Romo Lamm memimpin misa Minggu Palma di Metro.
Misa Minggu Palma yang pertama di Gereja St Bernadet Paroki Pinang tahun ini berlangsung di Balai Metro Sabtu, 1 April 2023, jam 17.00. Menyusul kemudian di gereja baru Pinang, jam 18.30. Misa di Balai Metro dipersembahkan oleh Romo Lammarudut Sihombing CICM, sementara di Pinang Romo Matius Pawai CICM.

Pemercikan air suci dimulai.
Karena keterbatasan tempat, umat di Metro dibatasi kehadirannya dengan platform belarasa, tidak demikian halnya di Pinang. Karena pembatasan tersebut Balai Metro tidak terlalu padat umat, bahkan beberapa orang mengaku merasa lebih nyaman dan khidmat.

Saat pemercikan air suci, Yerusalem, Lihatlah Rajamu!
Misa di Balai Metro diawali dengan Lagu Pembukaan Kristus Jaya untuk mengiringi pemberkatan daun palma di depan pintu masuk ruang ibadat yang diakhiri dengan homili singkat.
Sesudah itu Imam dan beberapa Prodiakon lain memercikkan air suci dengan hisop ke arah daun-daun palma yang digerak-gerakkan dan dilambai-lambaikan umat di dalam ruang Balai Metro diiringi lagu Jerusalem, Lihatlah Rajamu! Koor bersama umat menyanyikan lagu tersebut sehingga suasananya meriah.

Korwil Kristoforus, Mas Rawuh (tengah) aktif terlibat koor.
Koor dari Wilayah Kristoforus yang berjumlah sekitar 18 orang membawakan semua lagu dalam satu suara (unisono). Karena lagu-lagunya sudah sangat familiar seluruh umat dan koor bisa menyanyikannya bersama-sama, serempak berpadu dalam satu suara tanpa ada kesan koornya lebih menonjol.
Dalam homili sesudah pembacaan Kisah Sengsara versi Injil Matius, Romo Lamma menyampaikan semacam katekese Minggu Palma. Pertanyaan dasarnya adalah: apakah kita sudah siap memasuki Pekan Suci?
Permenungannya diawali dengan pertanyaan ke umat: apakah masih ingat apa saja yang diharapkan pada Rabu Abu? Karena tidak segera muncul jawaban dari umat, Romo Lamma menyebutkan tiga hal: pantang dan berpuasa, berdoa, dan beramal.

Prodiakon dan umat.
Dalam berpantang dan berpuasa kita diajak mengolah diri kita, bukan sekadar soal mengurangi makan dan minum tapi mengolah laku batin supaya kita menyadari siapa kita sesungguhnya di hadapan Tuhan.
Dalam berdoa, kita diajak memperbaiki relasi kita dengan Tuhan agar bisa mengalami Kerahiman Allah. Di setiap lingkungan ada pendalaman Kitab Suci, ada masa menerima Sakramen Tobat.
Dalam beramal, kita diajak berbuat baik atas apa yang kita lakukan dalam berpuasa dan berpantang, secara materi berbagi khususnya kepada mereka yang membutuhkan.

Penerimaan komuni di Metro.
“Tiga poin tersebut syukur ada yang kita jalani, kita lakukan. Apakah sempurna apa yang kita lakukan, ada banyak hal yang bisa menantang kita, menggoda kita, sehingga kita jatuh dan tidak maksimal,” jelasnya lagi.
“Namun ada baiknya kita mengingat niat-niat baik kita dalam masa prapaskah, sebab dalam Minggu Palma, yaitu kita memasuki Pekan Suci, sesungguhnya kita diajak supaya semakin siap menghadapi, memasuki dan menerima karya misteri Allah yang sangat di luar dugaan kita manusia. Bagaimana dalam Pekan Suci ini Allah menunjukkan kasihNya kepada kita lewat kematian di kayu salib,” ujarnya.

