Romo Lammarudut Sihombing CICM turut diperiksa darahnya.
Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dalam hidup kita. Itu sebabnya, dalam memperingati Hari Ulang Tahun Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang ke 33 tahun 2023 ini, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mengadakan bakti sosial untuk tes kesehatan berupa cek angka kolesterol, asam urat, gula darah, serta skrining mata untuk katarak.
Fransiska Minna, Ketua Bidang Kesejahteraan Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang menjadi penanggungjawab acara bakti sosial, mengatakan ada beberapa alasan mengapa penyelenggara memilih pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol.
“Karena masih banyak orang yang tidak tahu kondisi kesehatan diri sendiri. Jika diminta cek darah ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan, ada yang takut mengeluarkan biaya besar,” jelasnya. Ada pula kalangan yang sudah tahu pentingnya pemeriksaan diri secara rutin, tapi takut mau melakukannya atau justru meremehkan.
Menurut Minna, pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol merupakan indikator yang sering diremehkan karena gejala-gejalanya acapkali tidak berasa. Jika sudah timbul gejala, ternyata penyakitnya sudah berat dan memerlukan penanganan medis yang lebih lanjut.
.jpg?1690686138812)
Peserta baksos cek kesehatan sudah berdatangan sejak pukul 08.00 pagi. Tampak Ketua Komunitas Simeon-Hanna (warga senior) Ibu Herawati Manurung (belakang ke-3 dari kanan) ikut antre.
Nah, kali ini, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet bekerjasama dengan RS Brawijaya Hospital Tangerang serta membuka kesempatan cek kesehatan untuk 150 orang. Bakti sosial diadakan di ruang bawah Gereja Santa Bernadet Pinang, pada Sabtu, 22 Juli 2023 mulai pukul 9 pagi.
Untuk cek kolesterol dikenai biaya Rp 25.000. Adapun cek tekanan darah, kadar gula darah, asam urat serta skrining mata, gratis. Pendaftaran untuk mereka yang berminat sudah dibuka melalui para ketua ranting Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet pada 13 Juli 2023.
Dari deretan nama yang didaftarkan, 145 orang datang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan tersebut. Beberapa peserta sudah siap di Gereja Santa Bernadet Pinang sejak pukul 8 pagi.
“Saya sudah lama sekali tidak periksa seperti ini,” ucap seorang Ibu yang sudah lanjut usia, ketika menjalani pemeriksaan darah untuk kolesterol, gula darah, dan asam urat. Saat tahu hasilnya bagus semua, langsung ucapan syukur terlontar dari bibirnya. “Puji Tuhan, bagus semua ya,” kata dia.
Romo Lammarudut Sihombing CICM juga tampak bergabung sebagai salah satu peserta bakti sosial kesehatan ini. Romo Lamma juga dengan ramah menyapa para peserta lain yang sedang mengantri. “Wah, semoga bagus semua ya…” ujar Romo saat menanti giliran untuk cek darah.

Baksos Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet diikuti 145 peserta.
Satu orang Bapak tampak terhenyak ketika melihat hasil cek gula darahnya ternyata jauh melebihi batas untuk bisa dibilang sehat. Dia hanya diam, ketika Intan, petugas dari RS Brawijaya menjelaskan satu per satu angka di monitor alat. “Ini kadar gula darahnya tinggi ya, Pak. Kalau asam urat dan kolesterolnya masih di bawah normal,” kata Intan. Si Bapak tak berkata-kata, hanya meraih kertas bertuliskan hasil tes dan memandanginya lama.
Bukan hanya Bapak tersebut yang kaget saat mendapatkan hasil cek kesehatan, beberapa orang juga terkejut karena mendapati ternyata kadar kolesterol, gula darah, asam urat, bahkan tekanan darahnya ternyata tinggi. “Wah, kok kolesterol saya tinggi ya .. padahal saya tidak pernah makan masakan yang pakai santan-santan,” kata seorang Bapak berusia 71 tahun sambil bangkit dari kursi pemeriksaan.
Minna mengatakan, peserta bakti sosial yang diadakan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet ini sangat antusias karena gratis. “Kalau pun bayar, untuk cek kolesterol juga cukup terjangkau,” tuturnya. Ia juga bilang, ternyata banyak peserta yang kaget dengan hasil pemeriksaan yang mereka dapatkan, baik hasil yang bagus atau di atas ambang normal.
“Hasil ini bisa membantu peserta bakti sosial lebih memperhatikan kesehatan diri sendiri, terutama dalam hal pola hidup,” tegas Minna.
Teks & Foto: Ika/Wanita Katolik RI Cabang St Bernadet