Romo Matius melelang hasil karya Penta dalam misa blusukan.
Salah satu anggota Paguyuban Umat Berkarunia Khusus (UBK) adalah Patricia Penta Pax Irianta, yang biasa disapa Penta. Ia adalah puteri Pak Agustinus Suprihadi dari Lingkungan Antonius 1, Ketua Paguyuban UBK Paroki Pinang.

Penta (kanan) di Gereja Katedral dengan orangtuanya Ibu Martina Dyah.
Penta adalah alumnus SKh (masih SLB) Sang Timur. Sebagai penyandang tunarungu Penta dari sekolah itu antara lain belajar berkomunikasi dengan orang lain dengan membaca mimik muka lawan bicaranya. Dengan cara itulah ia bersosialisasi. Di dalam pergaulan orangtuanya berusaha memperlakukannya secara wajar sebagai anak.

Penta (gaun merah maroon), kedua orangtuanya, dan umat lain.
“Penta itu dalam pergaulan biasa saja. Kalau ketemu saya ya mengajak salaman seperti anak-anak lain. Di rumah, dia tidak lalu menyembunyikan diri tetapi keluar membaur, menemui kalau ada orang yang datang,” kata Ibu Maria Titik dari Wilayah Antonius bercerita.

Tas-tas dan aksesori lain hasil karya Penta dan yang masih dalam proses.
Salah satu keterampilan Penta adalah membuat tas rajut dari tali kur. Keterampilan ini membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan ketelitian.
Ketika November 2022 Romo Matius melakukan “misa blusukan” di Lingkungan Antonius 1 dalam rangka menggalang tambahan dana pembangunan gereja, dua tas tali kur karya Penta dilelang, masing-masing Rp 400 ribu. “Jadi dua tas tali kur itu laku Rp 800 ribu dan semuanya disumbangkan untuk pembangunan Gereja Bernadet,” cerita Pak Agus.

Piagam Penghargaan untuk Penta atas sumbangannya.
Atas sumbangan itu Paroki Pinang memberikan apresiasi tinggi kepada Penta sebagai penyumbang karya, berupa Piagam Penghargaan yang ditandatangani oleh Romo Matius Pawai CICM. Namun membuat tas tali kur hanya salah satu keterampilannya. Penta juga menjahit syal untuk anggota koor Lingkungan Antonius 1, Filius Dei.

Penta menjahit syal untuk disumbangkan kepada koor Filius Dei.
Sebagai seorang ayah, Pak Agustinus Suprihadi merasa amat bersyukur penuh sukacita karena Penta dalam keterbatasannya tetap bisa menyumbangkan sesuatu bagi Gereja dari pengembangan talenta yang dimilikinya, baik di tingkat Lingkungan maupun Paroki.

Syal hasil karya Penta untuk koor Antonius 1 Filius Dei.
Teks: ps/ Foto-foto: dokumentasi Keluarga