Pemberkatan daun Palma oleh Romo Matius di Pinang.
“Jadi persiapan sebelum Pekan Suci kurang lebih 4 pekan itu untuk mengajak kita masuk ke Pekan Suci. Sungguh amat sayang kalau kita memasuki Pekan Suci tanpa persiapan. Empat atau lima pekan kita diberi waktu untuk persiapan. Minimal ada persiapan sehingga Pekan Suci ini sungguh membawa perubahan yang mengantar kita untuk semakin bahagia dalam kehidupan kita, dalam situasi apa pun,” katanya lagi.

Lalu umat diajak mencermati liturgi Minggu Palma sebagai pintu gerbang memasuki Pekan Suci karena secara simbolis umat diharapkan memahami Liturgi Gereja yang sarat simbol.
Ada dua perayaan, pertama perarakan daun palma, liturginya di luar gereja. Bacaan Kitab Suci membawa suka cita, semua orang bersorak, “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Hosana di tempat yang maha tinggi. Semua mengelu-elukan Yesus, Dia datang sebagai Raja. Daun diangkat, dilambaikan untuk menyambut Sang Raja, Sang Mesias,” jelas Romo Lamma.

Pemercikan air suci di Gereja Pinang.
Tetapi liturgi berikutnya, yaitu di dalam gereja yang dimaknai sebagai Kota Yerusalem, sangat berbeda. Di situ, sebagaimana tertulis dalam Kisah Sengsara, Yesus dituduh, diadili, dikhianati, bahkan disalibkan. Orang banyak berteriak, “Salibkanlah Dia!” Ketika memasuki Kota Yerusalem mereka ini bersorak sorai, bergembira menyambut Yesus tetapi akhirnya berubah, mereka menyalibkan Yesus!

Yesus akhirnya ditangkap. Salah satu murid-Nya, orang terdekat Yesus, Yudas Iskariot mengkhianati Yesus hanya karena materi. Sesudah tiga tahun Yesus bersama murid-muridNya, Ia dikhianati orang terdekatnya. Murid yang lain, yaitu Petrus, menyangkal Yesus sampai tiga kali, padahal Petrus adalah orang terdekat Yesus juga. “Orang-orang terdekat dengan Yesus justru melakukan kesalahan-kesalahan fatal,” ujarnya.
.jpg?1680408207692)
Cek belarasa di Metro, mengingatkan masa pandemi Covid-19.
“Apakah Bapak Ibu merasa menjadi orang terdekat Yesus? Apakah kita sama dengan dua murid (Yudas dan Petrus) yang mewakili murid-murid yang lain? Tidak jauh beda kita dengan mereka,” kata Romo Lamma.
Petrus akhirnya menyesali dan berubah, bertobat, dan dikenal sebagai pewarta, rasul, yang sangat hebat mewartakan tentang karya-karya Yesus. Sementara Yudas Iskariot juga menyesali perbuatannya dengan cara menggantung diri (Mat 27:5).

Koor Wilayah Monika di Pinang, Sabtu Palma.
Kunci kesiapan kita memasuki Pekan Suci adalah bertobat dan menjadi lebih baik, hidup lebih berbahagia dan siap menjadi pewarta-pewarta karya keselamatan Tuhan.
Dalam homilinya tersebut Romo Lamma sesekali melontarkan tanya jawab dengan umat, sehingga jauh dari kesan tegang. Selingan-selingan dialog dengan umat acap kali memancing senyum atau tawa-tawa kecil.

Koor Kristoforus foto bareng Romo Lamma usai misa.
Seperti sudah menjadi “tradisi”, usai misa di Metro koor foto bareng Romo Lamma di depan altar didampingi Kaling Kristoforus 1 dan 2.
Selamat memasuki Pekan Suci!
Teks: Wilayah Kristoforus/ Foto-foto: Wilayah Kristoforus, Budi Mandiro (Metro), Kevin (Pinang)