Mereka Ingin Melihat Langsung Gereja Bernadet yang Viral

29 Desember 2022
  • Bagikan ke:
Mereka Ingin Melihat Langsung Gereja Bernadet yang Viral

Romo Lamma memimpin misa Minggu sore.

“Pak ini misanya mulai jam berapa, ya?” tanya sepasang suami-istri yang naik ke Gereja lewat tangga belakang. Pertanyaan ini tentu berbalik menimbulkan tanda tanya bagi saya yang kebetulan barusan selesai mengantar arak-arakan petugas liturgi.

“Jam 16.30, Pak,” jawab saya singkat sambil terus mengamati dan bertanya dalam hati kok ada orang mau ikut misa tapi tidak tahu jamnya. Keraguan saya mulai hilang setelah sang istri membawa Puji Syukur.

“Maaf dengan Bapak siapa, dari mana?” akhirnya saya bertanya lagi. “Saya Yosep dari Karawaci, pengin melihat langsung gereja yang saat ini sedang viral,” jawabnya. Bangga dan plong mendengar jawaban itu, saya antar mereka lewat pintu depan dengan maksud agar tahu di mana bapak ibu ini duduk.

Pak Yosep dari Karawaci PAKAI_1

Pak Yosep dari Karawaci, pernah tinggal di Ciledug.

Misa Minggu 25 Desember 2022 Jam 16.30 tersebut dipersembahkan oleh Romo Lamma Sihombing CICM. Ini merupakan misa terakhir dari seluruh rangkaian Misa Natal 2022 yang dimulai dari Misa Malam Natal I jam 16.30, Misa Malam Natal II jam 20.00, dan Misa Hari Natal pagi jam 08.30.

Menurut Pak Albertus Sukindro dari TGKP jumlah umat yang hadir dalam misa ini sekitar 500-an. Maka sengaja petugas tata laksana mengarahkan umat duduk di bagian tengah. “Bagian samping sengaja kita kosongkan,” kata Pak Kindro, sapaan akrabnya.

Dalam homilinya Romo Lamma menyampaikan bahwa Natal itu adalah berita kabar gembira. Kabar gembira itu justru pertama-tama diterima oleh para gembala, di mana para gembala adalah golongan orang yang amat sangat sederhana. Karena zaman dulu dalam praktiknya para gembala itu bukan menggembalakan hewan ternak miliknya sendiri tetapi diupah untuk menggembalakan hewan ternak milik tuannya. Kemudian Romo Lamma menceritakan pengalamannya.

Petugas Liturgi PAKAI

Para petugas Liturgi.

“Dulu saat saya masih Frater ditempatkan di sebuah Paroki di Sulawesi. Stasinya ada 80, jadi terpencar-pencar sangat berjauhan. Daerahnya belum ada transportasi dan sarana komunikasi yang gampang, kadang harus ditempuh dengan jalan kaki berjam-jam. Sudah jalan jauh-jauh sampai di stasi hanya ketemu satu dua orang umat. Nah para pengurus stasi itu juga menggunakan jasa para gembala yang sedang menggiring hewan ternak ke berbagai tempat untuk dititipi kabar kalau ada Pastor yang datang. Nah ternyata cara ini efektif,” kenang Romo Lamma.

“Tadi dalam Injil dikatakan, ‘Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana.’ Para gembala setelah mendapatkan kabar mengajak teman-temannya untuk mengecek kebenaran kabar atau informasi tersebut. Teladan para gembala ini juga relevan hingga saaat ini. Maka ketika kita mendapat kabar atau informasi, baik kalau kita renungkan dalam lingkup kecil dan sedapat mungkin dikonfirmasi kebenarannya barulah kita sebarluaskan,” ajak Romo Lama.

Suasana Misa Natal sore PAKAI

Suasana misa Minggu sore, 25 Desember 2022.

Ditemui seusai misa Pak Yosep mengungkapkan,” Saya tahu kalau Santa Bernadet sudah memiliki gereja baru dari media sosial. Maka saat ini saya datang pengin melihat langsung dan ternyata kabar itu benar. Gerejanya sungguh megah dan indah.”

“Sebagai orang yang pernah tinggal di Ciledug,” lanjut Pak Yosep, “tentu saya merasa bangga dan bersyukur akhirnya setelah sekian lama kita nantikan umat Ciledug memiliki gereja yang megah dan indah.”

“Kabar ini telah tersebar luas, jadi bukan hanya umat yang ada di sini yang senang dan bangga punya gereja baru. Saya yakin begitu banyak orang yang dulu pernah kecil dan besar di Ciledug dan sekarang sudah berpindah tempat tinggal seperti saya ini ikut bangga dan senang. Maka kalau nanti pas hari raya besar saya ikut misa di sini anggaplah saya pulang kampung…” pungkas Pak Yosep.

Teks dan Foto: Bambang Gunadi

Tags
Misa
Pinang

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna