Misa Konselebrasi Sabtu Vigili kedua di Balai Metro.
Koor Sekolah Abdi Siswa Bintaro bertugas untuk Misa Minggu Paskah pagi di Balai Metro, 9 April 2023. Lain daripada yang lain, koor diiringi organis dan violist. Mereka membawakan lagu-lagu Paskah yang bernuansa semangat kebangkitan, dengan pilihan Ordinarium Misa Kita IV.
Menjelang berkat penutup Romo Matius dengan muka berseri-seri mengatakan, “Ini Metro ‘impor’ koor dari Sekolah Abdi Siswa Bintaro…” Spontan umat tergelak dengan gurauan bernada memuji koornya itu.
.jpg?1681042244346)
Koor Sekolah ABSIS dalam Misa pagi Minggu Paskah 9 April.
Koor tersebut mampu menciptakan suasana yang mendukung pesan Romo Matius: Dengan kebangkitan Kristus, kita harus bangkit dengan semangat penuh kegembiraan untuk mewartakan cinta kasih Kristus yang sudah berkorban untuk menyelamatkan kita!
Sebenarnya koor-koor yang tampil di Balai Metro selama Trihari Suci cukup mempersiapkan diri. Koor Wilayah Antonius dengan anggota 32 orang latihan seminggu 2 kali untuk misa pertama Kamis Putih.

Koor Wilayah Antonius, misa Kamis Putih pertama.
Koor Wilayah Sesilia, meskipun umumnya menyanyikan lagu-lagu unisono, berhasil membawa suasana khidmat ketika menyanyikan lagu Jiwa Kristus dalam 4 suara dengan lembut sebelum misa. Suasana mendadak hening dan puluhan pasang mata serta merta tertuju ke panti koor.
“Lagu Jiwa Kristus itu harusnya dinyanyikan pas komuni tapi nggak jadi, akhirnya jadi pemanasan,” kata Mbak Sari, organis koor Wilayah Sesilia usai misa.

Koor Wilayah Sesilia pada misa Kamis Putih kedua.
Ada beberapa pesan Romo Lamma dalam homili Kamis Putih: Dengan pembasuhan kaki, Yesus ingin membersihkan dosa-dosa kita agar kita layak di hadapan Tuhan; Yesus memberi teladan kerendahan hati dan ajakan agar kita saling mencintai; dan jika ingin berbuat baik segera lakukan, jangan ditunda-tunda, karena ketika sudah “tiba saatnya” kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
.jpg?1681042522642)
Upacara pencucian kaki di Balai Metro.

Tuguran Kamis Putih usai misa.
Untuk Ibadat Jumat Agung pertama yang bertugas koor adalah Wilayah Theresia, sementara yang kedua Wilayah Maria Goreti. Semua lagu dinyanyikan a capella.
.jpg?1681042647503)
Ibadat Jumat Agung di Metro dipimpin Romo Lamma.
Bu Henny Agus dari koor Maria Goreti mengaku bisa latihan lima kali. Dan koor yang menjadi salah satu peraih medali perak pada Festival Koor St Bernadet 5 Februari lalu itu membidik nada-nada dengan tepat, termasuk ketika bersahutan dengan tim pasio.

Kapasitas tempat duduk di Metro 260 orang tanpa koor.

Koor Wilayah Theresia bertugas pada Jumat Agung pertama.
Homili Jumat Agung Romo Lamma menekankan bahwa karena cintaNya kepada kita yang berdosa Yesus mengorbankan diri sampai wafat di kayu salib. Dari situlah mengalir pesan, ketika mencintai pasangan dan keluarga, kita harus bersedia berkorban secara tuntas.

Koor Maria Goreti bertugas dalam Ibadat Jumat Agung.
Misa Konselebrasi Sabtu Vigili sebagai puncak Trihari Suci dipersembahkan oleh Romo Matius Pawai CICM dan Romo Marvin CICM.

Liturgi Cahaya dalam misa kedua Sabtu Vigili.
 INI.jpg?1681044588157)
Umat dalam Misa kedua Sabtu Vigili di Balai Metro.
Dalam homilinya Romo Marvin menjelaskan tentang jalan keselamatan. Kebangkitan Yesus adalah puncak keselamatan. Di dasar puncak itu adalah penderitaan dan kematian. Kita harus menghayati iman kita dengan menyatukan penderitaan dan kematian kita dengan penderitaan dan kematian Yesus agar beroleh keselamatan. Satu sama lain harus saling mendukung dalam penderitaan karena penderitaan menguatkan kita.
.jpg?1681044125818)
Pastor tamu Romo Marvin CICM.

Lektor dan Pemazmur di Sabtu Vigili.
Pada misa Sabtu Vigili pertama, koor Wilayah Anna mempersembahkan lagu penutup Hallelujah (Handel), lagu populer tetapi tuntutan vokalnya secara kualitatif tinggi. Namun, kata salah satu anggotanya Pak Yulianus Sunarya, wilayah ini masih memberi “bonus” Haec Dies.
.jpg?1681044185099)
Koor Wilayah Anna, melayani misa pertama Sabtu Vigili.

Koor Emmaus Journey pada Misa kedua Sabtu Vigili.
Koor Emmaus Journey dalam misa kedua memberi kejutan pada lagu penutup: Haec Dies. Dengan iringan organis Mas Adit lagu ini langsung menggelegar, megah dan kuat sekali nuansa kebangkitannya.

Kapasitas serambi Balai Metro 50 tempat duduk.
.jpg?1681046226352)
Petugas persembahan dalam balutan busana Batak.

Ada tempat bagi umat non-belarasa di samping Balai Metro.
 INI.jpg?1681046170689)
Terima kasih panitia: Pak Budi Mandiro mewakili ISIMAS.
Selamat Paskah!
"Bonus" lagu Haec Dies dari Koor Wilayah Anna.
Teks: ps/ Foto-foto: ps, wilayah-wilayah/ Video: Wilayah Anna