatkan UMKM umat. Pada umumnya produk kuliner yang dijajakan bikinan atau kreasi sendiri. Penjagaan lapak digilir di antara bapak-bapak dan ibu-ibu dari kedua wilayah tersebut.

Area parkir motor dilihat dari sisi lapak kuliner.
Sayang sekali, tak lama setelah lapak-lapak dikerubuti pengunjung pagi itu turun hujan sedang di Pinang, sehingga banyak umat yang tidak bisa mampir ke sana kecuali berpayung atau nekat lari menerjang hujan. Banyak umat yang buru-buru pulang atau berteduh menunggu hujan reda sambil ngobrol atau diam termangu. Beruntung kuliner yang dijajakan umumnya makanan kering sehingga masih bisa dijual lain waktu.
Salah seorang anggota tim dana panitia Natal-Paskah 2024 Sesilia-Kristoforus Ignatius Indra Gunawan yang ditemui pagi itu mengatakan bahwa kulineran yang dijaga oleh ibu-ibu itu baru mulai Sabtu-Minggu pekan sebelumnya. “Panitia sedang mulai mengumpulkan pundi-pundi dana untuk persiapan Paskah 2024 mulai Januari ini,” kata Pak Igun, sapaan akrab umat Wilayah Sesilia itu.

Ignatius Indra Gunawan dari Sie Dana.
Pak Igun bersyukur karena Paroki sudah menyediakan tempat kulineran yang bagus dan nyaman di pinggiran area parkiran motor. Sebagai anggota tim dana ia tahu, pengeluaran dana untuk Paskah cukup besar, bisa ratusan juta rupiah. Namun ia juga tahu, sudah hampir menjadi rahasia umum bahwa pada akhirnya Paroki yang akan membereskan persoalan itu. “Dalam penggalangan dana, panitia memberikan subsidi saja, dan kita tidak mematok target harus mendapat berapa,” kata Pak Igun.

Kerjasama dengan keamanan, ada jalan di depan lapak.
Berkaitan dengan hal itu, menurut Pak Igun, yang lebih penting di balik persoalan dana adalah partisipasi kreatif umat sebagai anggota Gereja dalam menyambut perayaan Paskah. Panitia tidak hanya memberi kesempatan ibu-ibu untuk bebas berkreasi dalam membuat kuliner yang dijajakan, melainkan juga peluang kaum muda untuk membuat kreasi desain kaos-kaos yang akan dijual. Termasuk bagaimana cara menjual buku Ziarah Batin agar umat tertarik untuk membeli.
“Kita akan terus melakukan penggalangan dana sampai menjelang Paskah, bahkan terus sampai Natal nanti meski tidak harus setiap minggu. Diharapkan seluruh umat berpartisipasi dengan membeli produk-produk yang dijual, sehingga dalam merayakan Paskah nanti semuanya merasa ikut terlibat sebagai anggota komunitas Gereja,” tandas Pak Igun.

Wilfridus Josef Rawuh Harsongko, Ketua Panitia.
Sementara itu Ketua Panitia WJ Rawuh Harsongko yang juga Korwil Kristoforus mengatakan masih terus mencari cara agar tempat kulineran yang bagus itu semakin menarik dilalui orang. Kerjasama dengan pihak keamanan (parkir) sudah dilakukan sehingga jalanan di depan tempat itu cukup lebar untuk dilalui orang.

Jalanan depan lapak sepi lalu-lalang orang.
Namun tempat itu masih terhalang deretan parkir motor sehingga terkesan kurang strategis. Minggu sebelumnya, cerita Mas Rawuh, penjaja kuliner terpaksa jemput bola dengan berkeliling menemui umat yang baru selesai misa sambil membawa barang jualan atau mengajak mereka mampir ke lapak-lapak kuliner tersebut. Ia berharap, ke depan umat semakin aktif berpartisipasi dengan mau membeli apa yang dijajakan.
Klik SEGITIGA PUTIH, lalu SEGERA klik tulisan Youtube di kanan bawah untuk mendapatkan gambar yang lebih bagus.
Teks: ps/Foto-foto: Steven, ps/Video: Steven