Paguyuban Umat Berkarunia Khusus Paroki Pinang Terbentuk

15 Januari 2024
  • Bagikan ke:
Paguyuban Umat Berkarunia Khusus Paroki Pinang Terbentuk

Anggota UBK foto bersama usai misa.

“Dalam kacamata iman, lebih tepat menyebut anak-anak ini sebagai anak-anak berkarunia khusus daripada anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka mengharapkan kasih Allah melalui cinta kasih orangtua dan orang-orang di sekitarnya.”

Hal tersebut disampaikan Uskup Agung KAJ Ignatius Kardinal Suharyo dalam homili Misa Penerimaan Sakramen Krisma kepada 60-an anak berkebutuhan khusus yang terdiri dari siswa-siswi SKh Sang Timur, SLB Tri Asih, Paroki MKK, Ciledug (Pinang), dan Alam Sutera di Gereja Santa Bernadet Pinang, Rabu, 5 Februari 2020. (santabernadet.id/home/post/652-653)

UBK dan pengurusnya Iserta Agustinus Suprihadi ketua PAKAI INI

UBK dan pengurusnya. Insert: Ketua UBK Agustinus Suprihadi.

Lebih dari tiga tahun kemudian, tepatnya10 Desember 2023,  Paguyuban Umat Berkarunia Khusus (UBK) Paroki Pinang terbentuk; beranggotakan umat berkebutuhan khusus yang umumnya alumni SKh Sang Timur dan orangtua atau saudaranya sebagai pendamping.

Terpilih sebagai Ketua Paguyuban UBK Agustinus Suprihadi—biasa disapa Pak Agus—dari Lingkungan Antonius 1 yang mempunyai anak perempuan berkarunia khusus.

romat memberkati PAKAI INI

Romo Matius memberkati umat berkarunia khusus.

Seiring terbentuknya Paguyuban UBK itu Gereja Santa Bernadet memperingati Hari Disabilitas Internasional dengan Perayaan Ekaristi yang dihadiri umat berkarunia khusus dan umat lainnya serta dipersembahkan oleh Romo Matius Pawai CICM dan Romo Jufri Kano CICM. Kedua Imam itu memberikan doa dan berkat bagi umat berkarunia khusus tersebut satu per satu.

lansia laki PAKAI INI

Umat berkarunia khusus yang sudah sepuh.

Sesudah misa diadakan acara gembira bersama dengan membagikan hadiah dan bingkisan kepada anak-anak UBK di aula kecil. Ikut meramaikan suasana, dengan bantuan Sie PSE, bazar makanan dan hasil kerajinan karya anak-anak UBK di samping gereja.

bazar1 PAKAI INI

Bazar meramaikan Misa Disabilitas Internasional.

Bersyukur

Ketika dihubungi secara terpisah awal Januari ini, Pak Agus mengungkapkan rasa syukurnya karena Paroki Pinang telah menunjukkan kepedulian kepada UBK dan  pembentukan Paguyuban UBK adalah amanat KAJ. Keseriusannya tampak pada perhatian DPH lewat Sie Katekese yang merupakan lingkup pelayanan Bidang Pewartaan.

Sebelum terbentuknya Paguyuban UBK Pinang, Pak Agus kerap membawa anaknya ke KAJ ketika diundang atau paroki-paroki yang sudah punya komunitas UBK seperti Gereja Sanmare Bintaro. Di tempat-tempat itulah anaknya bertemu dengan anak-anak berkarunia khusus lainnya serta mendapat pelatihan keterampilan sesuai talentanya.

anak-aak UBK usai misa disabilitas PAKAI INI

UBK berfoto bersama sesudah misa.

Sejauh ini data di Paroki Pinang menunjukkan ada 29 orang berkarunia khusus dengan karunia yang berbeda-beda. Sie Katekese St Bernadet memberikan perhatian kepada UBK sesuai bidangnya, yaitu secara khusus merawat perkembangan iman mereka agar bertumbuh dengan baik.

Sementara itu Pak Agus berharap dengan terbentuknya Paguyuban UBK frekuensi pertemuannya ditingkatkan, misalnya ada misa setiap ulang tahun paguyuban atau pertemuan sebulan sekali.

Standing PAKAI INI

Standing flyer tentang informasi UBK Pinang.

Kecuali diberi bimbingan dalam kehidupan imannya lewat Sie Katekese, Pak Agus juga berharap anak-anak UBK diarahkan agar semakin bisa hidup mandiri. “Misalnya diberi pelatihan keterampilan sesuai talentanya seperti di paroki lain,” katanya. Dengan begitu, harapnya, Paroki Pinang menjadi paroki yang ramah UBK.

Album foto dan video misa Hari Disabilitas Internasional klik di bawah ini.
https://drive.google.com/drive/folders/1BmrUUyB8rIPbb3gO5Z4jzH3g18PsdHC6?usp=sharing

 

Teks: Theresia EM, Theodora Aywein, ps/ Foto-foto: Sie Katekese/Pengurus UBK/Album Uploader: Jassen

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna