Foto bareng peserta BEP 15 Desember 2023 di Aula Pinang.
Komunitas BEP Sanberna mengakhiri kegiatan tahun 2023 hari Jumat, 15 Desember lalu, di Aula Pinang dengan peserta 29 orang. Mereka akan mulai kegiatan kembali pada 5 Januari 2024 sesudah liburan Natal dan Tahun Baru.

Sebagian peserta tampak semangat mengikuti BEP.
BEP Sanberna sudah ada di Pinang sejak Mei 2018. Kelahirannya dibidani oleh sejumlah pensiunan Kompas-Gramedia yang sebelumnya telah membentuk rumah Sehat Bio Energy Power Kompas-Gramedia (rS BEP KG). Sebagai cabangnya, BEP Sanberna disebut rS BEP KG Plus. Label “Plus” berarti cabang dari BEP KG. Ini berlaku untuk puluhan cabang lain yang mereka buka di berbagai tempat.

Salah satu dari tiga gerakan yang harus dilakukan.
Perkembangan jumlah peserta aktif BEP (BEPer) Sanberna mengalami pasang surut. Pernah tembus angka 70 pada masa-masa awal tetapi seiring perjalanan waktu rata-rata kehadiran stabil berkisar 30-40 orang. Dengan promosi gethok tular (dari mulut ke mulut) peserta BEP Sanberna tetap bertumbuh dengan peserta dari berbagai latar belakang.

Gerakan-gerakan ringan harus dilakukan dengan serius.
Sepanjang perjalanannya, Latihan Bersama (Latber) BEP Sanberna dihadiri peserta dari Paroki Bintaro, Paroki Alam Sutera, dan komunitas BEP non-paroki, baik sebagai pelatih maupun peserta yang menyemarakkan sekaligus bisa memberi suntikan semangat. Sebaliknya beberapa BEPers Sanberna juga melakukan “kunjungan balasan” ke paroki atau non-paroki lain tersebut untuk Latber.

BEP terbuka untuk peserta dari berbagai latar belakang.
Karena sifatnya terbuka, seperti di tempat-tempat lain BEP Sanberna juga menjadi kegiatan lintas agama dan lintas usia. Walaupun merupakan subkegiatan Komunitas Senior Simeon-Hanna Santa Bernadet, anggotanya beragam usia, dari 47 tahun hingga di atas 70 tahun.

Bergerak secara seragam dan kompak penting.
BEP atau Bio Energy Power adalah kegiatan mengkombinasikan Olah Nafas dan Olah Gerak (ON-OG) yang dibenarkan dari sisi teori medis. ON akan melipatgandakan besaran energi dalam tubuh, sedang OG akan menempatkan energi yang besar itu ke bagian-bagian tubuh tertentu yang akan membangkitkan kemampuan penyembuhan diri (self healing/autotherapy).

Perlu pemandu untuk melakukan ON-OG yang benar.
Salah satu dokumen BEP KG menyebutkan, penemu BEP Harry Jauhari Angga mengatakan bahwa BEP tidak dirancang untuk segera menyembuhkan penyakit, tetapi untuk membangkitkan kembali kemampuan tubuh dalam mengobati dirinya sendiri (self healing).

Foto-foto usai Latber sudah jadi tradisi menyenangkan.
Sejumlah testimoni BEPers Sanberna dalam berbagai kesempatan menjelaskan hal tersebut. Ada yang vertigonya sembuh setelah lama mengikuti BEP. Peserta lain menceritakan, dokter jantungnya meminta dia mengurangi jumlah obat jantung yang harus dikonsumsi.
Sementara itu salah seorang penderita stroke mengaku dirinya lebih sehat setelah ikut BEP sehingga lebih bersemangat hidupnya, dan dokternya minta frekuensi kunjungan ke dokter dikurangi. Masih ada kesaksian-kesaksian lain mengenai peningkatan kesehatan sesudah rajin melakukan ON-OG BEP.

Melepas dahaga dan menyantap snack usai Latber.
Di samping itu ada beberapa BEPers yang bisa mentransfer pelipatgandaan energi dalam dirinya untuk membantu penyembuhan penyakit orang lain, baik sendiri maupun bersama-sama.

Berbagi cerita usai Latber bisa bangkitkan energi positif.
Sebagai ajang berkumpul BEP juga berpotensi menumbuhkan energi-energi positif ketika para peserta bersilaturahim, saling berbagi cerita, dan bercanda. Walaupun demikian, untuk mencapai hasil optimal tetap diperlukan disiplin berlatih secara benar, berpikir positif, dan asupan nutrisi bermutu.

Masa-masa awal kelahiran BEP Sanberna tahun 2018.
Untuk jadi peserta BEP Sanberna mudah. Peminat bisa langsung datang ke area parkir/Aula Pinang hari Jumat untuk mengikuti Latber sekitar 1,5 jam mulai jam 09.00. Tidak dipungut biaya. Peserta baru akan dilatih lebih dulu oleh guru/pelatih bersertifikat. Kini BEP Sanberna mempunyai 6 pelatih bersertifikat, yaitu Pak PD Subagya, Pak Sumarlan, Bu C Henny Agus, Bu Agnes Hariyastini, Pak Gatot Untoro, dan Pak Steven Andika Pratama
Sampai jumpa tahun depan!
Klik Youtube untuk mendapatkan gambar lebih baik.
Teks: ps, dokumen BEP KG/ Foto-foto: BEPers Sanberna/ Video: Steven Andika Pratama/ Heru Hermawan