Koor Pemberkatan Gereja Bernadet Membersitkan Harapan Masa Depan Paroki Pinang (5)

27 Juni 2023
  • Bagikan ke:
Koor Pemberkatan Gereja Bernadet Membersitkan Harapan Masa Depan Paroki Pinang (5)

Koor Peresmian dan Pemberkatan Gereja St Bernadet.

Masih ingat koor yang melayani Misa Peresmian dan Pemberkatan Gereja Santa Bernadet 11 Juni lalu?

Uskup KAJ Ignatius Kardinal Suharyo sempat tergelitik untuk mengomentari penampilan koor yang didominasi orang muda dengan dress code busana Betawi tersebut. Komentarnya bernada pujian, disusul dengan pesan bermuatan harapan masa depan yang baik bagi Paroki Pinang.

KOOR-Busana betawi PAKAI===

Didominasi orang muda, berbusana ala Betawi.

“Terima kasih kaum muda, moga-moga nanti keindahan lagu-lagu, harmoni  yang diungkapkan dalam paduan suara ini sungguh-sungguh menjadi warna dari kehidupan paroki ini,” kata Bapak Uskup dalam homilinya.

Koor ini menyanyikan 17 lagu dengan 4 pengaba (dirigen), yaitu Thomas Aryo Indrastiono (pengaba/pelatih), Bernadeth Margritta (pengaba/pelatih), Laraswati (pengaba), dan Arum Pranastuti (pengaba). Sedangkan untuk pengiring (organis), Martinus Adi, Meidy, dan Aditya. Lagu-lagu dipersiapkan dengan 12 kali latihan.

KOOR Aryo-PAKAI

Thomas Aryo Indrastiono (pengaba/pelatih).

Ketua Sub Seksi Pasdior Arum Pranastuti yang sangat bertanggung jawab dalam mengelola proses pembentukannya dengan nada merendah mengatakan bahwa capaian paduan suara tersebut tidak lepas dari kerja tim kecil.

Tim kecil yang dimaksud terdiri dari para aktivis koor, seperti Diaz Aditya untuk urusan musiknya, Margritta (materi Latihan), Anastasia Noni dan Elgi (teks lagu), Meidy (tata lagu, materi musik), Arum (jadwal dan proses latihan), Egi, Mas Broto, dan Mas Totot (tata suara), sementara untuk penyiapan tempat latihan dibantu anak-anak muda.

KOOR-Margritta PAKAI

Bernadeth Margritta (pengaba/pelatih).

Karena pelayanan koor berkaitan langsung dengan misa, maka tak bisa diabaikan konsultasi dengan Pak Yulianus Sunarya (DPH-Korbid Peribadatan) dan Pak Bambang Gunadi (Ketua Seksi Liturgi).

Di atas semua itu, kata Mbak Arum, performance koor dalam Misa Peresmian dan Pemberkatan Gereja Bernadet itu merupakan hasil perpaduan antara komitmen, kerja keras, dan disiplin tinggi yang tidak bisa ditawar-tawar dari semua yang terlibat di dalamnya.

Arum iki---

Arum Pranastuti (pengaba)

Gerilya untuk mencari anggota sudah mulai Minggu 7 Mei 2023. Dari tahap awal pendaftaran sudah ditegaskan, peserta harus pegang komitmen dengan segala konsekuensinya. Jika tidak bisa memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dipersilakan mengundurkan diri.

Melihat jadwalnya, latihan tidak sampai satu bulan penuh. Dalam seminggu, latihan diadakan Jumat-Sabtu-Minggu, masing-masing 2 jam, malam hari. Itu sejak awal pembentukannya, Sabtu 13 Mei. Peserta hanya boleh absen 2 kali di luar sakit dan acara penting.

KOOR-Laraswati PAKAI==

Gabriela Laraswati (pengaba).

Peserta harus bekerja keras, artinya di samping hadir dalam latihan bersama harus berlatih secara mandiri di rumah untuk mengejar target kualifikasi yang diharapkan.

Disiplin harus dipegang teguh. Bukan lagi datang on time (tepat waktu), tapi in time, artinya lebih dari on time. “Karena beat nada selalu tepat waktu, tidak pernah terlambat,” jelas Mbak Arum dengan analogi ketukan nada.

KOOR-Adit-Meydi===

Diaz Aditya dan Meidy (organis).

Tidak selalu mudah pegang komitmen. Awalnya ada 82 orang pendaftar. Dalam perjalanan waktu, tak sedikit yang mengundurkan diri dengan beragam alasan, sehingga jumlah final 58 orang (Sopran 17, Alto 15, Tenor 15, Bass 11).

Pernah ada beberapa anggota yang pada suatu hari Minggu ikut koor ngamen penggalangan dana pembangunan gereja. Baru selesai sore hari. Mereka harus rela menunggu di gereja supaya bisa ikut latihan koor Pemberkatan yang masih sekitar 2 jam karena pulang dulu ke rumah waktu tidak terkejar. “Jadwalnya sudah seperti kuliah 6 semester,” gurau salah satu di antara mereka.

KOOR==dan bp uskup---PAKAI

Foto bareng Ignatius Kardinal Suharyo dan Romo Lamma.

Anggota koor tersebut juga banyak yang aktif di koor wilayah sehingga harus pandai-pandai menyiasati benturan-benturan waktu dengan jadwal latihan koor tugas reguler wilayahnya atau salah satu harus dikalahkan. Manajemen waktu benar-benar menjadi tantangan.

koor peresmian-PaKAi

Foto bersama sesudah bertugas.

Rentang usia yang diminta awalnya maksimal 39 tahun. Artinya kelompok usia ini umumnya masih aktif, bekerja atau belajar. Mendapatkan anggota dengan rentang usia tersebut menjadi tidak selalu mudah. Tetapi pantas disyukuri, para aktivis koor di atas usia tersebut masih banyak yang bersedia ikut melayani, menggenapi kekurangan anggota sesuai jenis vokal yang dibutuhkan.

KOOR-PAKAI

Latihan bersama. Harus hadir in time.

Apa pun capaian yang diraih, semoga harapan Bapak Uskup yang membersit dari performance koor tersebut sungguh menjadi panduan untuk mewujudkan kehidupan Paroki Pinang yang indah berkat  hubungan harmonis umat satu sama lain.

Penampilan Koor Peresmian dan Pemberkatan Gereja Bernadet. Setelah klik segitiga, klik Youtube untuk mendapat gambar lebih bagus.


Teks: ps/ Foto-foto: Kevin, Hari Kristanto, Pasdior/Video: Tim Komsos, Jassen Novaris

Tags
Koor
Pinang

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna