Anggota Wanita Katolik RI berfoto bersama Komunitas Eco Enzyme Nusantara dan siswa serta guru Pondok Pesantren Syahrul Qur'an sebelum menuangkan eco enzyme ke Situ Pondok Jagung, Tangsel, Kamis (3/6).
Turut serta memperingati Hari Lingkungan Hidup, pada minggu pertama Juni 2023, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, ikut menuang eco enzyme ke Situ Pondok Jagung, Tangerang Selatan. Kegiatan ini digelar oleh Komunitas Eco Enzyme Nusantara Tangerang Selatan, PODSI Tangsel, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, dan Pondok Pesantren Syahrul Qur’an.
Total sebanyak 311 liter eco enzyme disumbangkan oleh para anggota ranting Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, untuk upaya normalisasi Situ Pondok Jagung tersebut.
Menurut Andreas Krisbayu, Ketua Komunitas Eco Enzym Nusantara Banten, pihaknya memang berupaya melakukan normalisasi Situ Pondok Jagung dengan menuangkan eco enzyme. “Tujuannya adalah untuk memperbaiki kualitas air, dengan cara meningkatkan kadar oksigen karena eco enzyme ini mengikat polutan-polutan yang ada di dalam situ,” ujarnya.
Situ Pondok Jagung sengaja dipilih, karena aliran situnya terbatas, dengan luasan yang terukur pula. Selain itu, Situ Pondok Jagung juga digunakan untuk latihan dayung serta aktivitas olahraga warga sekitar.

Sebagian larutan eco enzyme yang akan dituang ke Situ Pondok Jagung, Tangsel
Andreas mengatakan, total target eco enzyme yang dituang ke Situ Pondok Jagung adalah 1.800 liter, dan dilakukan setiap hari Sabtu sebanyak 150 liter. “Cairan eco enzyme kami dapat dari komunitas-komunitas,” tutur Bayu yang sangat menghargai sumbangan eco enzyme dari para anggota Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet ini.
“Seharusnya, pekan ini, kami akan uji kondisi air. Tapi, karena ada sumbangan dari Wanita Katolik RI, ya uji laboratorium dilakukan minggu depan,” sambung Bayu.
Margaretha Maria Rosyati, Bagian Litbang Komunitas Eco Enzyme Nusantara Banten mengatakan hingga minggu pertama Juni 2023 tersebut, pihaknya telah menuangkan eco enzyme sebanyak 13 kali ke Situ Pondok Jagung. Penuangan eco enzyme dibantu oleh PODSI atau Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia Tangerang Selatan, menggunakan perahu, hingga bisa mencapai bagian tengah Situ.

Persiapan menuang larutan eco enzyme ke tengah Situ Pondok Jagung.
“Sebelum penuangan eco enzyme, air Situ Pondok Jagung diuji di laboratorium,” tutur Rosyati. Pengujian juga dilakukan di tengah dan di akhir periode penuangan, untuk mengetahui kualitas dan kandungan oksigen air Situ Pondok Jagung.
Menurut Corry Cecilia, salah satu pegiat Komunitas Eco Enzyme Nusantara Cabang Banten, di mata awam, perbaikan kualitas air Situ Pondok Jagung tampak dari aroma situ yang tidak lagi berbau menyengat.
“Kondisi air di tengah itu, mulai bening. Minyak-minyak yang tadinya tampak sekali di permukaan situ, juga sudah hilang,” kata dia. Selain itu, air Situ Pondok Jagung juga tidak menyebabkan gatal-gatal jika terkena kulit.

Beberapa peserta menuang eco enzyme di tepi Situ Pondok Jagung.
Penuangan eco enzyme oleh Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet dilakukan dua kali, yakni Kamis, 1 Juni 2023 sebanyak 174 liter dan Sabtu, 3 Juni 2023 sebanyak 165 liter. Fransiska Minna, Ketua Bidang Kesejahteraan Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet mengatakan kegiatan penuangan eco enzyme ini disambut dengan antusias oleh para peserta.
“Target pengumpulan eco enzyme sebanyak 150 liter, juga terlampaui,” ujar Minna yang awalnya mengaku was-was tidak bisa mengumpulkan larutan sesuai target.
Lantaran proses pembuatan eco enzyme makan waktu cukup lama, kegiatan normalisasi dengan eco enzyme ini sudah disosialisasikan sejak 3 bulan sebelumnya. Total ada 17 ranting yang ikut berpartisipasi dalam penuangan eco enzyme tahun ini.
“Semoga kegiatan normalisasi mendatang bisa diikuti oleh seluruh ranting,” kata dia. (Ika/ Foto-foto: Wanita Katolik RI St Bernadet)
_2.jpg?1686827812893)
Situ Pondok Jagung (Google Map)