Foto bersama pewarta dan peserta seminar Mengenal Verbum Domini dalam rangka BKSN 2023.
Kamis, 28 September 2023 – Dalam rangka Festival Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2023, Paroki Pinang mengadakan seminar Mengenal Verbum Domini (Sabda Tuhan) yang dihadiri oleh lebih dari 80 peserta dari umat Katolik yang berasal dari beragam paroki, diantaranya Paroki Tangerang, Paroki Kelapa Gading, Paroki Jatiwaringin, Paroki Cikupa, Paroki Harapan Indah Bekasi dan lain lagi. Seminar ini diadakan di aula kaca bawah gereja Santa Bernadet dengan dukungan dari Komunitas Verbum Domini (KVD), yaitu komunitas pencinta kitab suci di bawah naungan Keuskupan Agung Jakarta.

Acara dipandu oleh MC yang sangat bersemangat yaitu Ibu Ninik yang langsung mengajak para peserta untuk berjoget bersama untuk mencairkan suasana. Setelahnya, para peserta diajak masuk ke dalam sesi pembukaan dimulai dengan doa pembuka dari Ibu Wati Mandiro, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan yang dibawakan oleh Ketua Panitia Festival BKSN 2023, Bapak Dion Widia serta Ketua Komunitas Verbum Domini, Ibu Lidia.

Materi utama yang dipaparkan dalam seminar ini dibawakan oleh Bapak Karel Wunardi, seorang Emmauser serta aktivis dari Komunitas Verbum Domini. Dalam sesi yang dibawakan sekitar 1 jam ini, beliau membahas 3 hal utama yang menjadi dasar dari pemahaman Verbum Domini (Firman Tuhan), yaitu Verbum Dei, Verbum Ecclesia, dan Verbum Mundo.

Berdasarkan landasan dokumen Dei Verbum yang diterbitkan Konsili Vatikan II secara resmi oleh Paus Paulus VI pada 18 November 1965, gereja mulai mengajarkan betapa pentingnya hidup orang beriman untuk mendengar, mengenal, dan mewartakan wahyu Ilahi serta berpengharapan di dalamnya.
Verbum Dei yang dianalogikan sebagai biji yang ditanam, seiring waktu bertumbuh menjadi pohon dan menghasilkan buah yang matang dalam bentuk Verbum Domini, seperti perjalanan Firman Allah yang telah ada sejak semula dan “menjadi daging” lewat kehadiran Kristus.
Verbum Dei membahas mengenai sabda Allah yang hidup dimana dalam iman Kristiani, kitab suci yang berisi sabda Allah ialah firman yang bukan hanya dapat didengar tetapi memiliki wajah, yaitu Yesus dari Nazaret. Tetapi ketika kesadaran kita tentang ilhamnya menjadi lemah, kita berisiko membaca Kitab Suci sebagai objek keingintahuan historis dan bukan sebagai karya Roh Kudus di mana kita dapat mendengar Tuhan sendiri berbicara kepada kita.
Melalui kuasa Roh Kudus, Firman Tuhan berbicara, menantang, dan memanggil kita untuk masuk ke dalam dialog cinta yang intim dengan-Nya. Dari situlah kita dapat dibentuk oleh Firman-Nya.
Selanjutnya, Verbum Ecclesia membahas Firman dan Ekaristi yang begitu dalam terikat bersama sehingga kita tidak dapat memahami yang satu tanpa yang lain; Firman Allah secara sakramen mengambil daging dalam peristiwa Ekaristi. Ekaristi membuka kita agar memahami Kitab Suci, sama seperti Kitab Suci yang menyinari dan menjelaskan misteri Ekaristi. Kalau kita tidak mengakui kehadiran nyata Tuhan dalam Ekaristi, pemahaman kita mengenai Kitab Suci pun tidak sempurna. Karena alasan ini “Gereja menghormati Firman Allah dan misteri Ekaristi dengan penghormatan yang sama.”
Terakhir, Bapak Karel Wunardi pun membahas mengenai Verbum Mundo, yaitu pewartaan Firman Tuhan kepada dunia yang bukan saja menjadi misi dari gereja, tetapi juga misi hidup umat beriman. Lebih dari mengambil peran dalam masyarakat untuk memberitakan Injil, Verbum Mundo juga mengajari kita menghayati tanggung jawab hidup untuk melakukan Firman.
Gereja sungguh yakin bahwa sabda Allah mampu berbicara kepada seluruh umat manusia dalam konteks budaya mereka sendiri sehingga dapat melampaui batas-batas budaya individu untuk menciptakan persekutuan sejati di antara orang-orang yang berbeda.
Bahasan yang cukup dalam ini kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Komunitas Verbum Domini oleh dr. Irene Setiadi, pengurus dan pengawas di YLAI yang juga seorang pewarta, katekis, misionaris dan aktivis kemanusiaan. Dicetuskan pada 15 Oktober 2016 di Lembaga Alkitab Indonesia, komunitas ini lahir dari kerinduan akan bertambahnya umat Allah yang semakin mencintai sabda-Nya agar memiliki wadah untuk memperoleh pengajaran, berkarya di tengah gereja, serta membantu mereka yang membutuhkan.

Komunitas Verbum Domini ini menyatukan peserta dari berbagai paroki, salah satunya paroki Pinang. Salah satu peserta dari paroki Pinang diminta untuk berbagi pengalamannya dalam mengikuti kegiatan komunitas KVD.
Acara seminar pun diakhiri dengan doa penutup dari Ibu Yenny Sutjipto dan kata penutup dari Ketua SKKS Paroki Pinang, Ibu Lita Noviana sekaligus menutup rangkaian acara BKSN 2023. Syukur kepada Tuhan atas lancarnya seluruh kegiatan mulai dari sosialisasi, festival lomba, seminar, serta pertemuan lingkungan dalam rangka BKSN 2023.


File powerpoint dari pembicara dapat diklik di sini.
Teks dan Foto: Tim SKKS