Natal Spesial untuk Santa Bernadet

25 Desember 2022
  • Bagikan ke:
Natal Spesial untuk Santa Bernadet

Awal Misa Natal spesial di gereja baru.

Jam baru menunjukkan pukul 15.30 WIB. Cuaca tak menentu, tiba-tiba hujan namun tiba-tiba panas kembali. Seperti tak terhalang keadaan cuaca, umat tetap kukuh hadir untuk mengikuti misa pertama, Sabtu 24 Desember 2022. Kondisi di dalam Gereja ternyata sudah cukup penuh, setidaknya tiga per empat bangku sudah terisi.

Di jam yang sama, Area sekitar Gereja tidak lagi bisa menampung mobil parkir. Kondisi ini berbeda dengan misa-misa besar pada umumnya, dimana biasanya ruang dalam Gereja baru penuh setengah jam, atau paling cepat 45 menit sebelum misa dimulai.

umat massal

Misa I dipersembahkan Romo Lamma dan Romo Lasbert.

Kondisi di misa ke dua yang digelar pukul 20.00 WIB juga tak ada bedanya. Jam 18.30 WIB puluhan umat sudah berusaha masuk ke area Gereja. Padahal, umat di misa pertama belum juga keluar.

Sebagian ibu terlihat mengenakan kebaya. Beberapa bapak pun terlihat mengenakan beskap Jawa. Mereka memang agak kesulitan untuk meniti anak tangga. Tapi ada raut bahagia di wajah mereka. Inilah Natal paling spesial untuk Paroki kita.

umat pakai ini

Balkon dibuka untuk umat karena membeludak.

Bukan hanya soal gedung Gereja baru yang membuat Natal kali ini terasa spesial. Tapi inilah misa besar pertama kita, dimana semua orang bebas merayakan misa tanpa belarasa. Inilah kesempatan pertama di Gereja Pinang setelah hampir tiga tahun kita dibatasi dengan segala aturan.

Walau bebas, namun umat terlihat tertib dengan memakai masker, mengecek suhu tubuh sebelum masuk, dan mengikuti arahan petugas keamanan dan tata tertib.

bukan di tenda lagi (2)

Tak perlu tenda lagi ketika umat membeludak.

Misa pertama malam Natal pertama yang dimulai pukul 16 ini dipimpin oleh Romo Lammarudut HPH Sihombing, CICM dan Romo Lasbert Sinaga, CICM.

Walaupun sudah diperkirakan umat akan berbondong-bondong ke Gereja Pinang, namun tetap tidak disangka bahwa umat yang datang akan sebanyak itu. Hitungan kasar saja, umat yang hadir diperkirakan lebih dari 1.500 orang.

koor1 ini

Koor BIR di Misa Natal pertama.

Akhirnya, kira-kira 10 menit sebelum misa dimulai, panitia membuka balkon atas dan umat langsung menggeruduk ke balkon.

Awalnya, panitia Natal tidak berencana untuk membuka balkon tersebut. Namun melihat jumlah umat yang sudah tidak tertampung di bagian bawah dan kondisi cuaca yang tidak menentu, akhirnya panitia memutuskan untuk membuka balkon atas dengan kondisi seadanya.

koor 2 pakai ini

Koor OMK-KKMK di Misa Natal ke-2.

Petugas tata tertib pun langsung sigap untuk menggelar karpet dan beberapa tikar di balkon atas. Dengan kondisi yang serba pas-pasan ini, umat ternyata tak tampak mengeluh. Mereka memaklumi kondisi yang ada.

Bahkan beberapa umat terlihat ikut membantu panitia dan petugas tata tertib untuk menggelar alas duduk umat.

"Sini, pak, saya bantu arahkan umat," ujar salah satu umat yang naik ke balkon.

balkon alas (2)

Ikut misa di balkon, lesehan.

Kado Natal

Dalam kotbahnya, Romo Lasbert mengingatkan bahwa umat hendaknya bukan hanya merayakan misa di gedung Gereja yang baru. Momen ini hendaknya dijadikan momen untuk menghadirkan Yesus di tengah Paroki kita.

"Tujuan utama adalah menghadirkan Ia (Yesus) di tengah komunitas kita, di tengah Paroki kita ini," jelasnya.

Lasbert CICM (2)

Romo Lasbert Sinaga, CICM.

Secara keseluruhan, misa malam Natal di Gereja Pinang berjalan lancar, walaupun umat membeludak.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pembangunan Rumah Ibadah (PPRI) Ignatius Sahat Manalu mengatakan bahwa semua usaha kita adalah untuk Gereja kita.

Pak Sahat (2)

Ignatius Sahat Manalu, Ketua PPRI 2019-2023.

"Saya terkesan sekali dengan doa novena lingkungan. Saya usul supaya tim doa juga mendoakan suster-suster Sang Timur kita yang juga masih berjuang mendapatkan akses jalan," ungkapnya.

Pak Tri (2)

Ucapan terima kasih Tri Hariyanto Ketua Panitia Natal.

"Bertekun, bertahan, dan bersabar dalam tantangan akhirnya Tuhan memberikan kado Natal ini untuk umat Bernadet," tambah Romo Lamma.

Supriyadi (2)

Supriyadi mewakili DPH menyampaikan terima kasih. 

Hal yang sama disampaikan oleh Rm Matius Pawai, CICM di misa kedua yang ia pimpin. Romo Matius mengatakan bahwa bangunan baru ini merupakan perlambang kesederhanaan karena memang masih terbatas.

romat (2)

Romo Matius CICM di misa Malam Natal ke-2.

"Yesus bukan lahir di rumah sakit mewah, tapi di kandang yang sederhana. Dengan keterbatasan yang ada saat ini, kita tentu memaklumi, karena inilah bentuk kesederhanaan juga," ujarnya.


Teks: Septian Hermawan/ Foto-foto: Walter Arya

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna