Koor BIA bertugas di Hari Raya Natal 25 Desember 2022 pagi.
Anak-anak BIA, BIR, OMK-KKMK sengaja dijadwalkan untuk mengisi tugas koor misa Malam Natal dan Hari Raya Natal 2022 di gereja baru sebagai ungkapan terima kasih generasi penerus kepada generasi-generasi sebelumnya.
Menurut Koordinator Pasdior C Arum Pranastuti, generasi penerus ingin berterima kasih karena generasi-generasi sebelumnya telah berjuang lebih dulu dan memberikan hadiah luar biasa, yaitu gambaran gereja baru sebagai tempat ibadat dan sarana pelayanan ke depan.
 PAKAI.jpg?1672804975658)
Koor BIR ketika bertugas di misa Malam Natal pertama.
Pelaksanaan tugas koor tersebut juga merupakan ungkapan niat generasi penerus untuk mengisi capaian yang sudah dihasilkan generasi-generasi sebelumnya, sesuai dengan kemampuan dan masanya.
Walaupun demikian disadari bahwa anak-anak BIA, BIR, OMK-KKMK mampu melakukan semua itu hanya jika generasi sebelumnya memberi dukungan. Maka menjadi tugas bapak ibu dan para senior, untuk memberi kepercayaan, ruang dan pendampingan kepada mereka dalam menumbuhkan kecintaan untuk melayani.
-PAKAI.jpg?1672805025205)
Koor OMK-KKMK usai tugas misa Malam Natal kedua.
“Karena aku lihat gak mungkin untuk gereja segede gini kalau generasi penerusnya gak ditumbuhkan kecintaannya untuk melayani, dari kecil terus naik lagi (dari BIA, BIR, OMK) dengan segala macam kegiatan yang ada di paroki,” kata Mbak Arum—sapaan akrabnya—ketika ditemui usai misa Malam Natal kedua di gereja baru 24 Desember lalu.
Memberikan kilas balik, Mbak Arum menceritakan bahwa begitu jadwal tersebut disusun tidak serta merta jelas siapa-siapa saja yang akan mengisi kelompok-kelompok koor tersebut. Tantangan awalnya adalah mencari anggota.

Koor OMK-KKMK usai tugas Hari Raya Natal kedua.
“Tapi ternyata begitu jalan semuanya semangat. Dukungan dari orangtua (BIA BIR) berperan besar. OMK bisa ajak teman-teman sehingga dukungannya juga luar biasa,” kata Mbak Arum yang juga pelatih/dirigen Koor BIA untuk tugas Natal ini.
Diakuinya memang ada dinamika di lapangan seperti pindah-pindahnya tempat latihan dan bagaimana mengkompromikan berbagai keinginan dan kepentingan. “Tapi pada dasarnya semuanya oke, bisa jalan dan berproses dengan baik kemarin,” imbuhnya.
 PAKAI.jpg?1672805187011)
Koor BIA dan dirigen usai tugas Misa Hari Raya Natal.
Bernadeta Meidy Setya Putri, dirigen/pelatih BIR, yang ditemui usai misa Malam Natal pertama mengaku sangat senang karena koor BIR akhirnya muncul setelah lama vakum. “BIR kita kan baru bangkit dari kubur nih… Jadi pengin banget membangkitkan semangat remaja. Banyak anak yang excited (heboh, red),” katanya.
Persiapan hanya dalam waktu 2 bulan tidak menyurutkan niat mereka untuk melayani dan ambil bagian dalam perayaan natal tahun ini. Beberapa kendala yang dihadapi tak lantas membuat mereka patah semangat dalam mempersiapkan tugas spesial itu, dengan membawakan 10 lagu, 3 di antaranya lagu Komuni.
Koor BIR diiringi duet Jassen Novaris (salah satu Kakak Pembina BIR Paroki untuk piano instrument) dan Ibu Yoanna (salah satu pengurus PSA Bernadet untuk organ instrument).
.jpg?1672805387535)
Kak Meidy, dirigen Koor BIR di Misa Malam Natal pertama.
Peserta Koor BIR malam itu 50-an anak dengan rentang usia 9-14 tahun. Ada yang pernah ikut Pesparani mewakili Provinsi Banten tapi juga ada anak-anak yang sama sekali belum pernah nyanyi sehingga perlu latihan ekstra karena ini baru bagi mereka.
“Beragam banget anak-anaknya,” kata Kak Meidy, sapaan akrabnya di antara anak-anak. Namun ia menunjukkan kapasitasnya untuk mengolah keberagaman itu menjadi sebuah paduan suara yang menuai banyak pujian.
Yang dirasa menjadi tantangan bagi Meidy justru bagaimana menjaga mood anak-anak usia BIR yang “bukan anak-anak lagi” itu.
.jpg?1672806987414)
Duet Jassen dan Ibu Yoanna mengiringi Koor BIR.
“Jadi kesulitannya ya untuk membuat mereka enjoy. Apa lagi masih ada peralihan antara anak-anak BIA dan BIR,” katanya. Namun ia punya cukup pengalaman menyelami perasaan anak-anak karena selama ini, bersama Kak Dhea, Kak Meidy tercatat sebagai koordinator BIR paroki.
Harapannya ke depan, yang sekarang sudah nyanyi tetap mau nyanyi bersama-sama. “Terus kegiatan yang lain juga mau join, bukan hanya ikut koornya tapi juga bina imannya, 2 minggu sekali,” pungkasnya sebelum dipanggil-panggil untuk foto bareng anak-anak asuhannya.
Dirigen/pelatih koor OMK-KKMK Bonifacius Aprillianto merasa bersyukur dengan selesainya tugas koor Malam Natal 2. Lagi pula suasana kemeriahan Natal di gereja baru punya daya tarik tersendiri untuk bertugas.
Memang diakuinya ada kesulitan selama latihan, misalnya mengangkat mood anak-anak, atau setiap latihan ada kecenderungan turun nada. “Tapi Puji Tuhan tadi bagus banget,” kata Boni, sapaan akrabnya.
 Pakaii.jpg?1672807076909)
Boni, dirigen Koor OMK-KKMK di misa Malam Natal kedua.
Koor yang sama ternyata masih bertugas untuk Hari Raya Natal kedua di gereja baru Minggu 25 Desember 2022 jam 16.30. Lewat grup WA Pasdior ia menyampaikan terima kasih karena koor OMK-KKMK sudah diberi kepercayaan untuk melayani Misa Natal dua kali.
Boni berharap, semoga paduan suara orang-orang muda itu makin menyadari potensi besar mereka untuk melayani dengan rendah hati.
 PAKAI.jpg?1672807130684)
Laras, bergantian dirigen dengan Boni, Malam Natal kedua.
Dirigen lain koor OMK-KKMK adalah Gabriela Laraswati, bergantian dengan Boni. “Meskipun capek, tapi kebayar dengan natal tahun ini. Semangat temen-temen makin bikin support (buat kaum muda di Bernadet) dan makin bikin happy,” kata Laras yang juga Ketua Seksi Kepemudaan Paroki ini.
Kalaupun ada kesulitan, bagi Laras, lebih menyangkut penyesuaian dari online ke offline, termasuk menggunakan gedung baru. “Jadi banyak perubahan-perubahan. Bahkan di hari H pun masih ada perubahan. Tapi semuanya oke. Harapannya semoga OMK tetap solid buat kita koor bareng,” pungkasnya.
Sementara itu Pak Ing Kiat, pegiat koor yang aktif mencermati perkembangan paduan suara di Gereja Bernadet memberikan pujiannya. “Sepanjang sejarah dalam Koor Malam Natal di Bernadet, menurut saya, Koor BIA dan BIR adalah yang terbagus,” katanya lewat postingan di grup WA Pasdior.
.jpg?1672807604532)
Perlu dipikirkan nama khusus untuk koor asuhan Kak Meidy.
Ia mengusulkan perlunya dipikirkan nama khusus untuk anak-anak asuhan Kak Meidy ini sebagai suatu kebangggaan kelak bahwa mereka alumni dari PS X, misalnya.
Ia pun mengucapkan selamat datang buat koor OMK-KKMK dengan kekuatan penuh dan mandiri.
“Jadi dengan lega saya bisa melihat pada saatnya nanti Koor Anak-anak dan OMK/ KKMK ini yang akan mendapat tugas-tugas khusus atau porsi lebih,” harap Pak Ing Kiat.
Salah satu lagu Koor BIR di malam Natal pertama.
Berikut ini koor-koor yang melayani misa Malam Natal pertama dan kedua, Sabtu, 24 Desember 2022, dan Hari Raya Natal pertama dan kedua, 25 Desember 2022 di Balai Metro Permata.
 24 des.jpg?1672808157325)
Wilayah Yoseph usai tugas Malam Natal pertama jam 17.00.
 24 des 19.30.jpg?1672808346867)
Wilayah Anna usai tugas misa Malam Natal kedua jam 19.30.

Wilayah Elisabeth usai tugas misa Hari Raya Natal jam 07.00.

Koor EJ usai tugas Misa Hari Raya Natal kedua, jam 17.00.
Peliput: Elsa, Yola, Rani, ps/ Foto-foto: Arya, Ana, Pasdior, Screenshot/ Video: Dhea-BIR