Prodiakon St Bernadet peserta rekoleksi.
Rabu 22 Maret 2023 Prodiakon Gereja Santa Bernadet Pinang melaksanakan rekoleksi. Kegiatan yang memanfaatkan hari Libur Nasional Nyepi tersebut diselenggarakan di rumah Retret Tugu Wacana Soverdi Cisarua.

Tema Rekoleksi Prodiakon St Bernadet 2023.
Rekoleksi mengangkat tema “Mencintai Tugas dan Pelayanan Prodiakon”. Dengan nara sumber Pater Kornelius Maro SVD yang akrab disapa Pater Maro.
Rombongan 82 orang Prodiakon berangkat dari Gereja Pinang sekitar pukul 05.30 WIB dengan menggunakan 3 bus ukuran sedang. Puji Tuhan perjalanan pagi itu lancar sehingga Ibadat Jalan Salib sebagai acara pertama rekoleksi dapat dilaksanakan tepat waktu, yakni pukul 08.00 WIB.

Salah satu rombongan: demi cinta tugas dan pelayanan.

Prodiakon berangkat dengan penuh semangat dan sukacita.
Ibadat Jalan Salib di bukit kecil dengan penataan yang asri dan rindangnya pepohonan dipandu oleh Bp Franciskus Xaverius Kitok Kridarto dan Ibu Francisca Hendriwati. Meski banyak Prodiakon yang sudah senior, kontur setiap perhentian khas perbukitan yang naik turun tidak menjadi hambatan seluruh Prodiakon untuk sampai di perhentian terakhir.

Jalan Salib dipimpin Bp Kitok Kridarto dan Ibu F. Hendriwati.

Kontur perbukitan tak menghambat peserta Jalan Salib.

Foto bareng di Gua Maria: tetap semangat dan gembira.

Rehat ngopi dulu...
Setelah jeda sejenak untuk menikmati kopi, teh, dan camilan tepat pukul 10.00, acara rekoleksi dimulai. Meski berperawakan kecil suara Pater Maro begitu menggelegar saat mengajak peserta mengucapkan “Selamat pagi, pagi pagi...” dengan mengepalkan tangan sebagai pembuka sesi 1.

Menggunakan ilustrasi pelantikan Prodiakon St Bernadet.
Jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah yang telah kamu terima (2 Kor 6:1). Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus tersebut digunakan oleh Pater Maro sebagai alasan bagi para Prodiakon untuk selalu mencintai tugas dan pelayan, seperti tema Rekoleksi hari itu.
Ilustrasi yang digunakan oleh Peter Maro berupa foto bersama pelantikan Prodiakon dan pengalungan samir oleh Romo Lamma Sihombing CICM di Gereja tenda disambut tepuk tangan meriah oleh para peserta rekoleksi.

Sukacita mewarnai jalannya rekoleksi.
“Saya ikut senang dan gembira dulu bapak ibu dilantik di gereja sederhana, sekarang sudah memiliki gedung gereja yang megah. Hari Raya Natal kemarin di berbagai media sosial yang saya ikuti tampak meriah dan megahnya Gereja Santa Bernadet Pinang yang dulu Paroki Ciledug. Gambar-gambar ini saya dapat dari web santabernadet.id,” terang Pater Maro.

Suasana rekoleksi yang menarik perhatian.
Dikatakannya, Prodiakon yang dipilih dari umat dan diangkat oleh Bapak Uskup mempunyai tugas untuk membantu para Imam dalam pelayanan komuni dan ibadat suci. Maka tugas utama seorang Prodiakon selalu berhubungan dengan hal-hal yang suci atau kudus. Yakni membagikan Komuni saat Misa, menghantar Komuni orang sakit, memimpin ibadat, terlebih ibadat pemakaman orang yang meninggal.

Rekoleksi bersama Pater Maro SVD.
“Para Prodiakon adalah umat biasa, maka kekudusan pelayan tidak akan berpengaruh pada kekudusan Komuni Suci atau Ibadat yang dibawakan. Tetapi penting untuk diingat adalah kepantasan dan buah dari pelayanan,” terang Pater Maro.
Maka setiap Prodiakon diharapkan selalu menimba kekudusan dan menjaganya, demikian Pater Maro. Gereja Katolik menawarkan beberapa cara untuk menimba rahmat kekudusan melalui Ekaristi, Sakramen Tobat dan Ibadat Devosi.

Salah seorang Prodiakon senior Pak Djoko Mulyono (berdiri).
Sebagai panduan Gereja Katolik membagi devosi berdasarkan hari, hari Senin Devosi Roh Kudus, hari Selasa Devosi Para Malaikat, hari Rabu Devosi Santo Yosef, hari Kamis Devosi Ekaristi, hari Jumat Devosi Salib dan Hati Kudus Yesus, hari Sabtu Devosi Maria. “Maka silakan tambahkan setiap hari dalam doa pagi atau doa malam,” pesan Pater Maro.

Diskusi kelompok.
Banyak orang yang menolak ketika ditawari untuk menjadi Prodiakon karena merasa tidak layak dan tidak mampu berbicara. Ingat, bapak ibu Prodiakon, Nabi Musa pun dulu juga menyampaikan hal yang sama Kel 4:10 “Ah, Tuhan aku ini tidak pandai berbicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah. Apapun alasannya,Tuhan tidak menerima alasan Nabi Musa dan tetap mengutus Nabi Musa untuk membebaskan Bangsa Israel dari perbudakan Mesir,” terang Pastor Maro.
Setelah sesi 1 selesai sekitar pukul 12.00 dilanjutkan dengan makan siang bersama. “Karena materi dan penyampaiannya menarik dua jam rasanya cepat sekali, ya,” ungkap salah seorang peserta di meja makan.

Misa penutup dipimpin Pater Maro SVD dan Pater Anton SVD.
Rekoleksi Sesi 2 berupa sering kelompok di mana para Prodiakon dibagi menjadi 10 kelompok. Tugas masing-masing kelompok mendiskusikan 3 hal, yakni seperti apa Prodiakon ideal menurut saya, dan apa hambatan saya untuk mencapai yang ideal, serta pengalaman-pengalaman pribadi selama menjadi Prodiakon.
Rekoleksi ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh Pater Maro SVD bersama Pater Anton SVD. Dalam Misa tersebut para Prodiakon kembali diingatkan untuk selalu menimba kekudusan dan menjaganya. "Dalam Ekaristi sebagai orang Katolik kita selalu diingatkan oleh tiga kata, yakni benar, pantas dan layak. Maka itu dapat kita gunakan sebagai rambu-rambu, mungkin sesuatu itu benar tetapi apakah pantas dan layak," terang Pater Maro. Setelah Misa selesai dilakukan serah terima tugas kepada Koordintor Prodikon yang baru yakni Mas FX Kristanto.

Koordinator Prodiakon St Bernadet yang baru, FX Kristanto.
Sebelum pulang para peserta masih disuguhi kopi panas dan teh hangat serta makanan ringan. Tak ketinggalan para Prodiakon juga memborong hasil kebun dari Rumah Retret berupa pisang tanduk, pisang ambon, ubi jalar, dan aneka sayuran.

Hasil kebun Rumah Retret Soverdi siap diborong Prodiakon.
“Puji Tuhan semua hasil panen kami dibeli semua, terima kasih atas kehadirannya, pintu rumah kami selalu terbuka silakan datang lagi di lain waktu,” ungkap Pater Maro saat mengantar para Prodiakon pulang sekitar pukul 17.00.
 PAKAI.jpg?1680046640755)
Foto bareng sebelum pulang ke Tangerang. Sayonara...
Album Foto Rekoleksi Prodiakon St. Bernadet:
Teks: Bambang Gunadi/ Foto: Cahya, Ruli/ Album Foto: Jassen Novaris