Lagi, Gusdurian Mengunjungi Umat Santa Bernadet di Malam Natal

31 Desember 2023
  • Bagikan ke:
Lagi, Gusdurian Mengunjungi Umat Santa Bernadet di Malam Natal

Romo Matius menerima bunga-bunga dari Gusdurian.

Pada malam Natal 24 Desember 2023 belasan orang muda Gusdurian Kota Tangerang mengunjungi  Gereja Santa Bernadet untuk membawa pesan toleransi dengan mengucapkan Selamat Natal. Mereka tiba sekitar satu jam sebelum misa kedua dimulai pukul 20.00.

Angkt bunga romat PAKAI

Romo Matius mengangkat tinggi-tinggi bunganya.

Sesudah diberi tahu tentang kedatangan komunitas Gusdurian tersebut, Pak Edwin Suryadi dari pihak Panitia Natal 2023 ISIMAS segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengakomodasi maksud baik kedatangan mereka dengan tetap memperhatikan kelancaran jalannya liturgi.

spanduk  PAKAI

Generasi muda Gusdurian foto dengan spanduknya.

Ditemui di teras gereja, Pak Edwin masih mondar-mandir dan berbicara dengan beberapa orang seperti Pak Thomas Girsang, anggota DPH Korbid Kesaksian yang antara lain membidangi Sie Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) untuk memastikan semuanya berjalan baik.

Romo Lamma PAKAI

Gusdurian hendak menyerahkan bunga kepada Romo Lamma.

Tak lama setelah diterima Romo Lammarudut Sihombing CICM di tangga depan pintu utama gereja, kaum muda Gusdurian itu kemudian berjalan keliling dengan tebaran senyum untuk membagi-bagikan kuntum-kuntum bunga mawar merah dan putih sebagai simbol persahabatan dan kasih kepada umat yang hendak mengikuti misa, termasuk yang di aula bawah. 

arya 1 PAKAI

Umat yang hendak mengikuti misa menerima bunga.

Beberapa saat sebelum misa Malam Natal kedua dimulai Romo Matius Pawai CICM didaulat untuk menerima bunga-bunga mawar merah dan putih dari komunitas Gusdurian di teras gereja depan pintu utama. Sebagian besar lampu sudah dimatikan karena misa akan segera dimulai.

EDwin PAKAI

Pak Edwin ( ISIMAS) menginformasikan kedatangan Gusdurian.

Sesudah mengucapkan limpah terima kasih, Romo Matius mengangkat tinggi-tinggi bunga-bunga itu sebelum masuk gereja bersama puluhan petugas liturgi dan umat di dalam gereja yang menyaksikannya lewat videotron serentak bertepuk tangan meriah. Malam itu Romo Matius memimpin misa bersama seorang pastor tamu dari tarekat CICM.

Arya 3 PAKAI

Berkeliling untuk membagikan bunga kepada umat.

Sahabat lama

Hubungan Gusdurian dengan umat St Bernadet merupakan jalinan sahabat lama. Sudah beberapa kali komunitas Gusdurian datang ke Gereja Bernadet untuk mengucapkan Selamat Natal. Mereka juga bersahabat dengan OMK St Bernadet. Bahkan pada 27 Juli 2019, misalnya, Gusdurian bersama OMK St Bernadet, dan Sie HAAK mengadakan kegiatan bersama bersih-bersih gereja.

Arya 6 Wafer PAKAI

Kepada anak-anak juga dibagikan wafer.

Pada Misa Malam Natal 24 Desember 2020, ketika wabah Covid-19 masih melanda dan kuota misa umat masih sangat dibatasi, sejumlah sahabat Gusdurian juga menyempatkan diri datang ke Gereja Bernadet untuk mengucapkan Selamat Natal. Begitu juga pada 24 Desember 2022.

Romo Lamma dan Sahabat Gusdurian th 2020 pandemi

Kunjungan Natal Gusdurian di masa Covid-19, Natal 2020.

Pak Bambang Gunadi (Ketua Sie Liturgi) berterima kasih lewat percakapan WA atas kehadiran generasi muda Gusdurian di Gereja Bernadet pada 24 Desember 2023 kepada sahabatnya, Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Kota Tangerang Yana Karyana, pada hari berikutnya. “Siap, sudah seharusnya kami menjaga ajaran guru kami, Gus Dur,” jawab Kang Yana, sapaan akrabnya.

Gusdurian Tangerang dan OMK St Bernadet kompak 27 juli 2019

Gusdurian dan OMK usai bersih-bersih gereja , Juli 2019.

Pak Edwin yang pernah menjadi anggota tim PPRI Gereja Bernadet mengatakan bahwa Gusdurian Kota Tangerang tidak bisa dilepaskan dari proses pencarian izin dan dukungan pembangunan gereja. Umat akhirnya mesti sadar bahwa masyarakat bisa menerima karena ada dukungan dan empati baik dari lingkungan dekat atau warga sekitar, maupun lingkungan jauh seperti Gusdurian.

sahabat-sahabat gusdurian dan romo lamma 2022

Romo Lamma dan Gusdurian, Natal 2022, di gereja baru.

“Karena itu hubungan umat dengan lingkungan harus tetap dirawat, baik lingkungan dekat maupun lingkungan jauh dengan menunjukkan simpati kita. Membina jalinan dengan lingkungan jangan berhenti dengan selesainya gedung gereja. Menurut saya, Sie HAAK punya peran penting dalam hal ini,” katanya.

Teks: ps/Foto-foto: Walter Arya, dok. Komsos

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna